Kotaagung Timur (Netizenku.com): Suasana berbeda terlihat di halaman Puskesmas Pasar Simpang Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus. Jumat (9/4) pagi hingga siang, kantor UPT Dinas Kesehatan itu digeruduk para awak jurnalis. Tentunya tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.
Ada keseruan tersendiri saat para pekerja media bersua di satu tempat. Ditambah pada waktu yang bersamaan. Atmosfer akrab berbumbu kebersamaan kian kental terasa. Terlebih selama dilanda pandemi Covid-19, sangat jarang ada momen para wartawan bisa berkumpul. Sehingga saat ada kesempatan berjumpa bersama, dimanfaatkan untuk saling support. Tak jarang terselip senda-gurau yang mengundang gelak tawa.
Itulah sekilas gambaran nuansa kebersamaan para insan pers yang bertugas di wilayah Kabupaten Tanggamus. Suasana itu terjadi, saat hendak mengikuti vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Pasar Simpang Kotaagung Timur. Selama dua hari, yakni Kamis (8/4) sampai Jumat (9/4) merupakan jadwal vaksinasi dosis I Sinovac bagi para wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Semua jurnalis yang tergabung dalam organisasi profesi maupun non organisasi, didata oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Vaksinasi dosis I ini difasilitasi oleh Dinas Kesehatan setempat. Mereka tampak antuasias mengikuti vaksinasi. Terlebih saat menjalankan tugasnya, jurnalis kerap kali harus berada dalam radius bahaya penyebaran virus. Ya, demi mendapatkan angle berita terbaik bagi masyarakat. Jurnalis dituntut totalitas dan profesional. Untuk itu, Presiden Indonesia, Joko Widodo, memberikan instruksi langsung agar jurnalis dan para pekerja media divaksin.
Pun demikian, tak dipungkiri awalnya ada beberapa wartawan yang takut divaksin. Bahkan ada juga yang takut dengan jarum suntik. Atau takut disuntik. Wajar, jurnalis juga masih manusia. Tentunya masih punya rasa takut. Tak sedikit dari mereka yang awalnya mengaku deg-degan. Terlebih tatkala sudah mendapat giliran duduk di kursi pendaftaran. Sebelum akhirnya melewati beberapa tahapan dan terakhir masuk ruangan vaksinasi.
Sekretaris Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO), Agus Nurmanto, mengatakan ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum para jurnalis divaksin. Tahap pertama, mereka diminta menunjukkan e-KTP. Kemudian mengisi formulir. Berikutnya, bergeser ke tahap kedua: pemeriksa tekanan (tensi) darah dan pemindaian suhu tubuh oleh petugas medis.
Setelah tahap pemeriksaan tekanan darah dan scanning suhu tubuh dinyatakan layak, maka wartawan dipersilakan ke tahap ketiga: screenning. Di situ, dua petugas medis agak lebih detil bertanya seputar kondisi kesehatan. Termasuk soal adanya alergi terhadap jenis obat tertentu dan adanya komorbit (penyakit bawaan).
\”Setelah dinyatakan layak, lantas kami diminta mengisi dan menandatangani sebuah agreement vaksinasi. Berikutnya kami antre untuk masuk ke ruang vaksinasi dosis I. Tahap terakhir setelah vaksin Sinovac diinjeksi ke dalam tubuh, kami bergerak ke ruangan tengah. Di sana adalah tahap observasi selama tiga puluh menit. Usai observasi setengah jam itu, kami mendapatkan sertifikat yang menyatakan telah divaksin dosis I,\” ujar Kepala Biro Tanggamus Media Online KejarFakta.co itu.
Agus mengakui, awalnya sempat merasa deg-degan. Namun karena sesama jurnalis saling mendukung, akhirnya ia pun memberanikan diri untuk divaksin. Dan setelah disuntik vaksin, Agus merasakan lapar dan kantuk. Kemudian pada bagian lengan atas yang disuntik, hampir semua wartawan merasakan sedikit nyeri dan sensasi seperti kesemutan.
Penanggungjawab Program Vaksinasi COVID-19 Puskesmas Pasar Simpang Dwi Widia Astuti menjelaskan, keluhan yang dirasakan oleh para wartawan Tanggamus pasca-vaksin, merupakan efek umum dan normal. Dia menyebutkan, selama dua hari jadwal vaksinasi Sinovac dosis I untuk jurnalis Tanggamus, diikuti 39 wartawan.
\”Tadi pada saat screenning ada yang hasil tensi darahnya melebihi ambang batas. Jadi kami rekomendasikan untuk ditunda vaksinasinya. Secara umum berjalan lancar. Tinggal tunggu jadwal untuk vaksinasi dosis II. Untuk vaksin dosis II, intervalnya 14-28 hari ke depan. Nanti diberikan informasi kembali,\” ujar Dwi, mewakili Kepala UPT Puskesmas Pasar Simpang, dr Linda M. Aritonang.
Tahap observasi selama 30 menit, Dwi memaparkan, bertujuan melihat apakah ada gejala berat yang timbul pasca-vaksin saat itu. Selain itu, Puskesmas Pasar Simpang juga melampirkan kontak nomor yang harus dihubungi jika timbul gejala berat lainnya setelah lewat masa observasi.
\”Bagi wartawan Tanggamus yang belum divaksin, akan ditentukan jadwal berikutnya. Sebab ini terkait dengan teknis penggunaan vaksin. Saat sudah dibuka, maka vaksin maksimal hanya bertahan selama enam jam di luar kotak pendingin,\” kata Dwi.
Kesempatan yang sama Ketua PD IWO Kabupaten Tanggamus Odo Kuswantoro, S.Kom. usai mengikuti vaksin, mengajak para wartawan yang belum divaksin untuk ikut. Sebab ini semua merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
\”Dan meskipun sudah divaksin, bukan berarti kita bisa abaikan prokes. Nggak begitu ya. Meskipun sudah divaksin, prokes ketat tetap harus dipatuhi,\” ujar Pemimpin Redaksi Media Online BeritaKharisma.com itu.
Jika nanti tiba waktunya vaksinasi bagi masyarakat umum, Odo Kuswantoro mengimbau masyarakat umum tidak takut divaksin. Dengan demikan, program pemerintah memerangi pandemi Covid-19 ini bisa berhasil.
\”Kami juga mengapresiasi Pemkab Tanggamus yang telah menyediakan kuota vaksinasi bagi para wartawan. Semoga kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh rekan-rekan wartawan untuk ikut vaksinasi dosis I,\” pungkas jurnalis berambut gondrong itu. (Arj/Len)








