BERBAGI
Paslon Pilwakot Bandarlampung Suka Kampanye Door to Door
Tiga paslon Pilwakot Bandarlampung; Rycko Menoza - Johan Sulaiman, M Yusuf Kohar - Tulus Purnomo, dan Eva Dwiana - Deddy Amarullah. Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Kampanye pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Bandarlampung Tahun 2020 telah dimulai sejak Sabtu (26/9) berdasarkan zonasi dan jadwal yang telah ditetapkan KPU Kota Bandarlampung.

KPU Bandarlampung menetapkan zona kampanye dalam 3 daerah pemilihan dan berlangsung selama 71 hari dimulai pada 26 September – 5 Desember.

Untuk Zona 1 meliputi Kecamatan Telukbetung Selatan, Telukbetung Utara, Telukbetung Barat, Telukbetung Timur, Bumi Waras, dan Panjang.

Kemudian Zona 2 meliputi Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Timur, Enggal, Langkapura, Kemiling, dan Kedamaian.

Dan Zona 3 meliputi Kecamatan Tanjungsenang, Way Halim, Labuhan Ratu, Kedaton, Rajabasa, Sukarame, dan Sukabumi.

Dan memasuki hari kedua masa kampanye, Minggu (27/9), ketiga paslon Pilwakot Bandarlampung; Rycko Menoza – Johan Sulaiman, M Yusuf Kohar – Tulus Purnomo, dan Eva Dwiana – Deddy Amarullah lebih memilih melakukan kampanye dengan membagi-bagikan masker, handsanitizer, faceshield, dan sabun kepada masyarakat.

Calon Wali Kota Bandarlampung Nomor Urut 2 M Yusuf Kohar saat ditemui di rumah pemenangan Jalan Sultan Agung Kelurahan Labuhan Ratu, Kedaton, Minggu (27/9), mengatakan memilih melakukan kampanye dengan berkeliling ke rumah-rumah warga sembari membagikan masker, handsanitizer, sabun, dan faceshield.

Dia menilai kampanye keliling lebih minim risiko penularan Covid-19 bila dibandingkan dengan kampanye tatap muka dalam skala besar.

“Kampanye berskala besar sekarang kan enggak boleh lagi, karena kita kan mengutamakan Protokol Kesehatan Covid-19. Kita mengajak masyarakat jangan sampai tertular Covid-19,” kata Yusuf Kohar.

“Jadi kita ambil kesimpulan, kampanye mana yang risikonya kecil penyebaran Covid-19. Saya ambil ya itu, tatap muka langsung berkeliling dari rumah ke rumah,” lanjut dia.

Yusuf Kohar mengaku dirinya bersama tim kampanye dan relawan, selama 2 hari masa kampanye berjalan, tidak melakukan kegiatan apapun.

“Kalau izin sudah kita buat semua untuk tatap muka, termasuk izin titik. Tapi apakah namanya titik ini untuk pertemuan terbatas bakal kita lakukan, ya kita lihat, kalau beresiko terhadap kami, nanti kami melanggar Protokol Kesehatan Covid-19, lebih baik pertemuan terbatasnya kami tunda. Yang penting tidak melanggar zona yang sudah disepakati bersama KPU Bandarlampung.

Dan untuk memaksimalkan penyampaian visi dan misi kepada masyarakat di tengah pelaksanaan pilkada pandemik, dirinya lebih banyak memanfaatkan media sosial.

“Media sosial juga kita maksimalkan. Kampanye itu kan macam-macam ya, ada pertemuan terbatas, tatap muka, dan ada media daring baik Youtube, Facebook, maupun Instagram,” ujarnya.

Yusuf Kohar telah mendaftarkan akun media sosial miliknya kepada KPU Bandarlampung. Ada 3 jenis media sosial yang digunakan; Instagram (myusufkohar), Facebook (Yusuf Kohar), Twitter (YusufKohar02). Seluruh akun media sosial Yusuf Kohar dikelola oleh administrator Heflan Rekanza.

Calon petahana ini menilai kampanye tatap muka hanya mengulang kembali tahapan sosialisasi yang telah dilalui sebelumnya.

“Dan sebelum ini, kita sudah sosialisasi dengan membagikan sembako bertemu masyarakat. Ini kan hanya mengulang kembali, dan alat peraga kita seperti banner dan baliho juga sudah disiapkan supaya masyarakat tahu siapa kita, siapa calon itu,” katanya.

“Jadi masing-masing calon itu harus diketahui warga supaya warga dalam memilih pemimpin tidak seperti membeli kucing dalam karung,” tegasnya.

Sementara Calon Wali Kota Bandarlampung Nomor Urut 3 Eva Dwiana mengaku juga melakukan hal yang sama, menyapa langsung warga.

“Kami intens bertemu dengan masyarakat, walau ada keterbatasan, tapi Bunda tetap mengedepankan Protokol Kesehatan Covid-19. Bunda memberikan masker, sarung tangan, cuci tangan, cek suhu tubuh dan masyarakat antusias serta memahami bahwa ini penting dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Bunda Eva sapaan akrab Eva Dwiana.

Seluruh tim kampanye, relawan, dan masyarakat wajib mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19.

“Sesuai dengan arahan dari Satgas Covid-19. Kami juga mencoba melakukan sesuai yang diperintahkan pusat, mencegah penyebaran Covid-19 di Pilwakot Bandarlampung.

Istri Wali Kota Bandarlampung Herman HN ini mendaftarkan 10 akun media sosial miliknya di Facebook (5) dan Instagram (5) ke KPU Bandarlampung.

Dia berharap dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 dan aktif di media sosial seluruh masyarakat Bandarlampung terhindar dari virus korona.

“Mudah-mudahan seluruh keluarga kita sehat melalui kita, lingkungan kita sehat melalui kita, semuanya bisa sehat,” tutup Eva.

Terpisah, Calon Wali Kota Bandarlampung Nomor Urut 1 Rycko Menoza saat ditemui di Balai Pusiban Pemprov Lampung, Jumat (25/9), mengatakan patuh dan taat pada apa yang digariskan pemerintah pusat saat mengikuti tahapan Pilkada Bandarlampung 2020.

“Bagaimana pun juga semua aturan undang-undang dan pelaksanaan pilkada urgensinya dari pemerintah pusat melalui Kemendagri.¬† Tentu kita akan mengikuti¬† semua aturan dan tahapan yang diputuskan oleh pusat,” kata dia.

Putra Sjachroedin Zainal Pagaralam ini selama masa kampanye berlangsung rutin menyapa warga dengan membagikan sarung dan masker.

Mantan Bupati Lampung Selatan ini tetap mengedepankan Protokol Kesehatan Covid-19 saat menyapa warga ke rumah-rumah.

“Kita juga harus peka dengan kondisi dan masukan-masukan yang sudah terjadi di Provinsi Lampung, kita berharap bagaimana pun juga ketika pilkada tetap dilaksanakan pada waktunya, benar-benar tidak sampai ada hal-hal lain yang sampai mengganggu jalannya program pusat terkait masalah waspada Covid-19 ini,” tutup Rycko.

Pasangan Rycko Menoza – Johan Sulaiman mendaftarkan 2 akun media sosial Ryckojos di Facebook dan Instagram. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here