oleh

Posko Penyekatan Diperpanjang, Dinkes Tambah 5.000 Rapid Antigen

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memperpanjang operasional Posko Penyekatan meski larangan mudik Idulfitri 1442 H telah berakhir pada Senin, 17 Mei 2021.

\”Sampai dengan sekarang Posko Penyekatan masih tetap melaksanakan kegiatan seperti biasanya,\” kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizky, Kamis (20/5).

Pemkot mendirikan Posko Penyekatan sejak Rabu, 14 April 2021 di Rajabasa, Lematang, Sukarame, Kemiling, dan Panjang.

\”Tetap melakukan penyekatan kepada siapapun yang masuk wilayah Bandarlampung khususnya kepada para pendatang dari luar wilayah Provinsi Lampung,\” ujar Nurizky.

Baca Juga  Warga Diminta Bersabar Menyikapi Proyek SPAM

Baca Juga: Positif Covid-19 dari Palembang Diisolasi di RSUD BNH

Ahmad Nurizky yang juga Kepala Dinas Kominfo Bandarlampung meminta para pelaku perjalanan melengkapi dokumen seperti surat keterangan hasil Negatif Covid-19, baik PCR maupun rapid test antigen, yang berlaku 1×24 jam atau 3×24 jam dari keberangkatan.

\”Hal ini tidak lain untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Jangan sampai ada klaster tambahan terkait adanya lebaran Idulfitri,\” kata dia.

Baca Juga  Mulai 14 April, Masuk Kota Bandarlampung Wajib Negatif Covid-19

Pengetatan pengawasan di Posko Penyekatan akan terus dilakukan hingga ada instruksi lebih lanjut dari Kepala Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung, Eva Dwiana.

\”Kita berharap juga dengan adanya penyekatan ini makin mengurangi terkontaminasinya warga dari Covid-19. Dan tiap orang menjadi Satgas untuk dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungannya,\” tegas dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, mengatakan pihaknya telah menerima tambahan alat rapid test antigen dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Lampung.

Baca Juga  IDI: pandemi Covid-19 terkendali dengan 3T dan 5M

\”Ada penambahan alat rapid test antigen dari Biddokes Polda Lampung sebanyak 5.000,\” kata Edwin. Alat rapid test antigen tersebut akan digunakan di Posko Penyekatan. (Josua)

Baca Juga; Edwin Rusli: BOR di Bandarlampung 53,3 persen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *