Balada Pembuat Kapal Kayu, \”Gaji PNS Lewat Sama Upah Kami\”

Redaksi

Kamis, 22 Februari 2018 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembuatan kapal kayu dilakukan secara manual.

Pembuatan kapal kayu dilakukan secara manual.

Bandarlampung (Netizenku): Bengkel pembuat kapal kayu sedang kebanjiran pesanan. Padahal kalau ditilik, harga sebuah kapal bisa mencapai setengah miliar rupiah.

Seperti diakui Firman yang tengah melihat kapal pesanannya yang sedang dibuat di sebuah galangan kapal kayu di kawasan Tempat Penjualan Ikan (TPI), Lempasing. Ia mengaku untuk membuat kapal kayu berukuran panjang 19 meter dan lebar 3 meter, dirinya harus merogoh kocek hingga Rp600 juta.

\”Kapal kayu saya yang sebelumnya kondisinya sudah tidak layak berlayar. Kalau mau diperbaiki juga mahal, biayanya tinggi. Jadi sekalian saja buat baru,\” katanya saat ditemui, Kamis (22/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\"\"

Firman lalu menunjuk sebuah kapal lainnya yang sedang digarap oleh beberapa tukang. \”Nah, kalau yang itu biaya buatnya lebih mahal lagi, karena ukurannya lebih besar,\” imbuhnya. Menurut Roni, seorang tukang yang sedang menggarap kapal tersebut, harga kapal berukuran panjang 20 meter dan lebar 4 meter ini, selisih lebih mahal Rp20 juta dari kapal pesanan Firman.

Dijelaskan Roni, selisih harga dipengaruhi oleh biaya material, sedangkan untuk upah pembuatan tidak ada harga baku. \”Kalau material tergantung jenis kayu apa yang mau dipakai. Tapi kalau jasa pembuatan tergantung negosiasi tukang dengan pemesannya. Diselesaikan lewat rundingan,\” ungkapnya setengah kelakar.

\"\"

Dia menambahkan, soal lamanya waktu pengerjaan juga relatif berbeda, kisaran 2 sampai 3 bulan. Biasanya rentang waktunya dipengaruhi oleh ukuran kapal. Mengenai material, kayu yang dipakai untuk body dan lantai kapal rata-rata menggunakan kayu Mentru. Sedangkan pada bagian tiangnya dipakai kayu Laban. \”Kita pilih kedua jenis kayu itu karena kualitasnya termasuk kuat. Jadi kapalnya juga awet. Bisa lebih panjang umurnya,\” tutur Roni.

Saat ditanya penghasilan dari para tukang setiap kali mendapat borongan membuat kapal, seorang tukang bernama Wayudin menimpalinya spontan. \”Kalau gaji PNS mah lewat sama kita, Mas. Kalau satu kapal bisa dapat upah jasa Rp60 sampai Rp80 juta, dibagi 4 sampai 6 tukang sudah berapa tuh gaji kami,\” lontarnya seraya menyunggingkan senyum, lalu berseloroh, \”Tapi itu kalau sedang ramai pesanan. Kalau sedang paceklik orderan, ya kami puasa. Di sini nih kita kalahnya sama PNS.\” (Refky Rinaldy)

Berita Terkait

Ketika Modal Menyala, Ekonomi Lampung Bernyawa
Catatan Penting Ekonomi Lampung 2025: Pertanian Menggeliat, Industri Bertunas, Lampung Menegaskan Diri sebagai Poros Ekonomi Sumatera
Ketika Gula Tak Sekadar Manis: Suara Rakyat dari Bumi Tebu Lampung
Tukang Bubur “Naik Langit”, Walkot Eva Bingung Mengkolin Sungai
Topan: Saya Sudah Dapati “Roh” Batu Akik dan Kami Sejiwa
Andai Saja Rektor UIN Lampung Ketua FPI, Mungkin Beda Cerita
Rajin “Mandi Ayat” Meruqyah Diri Sendiri, Halau Sihir dan Gangguan Jin
Lampung, KPK dan Politik Uang

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:04 WIB

Polres Pringsewu Gagalkan Tawuran Remaja, Tiga Pelaku dan Celurit Diamankan

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:01 WIB

Wabup Pringsewu Buka Penyaluran Bantuan Pangan 2026 di Pardasuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:03 WIB

Pemkab Pringsewu Apresiasi Perbaikan Jalan Provinsi oleh Pemprov Lampung

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:58 WIB

LSM Trinusa Unras di DPRD dan Kejari Pringsewu, Polisi Fasilitasi Dialog

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:26 WIB

Bupati Pringsewu Salurkan Bantuan Pangan untuk 693 KPM Rejosari

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:52 WIB

Bupati Pringsewu Dukung Polda Lampung Tindak Tegas Pelaku Begal

Senin, 18 Mei 2026 - 13:44 WIB

Bupati Pringsewu Resmikan SDN 1 Gunungraya Jadi Sekolah Definitif

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:20 WIB

Bupati Pringsewu Dorong Kesadaran Masyarakat melalui Sosialisasi Kebijakan Perpajakan Daerah

Berita Terbaru

Terindikasi banyak melenceng dari juknis, KPK “pelototi” program MBG. (Ilustrasi: Netizenku)

Celoteh

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

Lampung

DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025

Senin, 25 Mei 2026 - 21:49 WIB

Lampung Barat

Siswi SMAN 1 Liwa Raih Beasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah

Senin, 25 Mei 2026 - 21:34 WIB