Tuguratu Simulasi Banjir

Redaksi

Sabtu, 30 Maret 2019 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Liwa (Netizenku.com): Banjir melanda Pekon Tuguratu Kecamatan Suoh, namun masyarakat berhasil dievakuasi ke titik kumpul.

Sejumlah korban berhasil mendapatkan pertolongan medis dasar dari tim Pertolongan Pertama (PP) Palang Merah Indonesia (PMI) dan korban yang membutuhkan pertolongan medis lanjutan, dirujuk ke Puskesmas Suoh. Demikian narasi penanggulangan bencana banjir yang disimulasikan di Pekon Tuguratu, Sabtu (30/3).

Simulasi bencana dilaksanakan sebagai bagian dari upaya PMI bersama Palang Merah Amerika membangun desa tangguh melalui pendekatan program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat di Pekon Tuguratu. Setidaknya ada 160 orang masyarakat setempat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan simulasi tersebut, para perangkat pekon, juga Tim Sibat. Para peserta nampak mengikuti alur narasi simulasi dengan sangat antusias.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  10 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Lampung Barat

“Kegiatan ini adalah kegiatan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Tentunya yang berperan aktif adalah masyarakat. PMI, BPBD dan Dinas Kesehatan, tentunya akan mendukung kegiatan tersebut,” kata Wakil Ketua III Bidang Relawan dan PSD PMI Lampung Barat (Lambar), Cahyani Susilawati   seraya mengatakan bahwa sebelumnya sudah dilaksanakan simulasi penanggulangan bencana longsor di Pekon Ujung Kecamatan Lumbok Seminung dan selanjutnya juga akan dilaksanakan di Pekon Tuguratu.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan pengurangan risiko yang dilaksanakan oleh PMI dan AmCross serta mendapatkan dukungan penuh dari Pemkab Lambar, diharapkan ketika terjadi bencana, akan dapat mengurangi korban atau kerusakan.

Bencana berbasis masyarakat yang sudah dilatih dan mendapatkan ilmu serta keterampilan, dapat menularkan kepada pekon lain, sehingga pekon dapat melakukan kegiatan yang sama atas inisiatif dan dukungan dari pekon.

Baca Juga  Dari Senam Bareng Ribuan Warga hingga Bagikan Alsintan, Parosil Mabsus: Jangan Jadi Pajangan

Terlebih kata dia, risiko bencana di Tuguratu bisa diakibatkan oleh air di atas seperti bencana banjir bandang yang terjadi tahun 2009 lalu, juga bencana banjir karena air yang ada di bawah dengan meluapnya Way Semangka. Harus ada upaya keras kata dia, unit meningkatkan kapasitas masyarakat sehingga akan benar-benar terwujud masyarakat yang tangguh bencana.

Sementara, Peratin Tuguratu Basuki, mengatakan, kegiatan tersebut seiring misi kabupaten terujung sebelah barat Lampung itu untuk menjadi kabupaten tangguh bencana. Dirinya berharap akan kegiatan-kegiatan seperti yang dilaksanakan oleh PMI bersama dengan AmCross tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Sehingga masyarakat akan dapat benar-benar paham.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Lambar Andi Cahyadi disela-sela kegiatan simulasi mengatakan, bahwa kegiatan membangun desa tangguh yang dilaksanakan PMI saat ini sangat membangun Pemkab Lambar dalam mewujudkan visi menjadi kabupaten tangguh bencana. “Program PMI ini sangat membantu Pemkab Lambar. Karena BPBD Lambar memiliki keterbatasan-keterbatasan. Kalau bisa ada 20 pekon yang menjadi binaan PMI dalam Program seperti ini, tidak hanya di 3 Pekon saja,” ujarnya.

Baca Juga  Pemilihan OSIS SMAN 1 Liwa, Menjadi Pemimpin Tidak Harus Dengan Kampanye Hitam Dan Serangan Fajar

Andi mengatakan tahun ini, Pemkab Lambar melalui BPBD juga akan menyelenggarakan program yang sama. Dirinya berharap agar program tersebut juga mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Melalui program pengurangan resiko bencana terpadu berbasis masyarakat, selain melaksanakan simulasi, PMI juga sudah memasangan alat peringatan dini, memasangang rambu evakuasi dan titik kumpul, serta pembangunan insfrastruktur yang diharapkan dapat mengurangi dampak bencana. Selain itu juga kegiatan peningkatan kapasitas masyasrakat juga secara berkelanjutan dilaksanakan di 3 pekon yang menjadi pilot project desa tangguh.(Iwan)

Berita Terkait

Pemilihan OSIS SMAN 1 Liwa, Menjadi Pemimpin Tidak Harus Dengan Kampanye Hitam Dan Serangan Fajar
Yusrin : Pesta Demokrasi Selesai, Warga Tetap Guyub Dan Lingkungan Makin Kompak
Dari Senam Bareng Ribuan Warga hingga Bagikan Alsintan, Parosil Mabsus: Jangan Jadi Pajangan
10 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Lampung Barat
Punya Golden Tiket ke Istana, Mukhlis Malah Pilih Upacara Bersama Rakyat
Dorong Kawasan Kuliner Makin Hidup, Bambang Kusmanto Usulkan Parkir Resmi
Reses di Pesisir Barat, Mukhlis Basri Kawal dan Awasi Program Pembangunan APBN
Henry Yosodiningrat Khawatir Keselamatan Tersangka Febri Adriansyah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:24 WIB

HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Gubernur Mirza Apresiasi Helfi Assegaf, Sambut Kapolda Lampung Yustan Alpiani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Budiman AS Minta Kapolda Baru Lanjutkan Pemberantasan Narkoba di Lampung

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

PWI Tubaba Tegaskan Dukungan Penuh untuk Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:56 WIB