PPKM Pesawaran Dimulai, Sopir Angkutan Menjerit

Redaksi

Selasa, 13 Juli 2021 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Dengan dimulainya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan penyekatan di beberapa titik. Membuat sejumlah pelaku usaha dan sopir angkutan menjerit lantaran kesulitan mendapatkan penghasilan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Seperti yang dikeluhakan Andi warga Desa Bernung, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran yang kesehariannya mencari rejeki sebagai sopir angkutan umum wilayah Pesawaran. Dirinya mengaku sejak diberlakukannya PPKM sangat sulit mencari penumpang lantaran sepinya masyarakat yang hendak bepergian, baik yang akan ke Bandarlampung maupun penumpang lokal.

Baca Juga  BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026

“Duh mas parah, hari ini sepi banget, ini saja saya pulang hingga malam cuma stor Rp30.000 saja yang biasanya itu kalau sebelum diberlakukannya PPKM itu paling sedikit Rp80.000 hingga Rp100.000. Pokoknya parah mas,” keluhnya, Selasa (13/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diceritakannyaa, akibat minimnya penghasilannya itu, berimbas pada sulitnya  mencukupi kebutuhannya. Keluhan serupa juga diutarakan Atak salah seorang pekerja di salah satu rumah makan Padang ternama di Bandarlampung. Dirinya mesti meliburkan diri lantaran adanya PPKM.

Baca Juga  Bupati Pesawaran Sampaikan LKPJ 2025

“Serba salah pokoknya, kita paksakan buka rumah makan, tapi sepi pembeli. Ya gimana kebanyakan yang makan itu orang di luar Bandarlampung. Sementara dengan adanya PPKM ini mereka tidak bisa masuk ke Bandarlampung, bagaimana mau makan di rumah makan tempat saya bekerja,” ungkapnya.

Bahkan akibat diberlakukannya PPKM ini dirinya harus mengurungkan niatnya untuk pulang ke tanah kelahirannya lantaran ibu kandungnya meninggal dunia.

Baca Juga  Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

“Ini saja barusan dapat kabar ibu saya di Jawa meninggal, tapi bagaimana kita kalah dengan aturan,” sesalnya. (Soheh/len).

Berita Terkait

BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup
Gandeng BPDLH, Pemkab Pesawaran Perkuat Pembiayaan Petani
Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda Perkuat Akses Desa Sukaraja
Bupati Pesawaran Sampaikan LKPJ 2025
Halal Bihalal Pemkab Pesawaran, Bupati Ajak ASN Tingkatkan Pelayanan
Bupati Pesawaran Tinjau Destinasi Wisata Lokal Saat Libur Lebaran

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:53 WIB

Wagub Lampung Dorong Percepatan Penanganan TBC dan Renovasi Rumah Pasien

Selasa, 14 April 2026 - 12:35 WIB

Wagub Lampung Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas, Perkuat Penanganan TBC

Senin, 13 April 2026 - 20:56 WIB

SPMB Lampung 2026 Dirombak, Jalur Domisili Kini Berbasis Akademik

Senin, 13 April 2026 - 15:35 WIB

DPRD Lampung Dalami Dugaan Kelalaian RSIA Puri Betik Hati

Senin, 13 April 2026 - 15:25 WIB

DPRD Lampung Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah

Jumat, 10 April 2026 - 21:54 WIB

Ketua DPRD Lampung Tekankan Kualitas Proyek Jalan Jabung–Labuhan Maringgai

Jumat, 10 April 2026 - 21:49 WIB

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 April 2026 - 14:01 WIB

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Pringsewu Canangkan Desa Cantik

Rabu, 15 Apr 2026 - 12:03 WIB

Pringsewu

Pemkab Pringsewu Dukung Ranperda Fasilitasi Pesantren

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:42 WIB

Pesawaran

BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026

Selasa, 14 Apr 2026 - 18:14 WIB