YKWS dan Walhi Gelar Pelatihan Budidaya Lebah Madu Trigona

Redaksi

Kamis, 29 Juli 2021 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fasilitator dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Rantau Jaya Udik memberikan pelatihan budidaya lebah madu Trigona kepada warga Desa Tegal Yoso, Rabu (27/7). Foto: Netizenku.com

Fasilitator dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Rantau Jaya Udik memberikan pelatihan budidaya lebah madu Trigona kepada warga Desa Tegal Yoso, Rabu (27/7). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Kehidupan masyarakat Desa Tegal Yoso yang berbatasan langsung dengan wilayah Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur, seringkali mengalami interaksi negatif antara masyarakat dengan gajah dan menyebabkan tanaman masyarakat rusak.

Tidak adanya kompensasi atau ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan interaksi negatif dengan gajah tersebut membuat masyarakat mengalami kerugian.

Untuk mengatasi hal tersebut, perlu adanya sumber pencaharian pendukung/tambahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat masalah tersebut, Konsorsium YKWS dan Walhi mengadakan pelatihan budidaya lebah madu Trigona di Desa Tegal Yoso.

Kegiatan bertujuan untuk memberikan penghasilan tambahan bagi warga Desa Tegal Yoso.

Acara pelatihan diadakan pada Selasa (27/7) di rumah warga dengan mendatangkan 2 fasilitator dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Rantau Jaya Udik.

Baca Juga  Solar Tumpah, Jalan Saleh Raja Kusuma Licin

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan 2 KTH yang ada di Desa Tegal Yoso yaitu KTH Wono Segoro Madu dan KTH Wana Karya. Kegiatan ini juga didukung oleh Asean Center For Biodiversity.

Pelatihan ternak madu yang diajarkan yaitu Lebah Trigona yang berukuran sedang.

Menurut Ujang, salah satu fasilitator mengatakan Lebah Trigona dipilih karena dipercaya mempunyai khasiat yang lebih manjur meskipun harus punya perawatan ekstra karena predatornya cukup banyak seperti iguana, kadal, cicak, dan serangga.

Ujang juga menjelaskan bahwa madu Trigona juga mudah pakannya seperti bunga air mata pengantin dan kaliandra.

“Bunga air mata pengantin sangat mudah ditanam, serta bisa berbunga setiap hari dan banyak. Tentu ini menjadi keuntungan bagi peternak,” tambahnya.

Baca Juga  Evakuasi Pohon Kering di Kedamaian, BPBD Cegah Potensi Pohon Tumbang

Isyanto selaku Project Manager yang juga memandu kegiatan tersebut memberikan arahan bahwa selain mendapatkan ilmu masyarakat juga bisa memperbaiki lingkungan.

“Jika setiap kita menanam tanaman 1 meter persegi lebar, daun itu bisa mengasilkan 1 meter kubik oksigen tiap hari,” ungkapnya.

Isyanto juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bisa menjadi salah satu bentuk penanganan konflik manusia dengan gajah. Sedikitnya 40% wilayah di Desa Tegal Yoso merupakan wilayah jelajah gajah. Sehingga potensi gajah merusak tanaman warga di Desa Tegal Yoso sangat besar.

“Dengan adanya pelatihan ini, warga bisa terbantu secara ekonomi saat gajah nantinya merusak tanaman. Namun kita juga tidak bisa mengandalkan madu Trigona karena perlog itu hanya bisa dipanen sebulan sekali. Itupun 1 log hanya bisa menghasilkan 1 liter yang kalau dijual hanya menghasilkan ratusan ribu. Jadi kita bisa menjual wisatanya. Karena mau tidak mau, kita harus hidup berdampingan dengan gajah,” katanya.

Baca Juga  Pemkot Distribusikan Air Bersih ke Warga Teluk Betung Timur

Dalam kegiatan tersebut, warga juga menyetujui bahwa setiap KTH dari Desa Tegal Yoso akan menyediakan 400 bibit bunga air mata pengantin yang akan dibagikan warga, bibit tersebut mereka siapkan dalam kurun waktu satu bulan yang akan datang.

Moh. Yani selaku kepala desa sangat mendukung adanya kegiatan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa Desa Tegal Yoso ke depannya ingin mengembangkan wisata madu Trigona yang bisa disedot langsung dari sarangnya.

“Semoga ke depannya ilmu yang sudah didapat bisa diterapkan dan bisa membantu Desa Tegal Yoso untuk mewujudkan menjadi desa wisata yang asri dan indah,” jelasnya. (Josua)

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Rabu, 30 September 2026 - 22:10 WIB

Wagub Jihan Siap Dukung Pengembangan Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIB

Wagub Jihan Dorong Modernisasi Pertanian untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Rabu, 30 September 2026 - 16:03 WIB

Marindo Lantik Djohan Lius sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lampung

Rabu, 30 September 2026 - 15:36 WIB

Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan PPID dan Pemanfaatan Media Sosial untuk Keterbukaan Informasi

Berita Terbaru