Bandarlampung (Netizenku.com): Guru honorer yang tergabung didalam Persatuan Guru Honor Murni (PGHM) Kota Bandarlampung meminta solusi terhadap Pemerintah Kota Bandarlampung lantaran belum menerima gaji selama 5 semester.
Ketua PGHM Bandarlampung, Tupan, mengatakan bahwa kesejahteraan guru honorer kota Bandarlampung sangat memprihatinkan.
“Kami sudah menunggu selama 5 semester ini, akan tetapi sampai saat ini kami belum mengantongi gaji,” ujar Tupan pada Senin (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, Tupan juga menjelaskan bahwa, selama 5 semester guru honorer belum menerima gaji artinya Pemerintah Kota saat ini memiliki hutang, ia juga memohon agar pemerintah kota memberikan kebijakan yang berpihak.
“kalau alasan Pemerintah Kota akibat bencana Covid-19 yang belum lama kita alami, artinya pemerintah harus memberikan solusi kepada kami,” pungkasnya.
Senada, Wakil Sekretaris PGHM Rosita menjelaskan, sejak bulan Desember sampai sekarang guru honorer tidak menerima gaji.
“Satu semesternya guru honorer menerima gaji sebesar Rp 1,5 juta rupiah akan tetapi tetapi sudah 5 semester ini kami tidak menerima gaji,” jelas Rosita.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Rizaldi, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait masalah insentif guru honorer secara informal.
“Masalah insentif guru ini sudah menjadi fokus kami, kami akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan bidang keuangan untuk memberikan solusi yang sebenar-benarnya,” jelas Rizaldi saat diwawancara melalui telepon pada Selasa (11/10).(Luki)








