Refleksi Lampung 2025: Infrastruktur Melaju, Keuangan Daerah Jadi Penentu

Ilwadi Perkasa

Minggu, 21 Desember 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah.

Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah.

Tahun 2025 menjadi fase krusial bagi Lampung dalam menata ulang arah pembangunannya. Di tengah pergantian kepemimpinan daerah dan tekanan fiskal nasional, Lampung tidak sekadar dituntut bergerak cepat, tetapi juga diminta menjawab pertanyaan yang lebih mendasar, apakah pembangunan yang dikejar benar-benar menyiapkan fondasi jangka panjang, atau sekadar menambal ketertinggalan lama dengan biaya mahal.

Di atas kertas, capaian infrastruktur Lampung sepanjang 2025 patut dicatat. Pemerintah Provinsi mencatat persentase jalan nasional dan provinsi dalam kondisi mantap meningkat menjadi sekitar 89 persen, naik dari 87 persen pada 2024. Angka ini menempatkan Lampung sedikit di atas rata-rata beberapa provinsi tetangga di Sumatera bagian selatan yang masih berada di kisaran 85–86 persen. Perbaikan jalan penghubung sentra pertanian, perkebunan, dan kawasan industri mulai menurunkan waktu tempuh serta menekan biaya logistik, terutama bagi komoditas unggulan seperti singkong, kopi, dan hasil hortikultura.

Pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan menjadi tulang punggung capaian ini. Di bawah koordinasi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung yang dipimpin Taufiqullah, fokus diarahkan pada ruas-ruas strategis antar kabupaten, jalur produksi menuju pelabuhan, serta perbaikan jembatan penghubung wilayah pedesaan. Sejumlah jembatan lama direhabilitasi untuk menopang beban angkutan berat, sementara pembangunan jalan provinsi diarahkan agar terkoneksi dengan Jalan Tol Trans-Sumatra, memperkuat posisi Lampung sebagai gerbang logistik Sumatra bagian selatan.

Baca Juga  Pemprov Lampung Raih Predikat Tertinggi Opini Ombudsman RI 2025

Jika dibandingkan secara regional, laju perbaikan infrastruktur darat Lampung tergolong agresif. Kapasitas dan kualitas jaringan jalan tumbuh lebih cepat dibanding Sumatera Selatan dan sebagian wilayah Banten. Dampaknya mulai terasa, arus distribusi lebih lancar, mobilitas tenaga kerja meningkat, dan biaya transportasi perlahan turun. Dalam konteks ini, Lampung menunjukkan bahwa investasi infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pembangunan infrastruktur tidak berdiri di ruang hampa fiskal. Di sinilah perdebatan menjadi relevan dan layak dibuka ke publik. Sepanjang 2025, muncul fakta bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mengajukan skema pembiayaan melalui utang daerah dengan nilai yang disebut mencapai sekitar Rp1 triliun. Informasi ini memang sempat menjadi perbincangan dan diberitakan, sekaligus memantik kekhawatiran publik soal keberlanjutan fiskal.

Secara normatif, utang daerah bukanlah pelanggaran. Regulasi memperbolehkan pemerintah daerah berutang sepanjang memenuhi rasio kemampuan keuangan dan diarahkan untuk kegiatan produktif. Pertanyaannya bukan semata “boleh atau tidak”, melainkan “untuk apa dan sejauh mana dampaknya”. Jika utang digunakan untuk mempercepat perbaikan jalan, jembatan, dan infrastruktur dasar yang menurunkan biaya ekonomi jangka panjang, maka ia dapat dibaca sebagai investasi pembangunan. Sebaliknya, jika utang hanya menutup belanja rutin atau proyek berdaya ungkit rendah, maka ia berpotensi menjadi beban generasi berikutnya.

Baca Juga  DPRD Lampung Dorong Peta Zonasi Mangrove Lampung Usai Terbit PP Nomor 27 Tahun 2025

Dalam konteks Lampung, narasi resmi pemerintah menyebutkan bahwa penguatan infrastruktur menjadi salah satu justifikasi utama pengelolaan fiskal, termasuk opsi pembiayaan nonkonvensional. Tantangannya adalah memastikan transparansi, prioritas, dan disiplin anggaran. Ketergantungan APBD pada transfer pusat, penggunaan SiLPA yang berulang, serta dominasi belanja rutin selama bertahun-tahun menjadi latar belakang mengapa keberanian fiskal harus diimbangi ketelitian kebijakan.

Pembangunan infrastruktur Lampung juga tidak hanya berhenti di darat. Revitalisasi Pelabuhan Panjang dan keinginan untuk merealisasikan jalur penyeberangan Mesuji–Bangka Belitung sebaiknya terus digaungkan dengan kesadaran bahwa konektivitas laut penting dikembangkan demi konsistensi dan memperkuat sektor perdagangan.  Sebab, dibanding provinsi kepulauan lain, transportasi laut Lampung masih tertinggal, dan ini menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda.

Baca Juga  PKB Tetapkan Chusnunia sebagai Ketua DPW Lampung 2026–2031

Di titik ini, Lampung 2025 memperlihatkan paradoks pembangunan yang jujur, yakni capaian infrastruktur meningkat, tetapi risiko fiskal ikut membesar. Jalan dan jembatan membaik, tetapi pertanyaan tentang daya tahan anggaran tetap mengemuka. Inilah ujian kepemimpinan daerah, bagaimana menyeimbangkan percepatan pembangunan dengan kehati-hatian fiskal, tanpa terjebak pada euforia angka atau ketakutan berlebihan terhadap risiko.

Refleksi akhirnya sederhana, namun menentukan. Lampung tidak kekurangan proyek, tetapi membutuhkan arah. Tidak kekurangan anggaran, tetapi membutuhkan keberanian memilih prioritas. Infrastruktur yang dibangun hari ini akan menentukan biaya hidup, daya saing, dan kualitas ekonomi Lampung satu dekade ke depan. Karena itu, utang, jika benar diambil,harus bekerja untuk masa depan, bukan sekadar menyelesaikan masa lalu.

Lampung 2025 adalah cermin. Ia menunjukkan bahwa provinsi ini sedang bergerak maju, tetapi juga sedang diuji. Ujian itu bukan pada seberapa panjang jalan dibangun, melainkan seberapa bijak keputusan diambil. Di sanalah kualitas pembangunan, dan kualitas kepemimpinan, akan dinilai.

Berita Terkait

Wagub Jihan Lepas Purna Bakti Kadis Perkebunan Lampung
Motor Wartawan Pemprov Lampung Dicuri di Depan Balai Keratun Saat Jam Kerja
ESDM Lampung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Ramadhan–Lebaran
Gubernur Lampung Tinjau Jalan Jatimulyo, Dorong Perbaikan Drainase
Safari Ramadan, Mirza Ajak Warga Bandar Lampung Perkuat Gotong Royong
Pemprov Lampung Mulai Susun RKPD 2027
Marindo Dorong ASN Lampung Segera Lapor SPT via Coretax
Wagub Jihan Tinjau Perbaikan Jalan Pringsewu–Pardasuka, Target Rigid Beton Maret 2026

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 03:54 WIB

Pasca Banjir, Bupati Pringsewu Turunkan Alat Berat Bersihkan Drainase

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:39 WIB

Bupati Hadiri Buka Puasa Bersama PWI Pringsewu

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:18 WIB

Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Korupsi Kegiatan Bimtek Aparatur Desa Pringsewu

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:57 WIB

Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah Pringsewu Berbagi Takjil, Tanamkan Kepedulian Sejak Dini

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:13 WIB

Safari Ramadhan Jadi Momentum Sinergi Pemprov dan Pringsewu

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:30 WIB

Pemkab Pringsewu Awali Safari Ramadan 2026 di Kecamatan Ambarawa

Senin, 23 Februari 2026 - 19:27 WIB

Polres Pringsewu Raih Penghargaan Perlindungan Anak

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:03 WIB

Bupati Pringsewu Paparkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinan pada Buka Bersama Insan Pers

Berita Terbaru

Pesawaran

Berkah Ramadan, NasDem Pesawaran Bagikan 1.000 Takjil

Minggu, 1 Mar 2026 - 07:57 WIB

Lampung Barat

Mukhlis Basri, Dapat Penugasan Baru Sebagai Ketua Ranting

Minggu, 1 Mar 2026 - 07:33 WIB

Tanggamus

Sekcam Kota Agung Timur Kukuhkan 9 Anggota BHP Kampung Baru

Jumat, 27 Feb 2026 - 23:43 WIB

Pringsewu

Bupati Hadiri Buka Puasa Bersama PWI Pringsewu

Jumat, 27 Feb 2026 - 23:39 WIB