oleh

Tak Kunjung Diperbaiki, Jalur Lintas Lampung – Bengkulu Bakal Ditutup

Pesisir Barat (Netizenku.com): Jelang idul fitri 1439 H mendatang, jalan alternatif yang digunakan untuk melintas di jalur lintas pantai barat Krui, Pekon Mandiri Sejati Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat terancam tidak bisa digunakan. Pasalnya dalam waktu dekat jalan tersebut akan dipasang portal.

Kuasa Hukum pemilik lahan, Zeplin Erizal, mengatakan bahwa kondisi jalan tersebut sudah seperti padang pasir bahkan seperti kubangan kerbau. Maka, pihaknya dalam waktu dekat akan memasang portal.

Baca Juga  Bawaslu: Peran Media Sangat Penting dalam Pelaksanaan Pemilu

\”Tanah klien saya tersebut sudah delapan bulan digunakan, dan kondisinya saat ini sudah sangat parah, maka dalam waktu dekat akan kami tutup dengan memasang portal,\” kata Zeplin, Rabu (30/5).

Menurutnya, Pemkab setempat tidak ada niatan untuk memperbaiki jalan utama yang menghubungkan Pesisir Barat dengan Bengkulu tersebut. Hal ini terbukti sudah delapan bulan tidak ada penanganan.

\”Kami sudah memberikan waktu delapan bulan, tetapi tidak ada perbaikan jalan ambrol tersebut, karena ancaman kerusakan┬álahan itu semakin tinggi, maka lebih baik kami tutup,\” ujar dia.

Baca Juga  LGBT Kian Marak, Pemkab Pesibar Ambil Langkah Tegas

Menurut Zeplin, selama ini Pemkab Pesisir Barat melalui Dinas Perhubungan atau P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional) Provinsi Lampung tidak pernah meminta izin menggunakan lahan kliennya untuk jalan alternatif, jadi sudah sangat wajar kalau dirinya memerintahkan untuk melakukan penutupan.

\”Baik Pemkab Pesisir Barat maupun P2JN tidak pernah mengajukan izin peminjaman lahan tersebut sebagai jalan alternatif, dan waktunya digunakan sudah terlalu lama, maka penutupan merupakan jalan terakhir,\” ujar Zeplin.

Baca Juga  Bupati Pesibar Datangi Managemen Center Garuda Indonesia

Menurut Zeplin, karena lahan yang digunakan sebagai jalan alternatif tersebut milik pribadi, maka apabila ada pihak-pihak yang menggunakan tanpa izin pemilik maka sudah masuk ranah pidana.

\”Itu tanah pribadi, jadi kalau nanti sudah kami pasang portal, kalau ada pihak-pihak yang melakukan perusakan atau melewati tanpa izin, merupakan tindakan melawan hukum,\” tandas Zeplin. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *