oleh

Pengobatan Penderita Skoliosis Difasilitasi Pemkab

Liwa (Netizenku.com): Agus (15) warga Kelurahan Way Mengaku Balikbukit, Lampung Barat yang mengalami kelumpuhan lima tahun terakhir, akhirnya mendapatkan fasilitas pengobatan dari Pemkab setempat.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar (RSUDAU) Lampung Barat, dr Widyatmoko Kurniawan, membenarkan Agus putra Sumiati tersebut, saat ini sedang mendapat perawatan di RSUDAU, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan, Agus harus mendapatkan perawatan oleh dokter spesialis bedah tulang sub spesialis tulang belakang.

\”Tim medis kami telah melakukan pemeriksaan terhadap Agus, tetapi karena fasilitas dan dokter spesialis bedah tulang sub spesialis tulang belakang kita tidak ada, belum bisa ditangani secara maksimal,\” kata Wawan panggilan akrab dr Widyatmoko Kurniawan, Sabtu (7/3).

Baca Juga  TMMD ke-106 BNS Disambut Antusias Warga

Apa yang menyebabkan Agus lumpuh, dijelaskan Wawan, karena menderita penyakit Skoliosis atau tulang melengkung, dan kelainan tersebut kemungkinan di derita sudah lama bukan akibat dari jatuh.

\”Ananda Agus menderita skoliosis, selain bisa mengakibatkan kelumpuhan juga menyebabkan gangguan pernapasan. Dan penyakit tersebut bukan diakibatkan dia pernah jatuh, karena berdasarkan hasil rontgen tidak ada tanda-tanda keretakan atau patah tulang,\” jelasnya.

Baca Juga  Kapolres: Proses Pemilu di Lampung Barat Kondusif

Beberapa waktu yang lalu, jelas dokter spesialis bedah tersebut, Agus pernah mendapat perawatan di RSUDAU, yang saat itu menderita sakit paru-paru.

\”Agus sudah pernah mendapat perawatan di RSUDAU, yang saat itu sakit paru-paru. Tetapi kalau untuk pengobatan skoliosis, pasien harus dirujuk ke Bandarlampung,\” jelasnya.

Disisi lain, kepedulian terhadap Agus yang hanya hidup berdua dengan ibunya, dengan menempati rumah gubuk yang tidak jauh dari komplek perkantoran Pemkab Lampung Barat tersebut, tidak hanya dari pemerintah setempat saja.

Baca Juga  Base Camp 33-Trajang Kembali Bagikan 100 Paket Sembako

Base Camp 33, ikut memberikan bantuan berupa sembako dan kasur, dengan harapan bantuan tersebut dapat meringankan beban Sumiati yang keseharian waktunya dihabiskan untuk mengurus Agus, selain bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan Rp300 ribu/bulan.

\”Alhamdulillah hari ini kami dapat silaturahmi dan melihat secara langsung kondisi ananda Agus, dan semoga sedikit oleh-oleh yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban hidup keduanya,\” kata Bamsoed ketua komunitas Base Camp 33. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *