Rocky Gerung di Lampung: Pancasila Itu Kumpulan Pikiran Dunia

Redaksi

Minggu, 9 September 2018 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rocky Gerung (Foto: YouTube)

Rocky Gerung (Foto: YouTube)

Bandarlampung (Netizenku.com): Pancasila yang menjadi ideologi negara Republik Indonesia tidak berakar dari budaya nusantara. Namun bersumber dari pemikiran dunia luar yang dirangkum oleh Presiden RI pertama Soekarno.

\”Pancasila itu adalah kumpulan pikiran dunia, diramu oleh Bung Karno, kemudian diupayakan untuk ada konektivitasnya dengan keadaan kebudayaan kita,\” ujar pengamat politik yang juga akademisi Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung.

Hal itu dijelaskannya saat menjadi narasumber dalam \’Diskusi Cerdas\’ yang digelar di Wisma Haji Lungsir, Komplek Masjid Al Furqon, Bandar Lampung, Sabtu (8/9/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Rocky, Ketua Presidium Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Ratna Sarumpaet juga menjadi narasumber dalam diskusi yang dimoderatori aktivis Lampung Rismayanti Borthon.

Hadir pula Kapolda Lampung diwakili Wadir Binmas AKBP A Napitupulu, mahasiswa dan masyarakat Lampung.

\”Itu yang saya sebut tadi menjadikan Pancasila sebagai tata bahasa warga negara, bukan tata bahasa negara,\” jelas Rocky,\” terang Rocky.

Sementara Ratna Sarumpaet meminta agar nilai-nilai Pancasila dikembalikan ke dalam UUD. Dia menilai UUD 1945 yang telah mengalami amandemen berulang kali kali, hanya menguntungkan segelintir masyarakat Indonesia.

\”Ini bukan indikasi, itu first true yang terjadi sejak 1999 sampai 2002. Itu dilakukan oleh MPR secara bertahap dan tanpa ada pemberitahuan kepada rakyat. Hal-hal yang sangat prinsip di dalam UUD yakni Pancasila itu hilang, nilai-nilainya itu hilang,\” ujar Ratna.

Di sisi lain, pada 28 Februari 2018, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 7 Tahun 2018, Presiden Joko Widodo telah melantik pengurus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme dan aksi terorisme.

BPIP berada di bawah naungan dan bertanggung jawab kepada presiden. Jokowi melantik Megawati Soekarnoputri sebagai ketua dewan pengarah.

Menurutnya, hal itu merupakan sebuah pemborosan anggaran negara.

\”Mungkin niat itu akal-akalan ya. Sekarang begini, kalau memang presiden mengerti, misalnya dia mengerti arti bahwa ini berbahaya, yang selama ini kita dengar dia desliskan hanya radikal, dikaitkan dengan HTI, dikaitkan dengan umat Islam. Kalau itu yang dimaksud dengan ada masalah dalam Pancasila, itu salah banget. Justru keputusan-keputusan Pak Jokowi dalam bidang ekonomi dan politik, justru itu yang menjadi masalah,\” kata Ratna.

Pada cara Diskusi Cerdas tersebut, Ratna Sarumpaet juga mengukuhkan pengurus GSI Perwakilan Lampung. Gunawan Parikesit didapuk sebagai ketua, Rismayanti Borthon sebagai sekretaris, Robiyadi Alfitno sebagai bendahara dan Najib Bafaddal sebagai koordinator daerah.

Rismayanti Borthon berharap GSI Lampung dapat menjadi wadah intelektual muda untuk bertukar pikiran dan memeberikan kontribusi bagi masyarakat Lampung, sehingga kaum muda tidak bersikap apatis dalam menyikapi situasi dan kondisi.

\”Dari hampir semua pembahasan yang dibahas (dalam Diskusi Cerdas), yang jelas memotivasi, khususnya bagi kaum muda, mahasiswa untuk bisa bergerak dan lebih peka dengan sistuasi daerah dan nasional,\” ujar dia. (ruslan)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:30 WIB

Remind Festival 2026 Dongkrak UMKM Tubaba

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:09 WIB

Ratusan Peserta Meriahkan Color Run Remind Festival 2026 di Tubaba

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:30 WIB

Dekatkan Diri dengan Warga, NasDem Tubaba Gelar Program Cukur Gratis

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:28 WIB

Dinsos Tubaba Salurkan Alat Bantu bagi 89 Penyandang Disabilitas dan Lansia

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:46 WIB

830 Mahasiswa UM Metro Jalani KKN dan PLP di Tubaba

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:42 WIB

Pangdam XXI/Radin Inten Tinjau Koperasi Merah Putih di Tubaba

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:38 WIB

Tubaba Resmi Terapkan Sinergi Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:32 WIB

DPRD Tubaba Desak Pemkab Tuntaskan Siltap Aparatur Tiyuh dan Gaji ke-13 ASN

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Remind Festival 2026 Dongkrak UMKM Tubaba

Senin, 13 Jul 2026 - 13:30 WIB