Potret Kinerja Ekonomi dan Investasi Lampung 2025: Menimbang Prospek Investasi

Ilwadi Perkasa

Sabtu, 1 November 2025 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada triwulan I tahun 2025, Provinsi Lampung mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47% year-on-year (yoy), pencapaian tertinggi di Sumatera, didukung oleh inflasi yang rendah pada Maret 2025. Hal ini diiringi dengan stabilnya rasio NPL, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan peningkatan kredit perbankan.

Pada triwulan I tahun 2025, Provinsi Lampung mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47% year-on-year (yoy), pencapaian tertinggi di Sumatera, didukung oleh inflasi yang rendah pada Maret 2025. Hal ini diiringi dengan stabilnya rasio NPL, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan peningkatan kredit perbankan.

‎BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung terus menunjukkan performa impresif dalam mengakselerasi pertumbuhan investasi. Hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di provinsi ini telah melampaui target tahunan. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung, total capaian investasi mencapai Rp12,95 triliun, atau 120,32 persen dari target Rp10,76 triliun.

‎Capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, kompetitif, dan menarik di tingkat nasional. Dari total nilai investasi, Rp2,12 triliun berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA), sementara Rp10,83 triliun merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

‎‎Beberapa sektor menjadi motor utama penggerak investasi di Lampung. Untuk PMA, sektor dengan pertumbuhan tercepat antara lain industri makanan, tanaman pangan, peternakan dan perkebunan, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, industri kimia dan farmasi, serta pertambangan.

‎Adapun untuk PMDN, sektor yang mendominasi adalah industri makanan, pertambangan, perdagangan dan reparasi, hotel dan restoran, serta sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.

‎Penanaman modal asing yang mengalir ke Lampung terutama berasal dari Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Australia, dan Tiongkok. Negara-negara tersebut menilai Lampung memiliki potensi besar sebagai pusat agroindustri dan manufaktur di kawasan Sumatera bagian selatan.

Baca Juga  Ely Wahyuni Sosialisasikan Perda Rembug Desa di Pesawaran

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Transformasi Ekonomi dan Hilirisasi

‎‎Struktur perekonomian Lampung saat ini masih didominasi oleh sektor tersier (jasa dan perdagangan), yang ditopang oleh sektor primer (pertanian) dan sektor sekunder (industri pengolahan). Pola ini sejalan dengan karakteristik ekonomi beberapa provinsi lain di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Bengkulu.

‎Namun demikian, Pemerintah Provinsi Lampung tengah melakukan transformasi ekonomi dengan memperkuat sektor sekunder, terutama industri pengolahan. Fokus utama diarahkan pada pengembangan agroindustri dan hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti singkong, kopi, lada, dan kelapa sawit.

‎Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat rantai nilai ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing produk Lampung di pasar nasional dan internasional.

‎Pertumbuhan Ekonomi dan Kontribusi Sektor Industri

‎Kinerja ekonomi Lampung menunjukkan tren yang terus positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2024 mencapai Rp483,88 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan—secara total menyumbang 59,39 persen terhadap PDRB.

‎Posisi ini menempatkan Lampung sebagai perekonomian terbesar keempat di Pulau Sumatera. Hingga semester I tahun 2025, nilai PDRB Lampung telah mencapai Rp256,1 triliun, mencerminkan laju pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.

‎Pada triwulan I-2025, ekonomi Lampung tumbuh 5,47 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional. Sementara pada triwulan II, pertumbuhan tetap terjaga di atas 5 persen, yakni 5,09 persen.

‎Sektor industri pengolahan menjadi salah satu mesin utama ekonomi daerah. Pada 2024, kontribusinya terhadap PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai 18,93 persen, atau sekitar Rp91,5 triliun, didominasi oleh industri makanan dan minuman yang mencapai 16,14 persen.

