oleh

10 Kepala OPD Presentasi Renja TA 2020 Dihadapan Bupati Lampung Barat

Liwa  (Netizenku.com): Pembangunan yang menggunakan uang rakyat, harus jelas tujuan bermanfaat bagi kemajuan, bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyampaikan presentasi dihadapannya.

Bertempat di aula Kagungan, Senin (27/5), Bupati yang didampingi Wakil Bupati, Mad Hasnurin dan Sekretaris Kabupaten, Akmal Abdul Nasir, menyimak secara langsung pemaparan yang disampaikan 10 OPD, tentang rencana kerja  (Renja) yang akan dijalankan atau diprogramkan pada Tahun Anggaran  (TA) 2020.

Baca Juga  Parosil: MTQ Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah

Pada kesempatan tersebut, Parosil menekankan berjalannya suatu program harus jelas capaiannya, dan hal tersebut hanya dapat dinilai dengan data yang akurat. Jadi dalam penyusunan program oleh masing-masing OPD harus dipertanggungjawabkan keberhasilannya.

\”Ingat, semua program Tahun 2020 harus berdasarkan data yang akurat, tidak sebatas program seremonial, karena capaiannya harus terukur, bukan sebatas retorika atau perkiraan,\” katanya.

Parosil juga meminta seluruh OPD harus berinovasi dalam menyusun program satker masing-masing, sehingga hambatan dan tantangan tidak berulang pada setiap Tahun Anggaran.

Baca Juga  Kapolres Ajak Semua Elemen Bersinergi Bangun Lambar

\”Kalau selama ini OPD memiliki hambatan dan tantangan yang sama, berarti dalam menyusun program tidak ada inovasi, jadi kedepan saya akan meminta pertanggungjawaban dari seluruh kepala OPD yang secara langsung bersama stafnya menyusun program kerja,\” kata Parosil.

Diketahui, hari pertama presentasi Renja 2020, 10 OPD mendapat giliran,  yakni,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Parapat,  Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Perpustakaan Daerah,  Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi, Dinas PTSP dan Jaket, dan Diskominfo TPH.

Baca Juga  Lima Kali Mencuri, NF Akhirnya Ditangkap Polisi

Yang juga menjadi bahan diskusi pada kegiatan tersebut, yakni tentang Kabupaten Literasi, Konservasi, dan Kabupaten Tangguh bencana yang mengacu pada 7 Program bupati, berupa peningkatan infrastruktur mantab, penataan kota Liwa sebagai kota budaya, semua bisa melanjutkan sekolah, pelayanan masyarakat sehat, mensejahterakan petani, masyarakat berdaya saing dan peningkatan kinerja pelayanan publik, dan ke tujuh peningkatan iman dan taqwa. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *