Polemik SGC, Ribuan Massa Lampung Siap Bergerak

Suryani

Minggu, 21 September 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Triga Lampung yakni gabungan dari Lembaga Aliansi Komando Aksi Rakyat (DPP Akar), Kesatuan Rakyat Madani Lampung (Keramat Lampung), serta Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan (DPP Pematank), menegaskan komitmennya untuk terus mengawal putusan DPR RI terkait rencana ukur ulang Hak Guna Usaha (HGU) Sugar Group Companies (SGC).

Bandarlampung (Netizenku.com): Ketua Umum DPP Akar Lampung, Indra Musta’in menjelaskan pihaknya tengah menyusun langkah hukum dan gerakan lanjutan. Putusan terkait ukur ulang HGU SGC sebelumnya dihasilkan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI bersama Triga Lampung serta Kementerian ATR/BPN RI di Senayan, 15 Juli 2025.

“Desakan kami agar ukur ulang HGU segera direalisasikan juga telah kami sampaikan langsung. Pada 25 Agustus 2025 lalu, kami menggelar aksi di Kantor Kementerian ATR/BPN Jakarta. Namun, pihak kementerian melalui staf ahli dan perwakilannya meminta kami bersabar karena prosedur masih berjalan, termasuk keharusan menghadirkan pihak PT SGC dalam RDP lanjutan DPR RI,” kata Indra saat ditemui di sekretariatnya, Minggu (21/9/2025).

Baca Juga  Jalan Sehat HUT Bandar Lampung Siapkan Hadiah Rumah dan Mobil

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak berhenti di situ, Triga Lampung kembali menggelar aksi pada 27 Agustus 2025 di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Aksi ini berujung pada pertemuan perwakilan massa dengan pihak Istana Negara. “Tuntutan kami diterima langsung, dan pihak Sekretariat Kabinet menjanjikan akan menindaklanjutinya,” sambungnya.

Ketua DPP Pematank, Suadi Romli menegaskan isu ukur ulang HGU SGC kini bukan hanya agenda Triga Lampung. “Ini sudah menjelma menjadi tuntutan bersama rakyat Lampung. Konflik agraria yang melibatkan PT SGC dengan masyarakat telah berlangsung puluhan tahun dan tak kunjung tuntas. Negara belum sepenuhnya serius menyambut aspirasi rakyat,” tegasnya.

Gelombang aksi nasional yang marak di berbagai daerah, termasuk demonstrasi mahasiswa, ojol, hingga kerusuhan di fasilitas publik dan gedung DPRD, disebut Triga mencerminkan kegelisahan rakyat terhadap sistem kenegaraan.

Lampung pun turut bergejolak. Pada 1 September 2025, ribuan mahasiswa, ojol, dan aliansi Triga Lampung memadati halaman Kantor DPRD Provinsi Lampung. Dari sepuluh tuntutan yang disuarakan, ukur ulang HGU SGC menjadi salah satu poin utama. Gubernur Lampung bersama Ketua DPRD langsung menerima aspirasi tersebut dan segera menyampaikannya kepada Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, di Jakarta.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading

“Kita patut mengapresiasi langkah itu. Aksi di Lampung sejauh ini masih berlangsung kondusif,” tambahnya.

Triga Lampung juga memperkuat konsolidasi di akar rumput. Pada 8 September 2025, perwakilan tokoh adat, pemuda, dan aparatur desa dari wilayah konflik hadir dalam pertemuan. Mereka berasal dari Desa Gunung Tapa, Gedung Meneng, Bakung, Bakung Udik, Bakung Ilir, Teladas, hingga Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang. Semua sepakat mengawal putusan ukur ulang HGU SGC. Dukungan serupa juga datang dari masyarakat Menggala, Tulang Bawang, dan Mataram, Lampung Tengah.

Koordinator Keramat Lampung, Sudirman Dewa menyebut pihaknya tengah menyiapkan tiga langkah besar.

“Pertama, kami akan melihat sejauh mana keseriusan Gubernur dan Ketua DPRD Lampung mengawal aspirasi rakyat. Triga bersama ribuan masyarakat adat siap kembali turun ke halaman Kantor DPRD dan Kantor Gubernur, mendesak agar kepala daerah tidak sekadar jadi tukang pos dalam perkara ini,” katanya.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Targetkan PAD 2027 Rp1,164 Triliun

“Kedua, kami akan mendesak sikap tegas DPR RI untuk benar-benar mengawal putusan RDPU. Tidak menutup kemungkinan, ribuan masyarakat Lampung bersama Triga Lampung akan menggelar aksi di DPR RI dan Kementerian ATR/BPN Jakarta,” lanjutnya.

“Ketiga, jika negara masih lamban, kami tidak segan-segan menduduki lahan PT SGC,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari tokoh pemuda Dente Teladas, Rizal. Ia menyatakan konsolidasi tengah berlangsung di kampung-kampung untuk bergabung dalam gerakan besar Triga Lampung.

“Kalau kepala daerah masih sama seperti sebelumnya, kami sudah pesimis ada yang benar-benar memperjuangkan hak rakyat. Kami siap menduduki Kantor DPRD maupun Kantor Gubernur Lampung dengan massa lebih besar dari aksi 1 September lalu,” ujarnya.

Triga Lampung menegaskan perjuangan ukur ulang HGU SGC adalah agenda rakyat Lampung. Mereka menilai, jika negara terus lamban, perlawanan masyarakat hanya akan semakin mengeras. (*)

Berita Terkait

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih
Eva Dorong Pelestarian Kuliner Tradisional Lampung
Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik
Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading
Eva Dwiana Siapkan Strategi Hadapi Banjir
Bandar Lampung Expo 2026 Jadi Inspirasi Peluang Usaha
Kebakaran Lahap Bengkel dan Toko Elektronik di Kedaton
Pemkot Bandar Lampung Targetkan PAD 2027 Rp1,164 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:22 WIB

Bapenda Tubaba Digitalisasi Pajak, Pelaporan PBJT Kini Bisa Mandiri

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pemkab Tubaba Segera Tetapkan 7 Pejabat Hasil Selter. Tahapan Tinggal Menunggu Pertek BKN

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:27 WIB

Sekda Tubaba dan KPK Bahas Perbaikan Layanan Publik, Pemanfaatan Ruang, dan Tindak Lanjut Temuan BPK

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:10 WIB

Tubaba Gandeng Telkom University Bangun Pertanian Cerdas Berbasis AI dan IoT

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:03 WIB

Kadisdikbud Tubaba Dorong Sekolah Perkuat Refleksi Program

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:36 WIB

HUT RI ke-81, Pemkab Tubaba Ajak Masyarakat Ciptakan Suasana Kemerdekaan yang Meriah dan Khidmat Nuansa Merah Putih

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:01 WIB

Busroni Kawal Aspirasi Warga Gading Kencana soal Jalan dan Listrik

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:55 WIB

Pemkab Tubaba Rancang Perlindungan Lingkungan 30 Tahun, Lewat RPPLH Tahun 2026-2056

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Bapenda Tubaba Digitalisasi Pajak, Pelaporan PBJT Kini Bisa Mandiri

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:22 WIB