Rajin “Mandi Ayat” Meruqyah Diri Sendiri, Halau Sihir dan Gangguan Jin

Redaksi

Rabu, 18 April 2018 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarah, praktisi ruqyah. (Foto:  Netizenku.com)

Sarah, praktisi ruqyah. (Foto: Netizenku.com)

Bandarlampung (Netizenku.com): Kendati perkembangan zaman semakin pesat, nampaknya pengobatan sesuai syariat Islam tetap relevan diimplementasikan, bahkan kecenderungannya menunjukkan tren meningkat alias makin digandrungi. Salah satunya melalui metode ruqyah.

Menurut Wikipedia, ruqyah atau rukyah adalah metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit akibat dari ‘ain (mata hasad), sengatan hewan, sihir, rasa sakit, gila, kerasukan dan gangguan jin.

Sementara praktisi ruqyah, Siti Sarah Soraya menjelaskan, ruqyah dibagi menjadi dua. Pertama, ruqyah Syirkiyah, merupakan ruqyah yang jauh dari syariat Islam. Metode ini biasanya dilakukan oleh seorang dukun, yang mencampurkan bacaan Alquran dengan mantra-mantra tidak jelas asal usulnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan, yang satunya lagi ruqyah syar\’i yang pelaksanaannya sesuai syariat Islam dan bacaan yang digunakan pun ayat-ayat suci Alquran.

Kepada Netizenku.com, Sarah mengungkapkan, sejatinya manusia bisa meruqyah diri sendiri. \”Semua orang bisa meruqyah. Kita mau makan dan baca doa saja sudah termasuk ruqyah. Ruqyah mandiri bisa kita lakukan dengan \’mandi ayat\’ dan ayat yang dibaca mencakup surah Al- Faatiha, Al- Ikhlas, Al- Falaq dan An-Naas.

Baca Juga  Lampung, KPK dan Politik Uang

“Usai dibacakan kemudian tiupkan ke telapak tangan dan usapkan ke seluruh tubuh kecuali telapak kaki dan kemaluan. Metode selanjutnya, sediakan air dan bacakan surah yang tadi, lalu ditiupkan ke air,\” jelas perempuan 23 tahun ini, Rabu (18/4).

Selanjutnya, saat disinggung kapankah waktu yang tepat untuk seseorang melakukan ruqyah, Sarah berpendapat, tidak ada ketentuan yang pasti. Ruqyah dapat dilakukan kapan pun tergantung kebutuhan.

“Kalau cuma ngerasa gundah, galau, hati enggak tenang kita bisa melakukan rugyah mandiri. Namun, kalau kita sering, mimpi buruk yang berulang, seperti mimpi berada di kuburan, tempat sampah, kali atau tempat-tempat yang tidak wajar, itu bisa jadi indikasi terkena guna-guna atau sihir,” ungkap dia.

Sarah juga mengatakan, sihir dan guna-guna biasanya dapat menyerang manusia diwaktu tertentu, seperti ba\’da asar, jam sembilan malam dan jam tiga subuh. “Jika kita sering merasa sakit kepala, punggung dan lainnya diwaktu yang aku sebutkan, kita harus waspada jangan-jangan terkena guna-guna,” timpalnya lagi.

Baca Juga  Biker Subuhan Sebarkan Virus Solat Subuh Berjamaah

Sebagai seorang praktisi ruqyah, Sarah menambahkan, gangguan jin tidak selalu berdampak mendatangkan penyakit. Karena menurutnya, orang indigo yang memiliki kemampuan melihat masa depan, sesungguhnya juga terkategori sedang mengalami gangguan jin.

\”Ada yang namanya jin nasab. Jin nasab ini ada di dalam tubuh kita karena nenek atau uyut kita pernah bersekutu dengan jin,\” imbuh perempuan yang mengenakan cadar ini.

Sarah yang membuka tempat praktik ruqyah di Jl. Patimura, Gg. Guntur, Teluk Betung, Bandarlampung, ini sedikit berbagi cerita pengalamannya selama meruqyah pasien-pasiennya. Dia menuturkan, kerap menangani pasien khusus perempuan yang mengalami gangguan jin. Saat diruqyah masing-masing pasien menunjukkan reaksi berbeda.

\”Ada yang kesurupan, muntah, menangis, teriak histeris, memakan rantai atau tisu, bahkan mampu meminum air satu galon sekaligus dengan tangan kirinya,\” ungkap Sarah.

Sementara itu, untuk mengetahui apakah orang tersebut sudah terbebas dari gangguan jin atau belum, biasanya Sarah selalu memperhatikan indikasinya dari pandangan mata si pasien.

Kendati demikian, walau seseorang sudah lepas dari gangguan jin, sambung dia, bukan hal yang mustahil jika jin tersebut bisa kembali merasuki tubuh orang itu lagi, bila ia tak bisa menjaga dirinya sendiri.

Baca Juga  Melongok Monumen Pers Nasional, Gudang Koleksi Suratkabar

\”Sering marah dan mudah tersinggung termasuk salah satu ciri gangguan jin. Selain itu, kalau kita tidak bisa menjaga kebersihan diri, jin pun akan mudah bersarang di tubuh kita. Misal, jika kuku di jemari kita sudah mulai panjang bersegeralah untuk memotongnya. Sebab, kuku yang panjang merupakan salah satu jalan masuknya jin. Agar seseorang bisa terhindar dari gangguan jin, Sarah menghimbau untuk mendekatkan diri kepada Allah,\” terangnya.

Di penghujung obrolan, Sarah menyelipkan cerita seputar ketertarikannya menggeluti praktik ruqyah. Bahkan saat ini intensif meruqyah pasien-pasien. \”Awalnya dikasih tahu teman kalau ada pelatihan ruqyah. Terus aku ikutan. Usai pelatihan aku sempat terkejut ketika pelatih memberi tahu bahwa kami telah disiapkan untuk menjadi praktisi rugyah,\” jelasnya.

Saat ditanya pengalaman apa yang paling berkesan selama menjadi peruqyah, dengan yakin Sarah mengatakan, \”Aku semakin takjub dengan ayat- ayat Allah yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit,\” tandasnya. (Reni)

Berita Terkait

Andai Saja Rektor UIN Lampung Ketua FPI, Mungkin Beda Cerita
Lampung, KPK dan Politik Uang
Madrasah Relawan Berbagi Nasi Bungkus dan Pesan Beribadah
Melongok Monumen Pers Nasional, Gudang Koleksi Suratkabar
Sarjana, Ibu 2 Anak Ini Bergelut dengan Ban Bocor
Sejarah Panjang Kiswah Ka\’bah
Biker Subuhan Sebarkan Virus Solat Subuh Berjamaah
Balada Pembuat Kapal Kayu, \”Gaji PNS Lewat Sama Upah Kami\”

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:10 WIB

Mulyono: Mirza Sosok yang Sederhana

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:48 WIB

Benarkah BMBK Lampung Bagi-bagi PL untuk Pengamanan Proyek?

Selasa, 28 Mei 2024 - 16:54 WIB

BMBK Klaim Anggarkan 5,1 Miliar untuk Perbaikan Jalan Viral di Tubaba

Selasa, 28 Mei 2024 - 16:31 WIB

Disdik Lampung Catat 45 Sekolah Penggerak SMA dan SLB

Selasa, 28 Mei 2024 - 15:52 WIB

Lampung Raih Rekor MURI Budidaya Ayam Petelur dan Jadi Pionir NKV

Selasa, 28 Mei 2024 - 15:32 WIB

Dewan Beri Peringatan Keras Soal Insiden Kebocoran Oksigen RS Graha Husada

Selasa, 28 Mei 2024 - 09:59 WIB

FGD AMSI, Guru Besar Unila Rekomendasi Literasi Digital di Sekolah

Senin, 27 Mei 2024 - 21:13 WIB

AMSI Lampung: Budaya Literasi Bisa Dimulai dari Website Sekolah

Berita Terbaru

Lampung

Mulyono: Mirza Sosok yang Sederhana

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:10 WIB

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Hermawan. (Foto: Ist)

Bandarlampung

Dinilai Lalai, Komisi IV akan Panggil Pengelola RS Graha Husada

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:02 WIB

Gedung Dinas BMBK Lampung. Foto: Luki.

Lampung

Benarkah BMBK Lampung Bagi-bagi PL untuk Pengamanan Proyek?

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:48 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dishub akan Tata Ulang Parkir di Bandarlampung

Selasa, 28 Mei 2024 - 19:47 WIB