Rencana Pemekaran Dua Dusun di Lamteng Bak Pepesan Kosong

Redaksi

Selasa, 3 April 2018 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah (Netizenku): Dua tahun berjalan, rencana pemekaran dusun Karang Sari dan Sidomulyo, Kampung Fajarbulan Kecamatan Gunung Sugih untuk menjadi kampung Mulo Sari, bak pepesan kosong.

Sebab, belum juga ada kejelasan baik dari Pemkab Lamteng ataupun DPRD setempat terkait pemekaran ini.

Ketua tim pemekaran kampung Mulyo Sari, Tito Sularno mengatakan, sudah berjalan dua tahun, rencana pemekaran ini belum juga mendapatkan titik terang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Kami menunggu jawaban yang pasti dari Pemkab dan DPRD Lampung Tengah, kapan dusun kami dimekarkan,\” ucap Sularno kepada media, Selasa (3/4).

Baca Juga  AMPI Lampung Siap Kawal Persatuan Indonesia

Tito menjelaskan, dusun Karang Sari dan Sido Mulyo memiliki 900 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 2000 orang. Rencananya, warga Karang Sari dan Sido Mulyo akan memberi nama Kampung Mulyo Sari, jika Pemkab dan DPRD Lampung Tengah menyetujui pemekaran kampung tersebut.

\”Menurut saya, dengan jumlah penduduk dan potensi dusun yang dimiliki, kami rasa dua dusun ini wajib dimekarkan menjadi kampung. Kami harap pemerintah dapat mempertimbangkan pemekaran kampung ini,\” ungkapnya.

Sementara itu, Abdul Razak salah satu warga setempat mengungkapkan alasan adanya pemekaran. Kepada netizenku.com, ia mengatakan selama ini baik dusun Karang Sari ataupun Sido Mulyo kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Baca Juga  Hanura Lampung Tengah Ajukan Mustafa Kamal Dampingi Bupati Loekman

Hal ini, kata dia, dapat dilihat dari kondisi pembangunan jalan penghubung warga Sido Mulyo dan Karang Sari, menuju Kampung Induk Fajar Bulan yang rusak parah dan memprihatikan.

\”Jalan penghubung ini jangankan untuk kendaraan melintas, warga berjalan kaki menuju Kampung Induk Fajar Bulan saja sangat sulit dilewati. Inilah alasan kami meminta Pemkab dan DPRD Lampung Tengah memekarkan dusun kami,\” bebernya.

Razak juga menjelaskan, bahwa selama ini warga Karang Sari dan Sido Mulyo sangat patuh dengan aturan dan regulasi-regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Salah satunya warga selalu taat bayar pajak, namun jalan penghubung warga menuju Kampung Induk Fajar Bulan tidak pernah disentuh pemerintah untuk diperbaiki.

Baca Juga  Atap Ruang PTK Disdikbud Lamteng Ambruk

\”Inilah alasan warga yang sangat mendasar untuk memekarkan dusun ini. Kami juga ingin merdeka dari kesulitan untuk hidup sejahtera. Kalau dalam waktu dekat ini belum juga ada tindak lanjut dari pemerintah terkait pemekaran, maka kami (masyarakat) terpaksa mengerahkan massa ke Kantor Pemkab dan DPRD Lampung Tengah,\” tegas Abdul Razak.(Sansurya)

Berita Terkait

Lamteng Sukses Panen Bawang Merah dengan Teknologi Digital Farming
Deni Afrian Nakhodai BPSK Kabupaten Lampung Tengah Periode 2022-2027
Satres Narkoba Polres Lamteng Gagalkan Pengiriman Sabu Asal Sumut
Musa Ahmad Hadiri HUT Bank Lampung ke-57
Mbak Nunik Pimpin Apel Siaga Pencanangan Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku
Ikhwan Fadil Serap Aspirasi Warga Sendang Agung
Jauharoh Ingatkan Masyarakat tak Abai Prokes
Bina Ideologi Pancasila, Sahlan Bahas Sejarah Indonesia dan Toleransi

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:31 WIB

332 Anggota KPPS Dirawat, 5 Dinyatakan Meninggal

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:27 WIB

KPU Balam Selidiki Kejanggalan Data Pemilih Khusus di Kecamatan Langkapura

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:24 WIB

Disparekraf Lampung Dukung Kerjasama Antara ASITA dan Travel Agent Malaysia

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:30 WIB

Pemprov Kembangkan Rumput Asli Lampung

Kamis, 22 Februari 2024 - 00:18 WIB

332 Anggota KPPS Dirawat, 5 Dinyatakan Meninggal 

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:00 WIB

Gubernur Arinal Ajak TPID Bersatu Hadapi Ramadhan dan Idul Fitri

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:38 WIB

Pemprov Lampung Proyeksikan Penambahan Irigasi Hingga 73 Ribu Hektare

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:33 WIB

Perubahan Iklim Buat Kalender Petani Tak Relevan

Berita Terbaru

Petugas KPPS Bandarlampung ketika menghitung suara. Foto: Luki.

Lampung

332 Anggota KPPS Dirawat, 5 Dinyatakan Meninggal

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:31 WIB

Tanggamus

PPP-PKS Bersaing Ketat Perebutkan Kursi Legislatif Tanggamus

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:31 WIB

Foto: Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona berfoto bersama saat menggelar Musrenbang di Kecamatan Wayratai. (Soheh/NK)

Pesawaran

Dendi Ramadhona Hadiri Musrenbang Empat Kecamatan

Kamis, 22 Feb 2024 - 20:22 WIB