oleh

13 Orang Jadi Korban Cabul Oknum Kepsek

Liwa  (Netizenku.com) : Aksi bejad oknum kepala sekolah MTs swasta di kecamatan Sukau Lampung Barat, MH yang diamankan Sat Reskrim Polres Lampung Barat beberapa waktu lalu, ternyata telah memakan korban hingga 13 orang.

Kapolres Lampung AKBP Doni Wahyudi, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, AKP Faria Arista, menjelaskan sampai saat ini korban pelapor belum bertambah masih dua orang korban, tapi berdasarkan hasil penyelidikan ada 13 anak korban sex menyimpang tersangka.

Baca Juga  Karate Lambar Konsisten Lahirkan Atlet Berprestasi

\”Sampai saat korban yang melaporkan masih dua orang, tetapi berdasarkan penyidikan kami korban asusila yang dilakukan tersangka yang juga pencatat nikah dan penceramah tersebut sudah 13 orang,\” kata Faria, kepada wartawan Senin (3/11).

Dijelaskan Faria, pihaknya berharap keluarga korban dapat dan mau memberikan laporan kepada polisi, tetapi memang walaupun semua identitas korban sudah dikantongi tetapi pihaknya tidak bisa memaksa keluarga korban untuk membuat laporan.

Baca Juga  Hadiri Pesta Pernikahan, Parosil Ingatkan Pentingnya Protokoler Kesehatan

\”Identitas seluruh korban atau 13 orang sudah kita kantongi, memang polisi tidak dapat memaksa pihak korban untuk membuat laporan, karena sebagian besar menganggap kejadian tersebut berupa aib,\” kata dia.

Walaupaun demikian kata Kasat Reskrim penyidik Polrse terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, karena jumlah korban akan menjadi pertimbangan hakim dalam menentukan vonis atau hukuman.

Baca Juga  Rangkaian FSB ke-6, Hippun Adat Jadi Daya Tarik Wisatawan

\”Walaupun tidak ada lagi pihak yang melapor, tetapi keterangan sekecil apapun serta berapa jumlah korban, akan menjadi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan vonis,\” tandasnya.

Seperti di ketahui, oknum kepala sekolah di salah satu MTs di Lambar, diamankan Sat Reskrim Polres Lampung atas laporan dua korban pelesehan seksual terhadap sejenis, yakni MH  yang diamankan dikediamannya pada Selasa (28/11). (iwan)

Komentar