Baca Juga  DPRD Lampung Soroti Layanan Dermaga Eksekutif ASDP

‎Keunggulan Kompetitif Lampung

‎‎Salah satu keunggulan utama Lampung adalah ketersediaan bahan baku lokal yang sangat melimpah. Lebih dari 75 persen bahan baku industri pengolahan berasal dari dalam provinsi sendiri, menjadikan biaya produksi lebih efisien dan memberikan nilai tambah tinggi bagi investor, khususnya yang berorientasi pada hilirisasi produk pertanian dan perkebunan.

‎Selain itu, Lampung memiliki tenaga kerja produktif lebih dari 5 juta jiwa yang siap terserap ke dunia industri. Ketersediaan sumber daya manusia ini menjadi faktor penting yang menjamin keberlanjutan investasi sekaligus memperkuat daya saing daerah di mata investor.

‎Dengan capaian investasi yang melampaui target, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan potensi besar di sektor industri pengolahan, Lampung semakin menegaskan posisinya sebagai magnet investasi baru di Pulau Sumatera.

‎Kemudahan Perizinan dan Reformasi Layanan Publik

Pemerintah Provinsi Lampung juga berkomitmen memperkuat kemudahan berusaha melalui penyederhanaan proses perizinan dan peningkatan kualitas layanan publik. Langkah ini diwujudkan dengan menghadirkan layanan perizinan berbasis digital melalui sistem Online Single Submission (OSS).

‎Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Lampung, Intizam, menegaskan bahwa seluruh proses perizinan kini dapat dilakukan secara daring untuk memastikan efisiensi, transparansi, dan kepastian hukum bagi investor.

‎Kemudahan pengurusan perizinan untuk menanamkan modal di Lampung akan terus kami tingkatkan. Saat ini, semua proses sudah dilakukan secara daring melalui sistem OSS.

‎Ia menambahkan, langkah Pemprov Lampung tidak hanya berfokus pada penyederhanaan birokrasi, tetapi juga pada pembenahan menyeluruh layanan publik agar dapat membangun kepercayaan investor dan memastikan setiap proyek investasi berjalan lancar.

Baca Juga  Ketua DPRD Lampung Hadiri Pembukaan Kejuaraan Tinju Amatir

‎Menuju Pusat Pertumbuhan Baru di Barat Indonesia

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra global, Pemerintah Provinsi Lampung bertekad menjadikan wilayahnya tidak hanya sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri dan hilirisasi berkelanjutan di Indonesia bagian barat.

‎Dengan langkah-langkah strategis yang terus dijalankan, Lampung kini bukan sekadar tujuan investasi potensial—tetapi telah menjelma menjadi poros pertumbuhan ekonomi baru yang menarik perhatian investor nasional maupun internasional. (gj*)

Berita Terkait

Kwarda Lampung Buka Puasa Bersama 50 Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial
DPRD Lampung Minta Aktor Utama Tambang Emas Ilegal Way Kanan Diusut
Korpri Lampung Gelar Ramadan Berbagi, 1.101 ASN Terima Bantuan
Wakil Gubernur Lampung Buka Musrenbang RKPD Way Kanan 2027
Pemprov Lampung Bahas Capaian IKK untuk Penyusunan LPPD 2025
Kabar Duka, Anggota DPRD Lampung Veri Agusli Tutup Usia
DPRD Lampung Dorong Sosialisasi Larangan Medsos untuk Anak
Pemprov Lampung Siap Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Lampung Barat

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:48 WIB

Wabup Tubaba Tinjau Lokasi Calon Mako Batalyon TNI AD di Pagar Dewa

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:31 WIB

Kejari Tubaba Periksa 30 Saksi Dugaan Penyimpangan Program Revolving Sapi

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:31 WIB

Wabup Tubaba Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:43 WIB

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:43 WIB

Polres Tubaba Tangkap Tiga Perampok di Tiyuh Daya Asri

Senin, 2 Februari 2026 - 20:02 WIB

Forkopimda Tubaba Ikuti Rakornas 2026 di Bogor

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:11 WIB

Kecamatan Tumijajar Gelar Musrenbang, Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:56 WIB

Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Berita Terbaru

Pesawaran

Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:04 WIB

Pesawaran

Bupati Nanda Ikuti Rakor Pengamanan Idul Fitri di Polda Lampung

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:00 WIB