Pelaku Illegal Logging Harus Ditindak Tegas

Redaksi

Selasa, 26 Februari 2019 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Maraknya pelaku pembalakan liar atau illegal logging di kawasan Register 19 di wilayah Kabupaten Pesawaran yang kerap terjadi selama ini, berdampak pada terjadinya bencana banjir dan tanah longsong disetiap musim penghujan datang. Hal ini membuat gerah pihak eksekutif dan legislative, yang meminta aparat penegak hukum, agar dapat segera bertindak cepat dan tegas menangkap pelakunya.

\”Terkait maraknya illegal logging yang terjadi di Pesawaran, kita selaku pemerintah tidak akan tinggal diam. Kami akan segera menyikapinya dengan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, guna menindak pelakunya,\” ungkap Wakil Bupati Pesawaran Eriawan, disela-sela Paripurna Persetujuan dua Ranperda Pemilihan Kepala Desa dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Pesawaran Tahun 2019-2035, Selasa (26/2).

Diutarakan Eriawan, apa yang dilakukannya ini merupakan langkah pemerintah daearah dalam hal upaya meminimalisir terjadinya bencana banjir yang kerap terjadi selama ini akibat ulah pelaku illegal logging. “Ini sebenarnya kewenangan mereka aparat penegak hukum, tapi kami selaku pemerintah daearah sangat mendukung, sekali upaya aparat hukum untuk menuntaskan oknum-oknum yang melaksanakan illegal loging ini. Nanti kami akan koordinasi lebih intens dengan melibatkan camat kepala desa, minta kepada mereka untuk ikut mengawasi karena mereka yang punya wilayah di kawasan hutan itu seandainya terjadi pembalakan sebaiknya segera melaporkanya ke pihak penegak hukum yang ada agar segera dapat ditindak,\” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan yang sama juga diungkapkan M Nasir selaku ketua DPRD Kabupaten Pesawaran. Pihaknya mengharapkan kepada aparat penegak hukum agar dapat bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku Illegal Logging yang merusak hutan kawasan di wilayah pesawaran. \”Kami minta untuk aparat terkait agar bertindak cepat tegas dengan didukung penung oleh masyarakat,  karena illegal logging ini dampaknya sangat luar biasa karena didaearah kita ini selalu dihantui bencana banjir dan tanah longsor  disetiap musim penghujan. Langkah DPRD  meminta kepada pihak berwenang termasuk dinas kehutanan provisi segera turun tangan karena ini tanggung jawab mereka,\” pinta Nasir.(Soheh)

Berita Terkait

Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Sahdana Desak Audit Menyeluruh Bank Syariah Way Kanan, Minta Dirut hingga Jajaran Diperiksa

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:27 WIB

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:21 WIB

Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:18 WIB

Wulan Mirza Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan 2026-2031, Tekankan Respons Bencana Maksimal Enam Jam

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:12 WIB

Pemprov Lampung Ajukan Perubahan KUA-PPAS 2026 dan Rancangan APBD 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:10 WIB

Gubernur Lampung Dukung Lampung Financial Festival 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:16 WIB

Kostiana, Ingatkan Bapenda Optimalkan Seluruh Potensi PAD

Berita Terbaru

Lampung

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:27 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:23 WIB

Lampung

Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:21 WIB