PGN Perluas Bisnis LNG di China

Redaksi

Selasa, 18 Februari 2020 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta: Dalam rangka optimalisasi portofolio LNG dengan memperluas bisnis LNG di pasar internasional, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bekerja sama dengan perusahaan EPC dan Manufacturer asal China, WnD (Liaoning) Heavy Industry Co., Ltd. Perjanjian kerjasama ditandatangai oleh Syahrial Mukthar selaku Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN dan Zhu Yanping William selaku Direktur Utama WnD (Liaoning) Heavy Industry Co., Ltd., Jumat (7/2).

Syahrial mengatakan, sesuai MoU dalam jangka waktu 1 (satu) tahun ke depan akan dijalankan aktivitas agar rencana PGN untuk masuk ke small-scale LNG di China dan regional dapat terwujud sesuai dengan target yang relah direncanakan.

“Salah satu proyek strategis PGN sebagai subholding gas yaitu program pengembangan bisnis LNG di pasar internasional. PGN telah memproyeksikan untuk memasuki pasar LNG di China dan WnD telah menyediakan solusi logistik LNG skala kecil di China. Dengan demikian, ada peluang untuk kerja sama ini dalam upaya mengembangkan industri LNG skala kecil di China dan regional. Tidak menutup kemungkinan akan ada potensi kerjasama lainnya yang berdasar pada kesepakatan,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Syahrial, China merupakan negara dengan potensi besar dengan beragam peluang bisnis yang bisa dijelajahi. China membutuhkan sumber energi global untuk konsumsi energi yang terus meningkat. Berdasarkan perhitungan PGN, China memiliki potential demand gas/LNG yang terus bertambah lebih dari 15% setiap tahunnya. Kondisi ini menjadi hal yang tepat dimana PGN dapat berkontribusi dengan mengutamakan portfolio LNG dari domestik.

Demi keberhasilan implementasi kerjasama, baik PGN maupun WnD setuju akan saling berkoordinasi dalam pertukaran data dan informasi yang relevan sesuai kebutuhan, memberikan bantuan dan informasi yang berkenaan lisensi hingga otoritas yang dibutuhkan, serta memberikan saran dan evaluasi secara komprehensif dalam prosedur kerja sama.

“Kami sangat antusias untuk mewujudkan kerjasama ini. WnD adalah perusahaan engineering, pengadaan, dan konstruksi LNG, CNG, dan peralatan kriogenik, sehingga menjadi penyedia solusi logistik LNG maupun CNG yang terintegrasi. Harapannya, baik PGN maupun WnD dapat saling mengeksplorasi lebih jauh mengenai perkembangan LNG melalui kerjasama ini,” jelas Syahrial.

PGN selaku Subholding gas, saat ini berinisiasi untuk mengembangkan bisnis LNG dalam skala internasional dengan tujuan agar dapat mengoptimalisasi portofolio LNG domestik maupun internasional. Kerjasama dengan WnD ini sejalan dengan upaya memperluas layanan dan portofolio LNG di tingkat global.

Pada tahun 2020, pengembangan bisnis LNG trading di Pasar Internasional ditargetkan dengan total 6 kargo dan Pasar Domestik dengan total sebesar 4 kargo. Selanjutnya dalam lima tahun ke depan, akan ada peningkatan volume pengelolaan niaga Global LNG Trading sebesar ±600 BBTUD.

Selain China, inisiasi LNG trading oleh PGN tersebut mencakup sejumlah wilayah antara lain, Jepang dengan potensi kebutuhan sebesar 1-2 kargo per tahun di tahun 2020, Myanmar dengan potensi permintaan sebesar 9 kargo per tahun yang akan dimulai tahun 2021, Philipina sebesar 18 kargo per tahun mulai tahun 2023, dan Eropa 1-2 kargo di tahun 2020.

“Program-program ini ditargetkan dapat memberikan benefit berupa kehandalan kapasitas infrastruktur LNG, sehingga dapat meningkatkan kemampuan PGN di internasional sebagai Global LNG Player,” tutup Syahrial.

PGN sebagai subholding gas bumi mendukung perluasan pemanfaatan gas bumi dan mendorong efisiensi di berbagai sektor sehingga gas bumi dapat memberikan nilai tambah bagi sektor usaha dan mendorong terwujudnya pemerataan ekonomi. Guna menyokong optimalisasi pemanfaatan gas bumi di seluruh sektor, PGN terus berupaya untuk memperluas pemanfaatan gas bumi agar tumbuh secara signifikan. (Leni)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah
Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Stok BBM Lampung Aman, Mukhlis Basri Duga Banyak Penyelewengan di Lapangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Direktur Baru RSUDAM Fokus Benahi Tata Kelola dan Tingkatkan Pelayanan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:32 WIB

PFI Lampung Tegaskan Tim Media Gubernur Tak Berwenang Halangi Kerja Jurnalistik

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Sigit Kribintoro Minta Tim Media Gubernur Lampung Dievaluasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:46 WIB

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Berita Terbaru

Lampung

Sigit Kribintoro Minta Tim Media Gubernur Lampung Dievaluasi

Minggu, 11 Okt 2026 - 22:27 WIB