oleh

Uang \”Siluman\” SMKN 1 Terbanggi Besar Dipertanyakan

Lampung Tengah (Netizenku.com): Sejumlah siswi SMKN 1 Terbanggi Besar, mengaku kecewa dengan pihak sekolah lantaran adanya penarikan uang \”siluman\” kepada mereka. Diduga, ada penyelewengan dalam penarikan uang tersebut.

Risa Ariyani salah satu siswa menyebutkan, ia dan sejumlah temannya menuntut transparansi anggaran oleh pihak sekolah. Alasannya, anggaran yang ditarik dianggap memberatkan orangtua mereka.

\”Pihak sekolah waktu meminta (penarikan uang) kepada kami itu rutin sekali, seperti mendesak gitu. Saya juga sempat malu mau sekolah karena belum bisa bayar waktu itu. Tapi ternyata kegiatan yang akan dilakukan (ekstrakurikuler) tidak pernah terealisasi sampai sekarang,\” kata Risa Ariyani.

Menik Eka, siswa lainnya menjelaskan, bahkan untuk memenuhi permintaan sekolah, ia memaksa kedua orangtuanya untuk membayar. Ia berharap, ada kejelasan terhadap uang tagihan tersebut.

Baca Juga  Komisi I Lampung Tengah Sidak Disdukcapil

\”Padahal saya tanya ke teman-teman sekolah lain, tidak pernah ada pungutan-pungutan untuk kegiatan sekolah. Apalagi alasan pihak sekolah uang untuk Try Out juga tidak pernah terealisasi,\” imbuhnya.

Tak hanya itu, sejumlah wali murid juga mengeluhkan penarikan uang oleh pihak SMKN 1 Terbanggi Besar. Mereka mengaku dibodohi pihak sekolah karena setiap kegiatan siswa di sekolah sudah ditanggung pemerintah melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).

\”Kedatangan kami kesini (Balai Kampung Poncowati) setelah mengetahui adanya permasalahan ini. Lalu uang itu untuk apa, kan kegiatan sekolah sudah dibiayai melalui BOS,\” kata Kusmiyati, salah satu wali murid.

Anggaran yang diminta pihak SMKN mulai dari Rp175 ribu-Rp355 ribu kepada siswa kelas XII dengan alasan kegiatan Try Out dan biaya praktik lapangan siswa. Penarikan dilakukan sejak periode Januari 2018.

Baca Juga  DPRD Lamteng Perjuangan Nasib Honorer K2 ke Presiden RI

Kepala Kampung Poncowati, Gunawan Pakpahan, menyatakan pihaknya memang menerima pengaduan wali murid terkait pungutan tersebut kurang  lebih menerima sekitar 30 orang yang mengeluhkan penarikan biaya kepada siswa oleh pihak sekolah di kantor Kepala Kampung Poncowati. Akan tetapi kalau kwitansi foto kopi banyak ada seratus lebih.

\”Mereka rata-rata warga kampung saya, sudah kewajiban kami untuk menanyakan hal tersebut namun belum ada Titik temu. Kalau saya lihat banyak kejanggalan seperti dana try out itukan sudah ada dalam ajuan dana bos, kenapa masih ditarikin dana. Jelas ini menyalahi aturan yang ada. Belum lagi ada warga kami yang ekonominya sangat tidak mampu, namun masih harus bayar, kita juga bingung selama ini dikemanakan anggaran dana bos,\” katanya.

Baca Juga  Milenial Antusias Ikut Pagelaran Seni dan Konser Musik

\”Jika pihak sekolah tidak ada niat baik untuk menemui wali murid, saya selaku pembina komite, dan kepala kampung saya siap membawa perkara ini hingga ke kejaksaan atau saya laporkan secara resmi kepada gubernur Lampung,\” ujar Gunawan Pakpahan.

Sementara itu, saat akan dikonfirmasi ke sekolah, saat salah satu guru menyatakan kepala sekolah sedang berada di luar .\”Kalau terkait pemberitaan itu silahkan klarifikasi pada pengacara kami saja, kita sudah serahkan semuanya pada lawyer kami,\” ujar Slamet Riyadi, Wakasiswa SMKN 1 Terbanggi Besar.(Sansurya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *