Warning! Daya Beli Petani di Lampung Terindikasi Mulai Menurun

Ilwadi Perkasa

Selasa, 3 September 2024 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gejala menurunnya daya beli tersebut ditandai turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,23 persen dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,21 persen.

Gejala menurunnya daya beli tersebut ditandai turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,23 persen dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,21 persen.

Bandarlampung (Netizenku.com): Data statistik menunjukkan gejala menurunnya daya beli petani di Lampung pada Agustus 2024, Ini pertama kali terjadi  setelah terus menguat dalam tiga bulan terakhir.

Gejala menurunnya daya beli tersebut ditandai turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,23 persen dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,21 persen.

Dengan kondisi ini telah memberi tekanan terhadap perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) yang melandai pada Agustus 2024 sebesar 1,02 persen dibanding bulan sebelumnya.

Baca Juga  Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam laporan bulanannya menyebutkan NTP Provinsi Lampung pada Agustus 2024 sebesar 127,62. Sementara NTP Juli 2024 sebesar 128,94.

Penurunan NTP pada Agustus 2024 pertama kali terjadi setelah terus memuncak pada Mei s.d Juli 2024 dalam besaran 121,79 hingga 128,94.

Baca Juga  Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Dalam laporannya, BPS Lampung menyatakan penurunan NTP Agustus 2024 dipengaruhi oleh turunnya NTP di beberapa subsektor pertanian yaitu subsektor tanaman hortikultura sebesar 6,02 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 4,05 persen, dan subsektor peternakan turun sebesar 0,91 persen.

Sementara NTP yang mengalami peningkatan yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 3,99 persen, subsektor perikanan tangkap sebesar 0,50 persen, dan subsektor perikanan budidaya 0,07 persen.

Baca Juga  Tahun Baru di Bawah Bayang Siklon: Lampung Diminta Waras di Tengah Euforia

BPS juga melaporkan terjadinya penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Provinsi Lampung pada Agustus 2024 sebesar 0,29 persen yang disebabkan oleh penurunan indeks kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,73 persen.

Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Lampung Agustus 2024 tercatat sebesar 129,88 atau turun 1,29 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.(iwa)

 

Berita Terkait

DPRD Lampung Mengingatkan Pengusaha Tak Ambil Untung Berlebihan saat Ramadan
DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat
Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR
Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD
Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat
FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi
Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:43 WIB

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Senin, 2 Februari 2026 - 20:02 WIB

Forkopimda Tubaba Ikuti Rakornas 2026 di Bogor

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:11 WIB

Kecamatan Tumijajar Gelar Musrenbang, Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:56 WIB

Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:48 WIB

DPC PDIP Tubaba Gelar Musancab, Target 10 Kursi Pemilu 2029

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:11 WIB

Joko Kuncoro Resmi Pimpin NasDem Tubaba Periode 2025-2029

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:05 WIB

Kejari Tubaba Imbau Warga Waspadai Penipuan Catut Nama Pejabat

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:16 WIB

Pastikan Layanan Merata, Wabup Tubaba Tinjau Pengobatan Gratis Tubaba Q Sehat

Berita Terbaru

Lampung

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Minggu, 22 Feb 2026 - 22:34 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB