Tantangan Pemkot Bandarlampung Dalam Pengarus Utamaan Gender

Redaksi

Rabu, 17 Maret 2021 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Kota Bandarlampung Khaidarmansyah usai verifikasi virtual oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terkait dengan pemberian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 di Ruang Command Center Diskominfo, Rabu (17/3). Foto: Netizenku.com

Kepala Bappeda Kota Bandarlampung Khaidarmansyah usai verifikasi virtual oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terkait dengan pemberian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 di Ruang Command Center Diskominfo, Rabu (17/3). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Ketua Kelompok Kerja Pengarus Utamaan Gender (Pokja PUG) Kota Bandarlampung, Khaidarmansyah, menyampaikan tantangan dalam PUG adalah budaya patriarki di tengah masyarakat.

\”Tantangan Pemkot dalam pegarus utamaan gender adalah kerelaan seroang suami bagi istrinya yang berkarir. Sementara kita memberikan akses yang sama bagi laki-laki dan perempuan,\” kata Khaidarmansyah di Ruang Command Center Diskominfo, Rabu (17/3).

\”Sekarang bagaimana kita menyadarkan kaum laki-laki bahwa perempuan juga mempunyai hak,\” tegas dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksana Tugas Asisten II Setda Kota Bandarlampung ini memberikan contoh dalam hal berorganisasi, baik sosial maupun partai politik, menurut dia yang dimajukan cuma laki-laki saja.

Untuk menyadartahukan masyarakat, lanjut Khaidarmansyah, pemerintah kota melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mempunyai program sosialisasi, edukasi, dan promosi.

Baca Juga  1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung

Kesetaraan gender menjadi prioritas pembangunan Pemkot Bandarlampung dalam Tahap Pembangunan IV (2021-2025) untuk mewujudkan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana-Deddy Amarullah.

Yakni masyarakat kota yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing.

Salah satunya dengan meningkatkan kesetaraan gender di berbagai instansi dan lembaga, membuka kesempatan yang luas bagi perempuan untuk mengembangkan kemampuan diri.

Serta adanya upaya untuk membatasi ruang gerak kekerasan terhadap kaum perempuan, yang membutuhkan perlindungan, baik berupa hukum maupun fasilitasi.

Dalam hal penanganan dan pecegahan terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, terdapat enam Lembaga Perempuan dan Perlindungan Anak di Kota Bandarlampung yang bersinergi dengan pemerintah kota di antaranya :

Baca Juga  BPBD Tangani Evakuasi Pohon Tumbang di Rajabasa Raya

1. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bandarlampung
2. Lembaga Advokasi Perempuan Damar (Damar)
3. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
4. Children Crisis Center (CCC)
5. Lembaga Advokasi Anak (Lada)
6. Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak.

Selain lembaga tersebut di atas, pemerintah kota juga memiliki kader-kader binaan yang tersebar di kelurahan dan kecamatan yang bertugas
untuk melakukan pencegahan dan penanganan tindak kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di masyarakat, seperti :

1. Kader Pelihara Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang berjumlah 166 orang dan tersebar di 126 Kelurahan se-Kota Bandarlampung.
2. Kader Pos Curhat yang tersebar di 12 Kecamatan dengan jumlah 10 orang per-Kecamatan.

Baca Juga  Eva Dwiana Hadiri Rakor Kepala Daerah Regional Sumatera di Batam

Kota Bandarlampung diverifikasi secara virtual oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terkait dengan pemberian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021.

Anugerah ini diberikan kepada semua kabupaten/kota dan provinsi yang pembangunannya responsif gender.

\”Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan APE dari Kementerian PPPA,\” kata Khaidarmansyah yang juga Kepala Bappeda Bandarlampung.

Direktur Damar Silvi Fitriani yang hadir dalam rapat virtual mengatakan siap bersinergi dengan pemerintah kota.

\”Kami organisasi kemasyarakatan siap bersinergi bersama dan mendukung kerja-kerja menyusun perencanaan, pelaksanaan, dan sebagai warga negara siap melakukan pemantauan program pemenuhan hak perempuan dan anak di Kota Bandarlampung,\” kata dia. (Josua)

Baca Juga: Pemkot Bandarlampung Beri Kesempatan Perempuan Duduki Jabatan Strategis

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Marindo: Nilai Pancasila Harus Menjadi Landasan Pembangunan di Lampung

Berita Terbaru