oleh

Ribuan Hektar Lahan di Lamteng Alami Puso

Lampung Tengah (Netizenku): Seluas 1.300 hektar lebih lahan pertanian di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) mengalami puso atau gagal panen. Puso ini akibat banjir beberapa waktu lalu yang merendam sejumlah kecamatan di Lamteng.

“Data yang telah kita sampaikan ke Dinas Kominfo Lamteng, untuk jumlah lahan pertanian yang mengalami puso seluas 1.300 hektar lebih. Namun untuk jumlah detailnya per-kecamatan berapa, saya lupa,” ujar Kepala Dinas Pertanian Lampung Tengah, Rusmadi, Senin (2/4).

Baca Juga  Tanggul Jebol Rendam Dua Kampung

Namun dalam hal ini, kata Rusmadi, Dinas Pertanian Lamteng akan berusaha mengupayakan bantuan berupa bibit padi. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban para petani yang mengalami gagal panen.

“Para petani yang lahannya terendam banjir dan mengalami puso, Dinas Pertanian akan bantu bibit padi,” ucap Rusmadi.

Untuk saat ini diakui Rusmadi, pihaknya sangat kekurangan benih padi. Sehingga, pihaknya akan berupaya berkoordinasi dengan pusat, guna meminta bantuan benih padi untuk para petani yang lahannya mengalami gagal panen. “APBD kita hanya mampu mendanai 500 hektar, jadi sangat kurang. Maka kita akan rinci seluruh pertanian yang mengalami kerusakan. Baik dari kerusakan ringan, sedang sampai berat, akan kita mintakan bantuan ke pusat,” jelasnya.

Baca Juga  Ribuan Orang Hadiri Festival Ogoh-ogoh

Senada juga disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Lamteng, Sahlan,  bahwa kerusakan lahan pertanian akibat banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamteng, mengakibatkan lahan pertanian seluas 1.300 hektar lebih mengalami puso.

“Data kita ada 10 kecamatan di Kabupaten Lamteng, dari lahan 1.300 hektar lebih pertanian yang mengalami puso, salah satunya di Kecamatan Trimurjo,” ucapnya.

Baca Juga  Dugaan Pelanggaran Kampanye Capres, Loekman Terancam Sanksi

Untuk menyikapi kondisi pertanian yang mengalami puso, kata Sahlan, Dinas Pertanian akan melakukan koordinasi dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) di setiap kecamatan. Tujuannya untuk mengetahui hasil laporan KUPT dalam mensurvey kerusakan lahan pertanian di masing-masing kecamatan.(Sansurya)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *