Pasien Corona 02 Lampung Meninggal Dunia

Redaksi

Senin, 30 Maret 2020 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Satu pasien dalam pengawasan (PDP) positif virus Corona atau Corona Virus Disease (Covid-19) dinyatakan meninggal dunia, Senin (30/3) sekira pukul 00.30 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana, mengungkapkan PDP tersebut merupakan pasien nomor dua yang positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19.

PDP yang dirawat di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) dan meninggal itu laki-laki, usia 35 tahun.
Dalam video yang dikirim melalui WhatsApp Group (WAG) resmi Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana mengatakan jika pasien tersebut mempunyai riwayat perjalanan ke Yogyakarta, kemudian transit ke DKI Jakarta selama sembilan hari.

Baca Juga  Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu, 4 Maret 2020 pasien tersebut melakukan perjalanan ke Palembang, Sumatera Selatan.
Kemudian, pada 21 Maret 2020, PDP datang ke RSUDAM Lampung dengan keluhan demam, batuk pilek dan sesak napas.

“Ya, memang ada keluhan. Sudah sejak enam hari sebelum masuk Rumah Sakit, pasien mengeluh buang air besar sampai enam kali per hari dan mual,” ujar Reihana.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Setelah itu, RSUDAM Lampung menghubungi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung pada pukul 01.30 WIB untuk merujuk pasien.
Pada pukul 07.00 WIB, Dinas Kesehatan Lampung berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas 1 Panjang, melakukan evakuasi pasien memakai ambulance transport kapsul untuk dirujuk ke RSUDAM Lampung di Bandarlampung.

“Pada saat dirujuk, kondisi umum pasien sudah tidak stabil dan sesak. Pasien mempunyai penyakit penyerta atau fomurbit yaitu Hepatitis,” jelas Reihana.

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Selama pemantauan di RSUDAM Lampung, kondisi umum pasien tersebut tidak menentu. Artinya, kadang stabil dan kadang sesak.

“Pada 30 Maret 2020, pukul 00.30 WIB (hari ini), pasien dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUDAM,” kata Reihana. (Leni)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:22 WIB

DPRD Lampung, Koperasi Merah Putih Harus Berpihak ke Petani

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:05 WIB

Lampung Siap Bangun 2 Pabrik Bioetanol, Harga Singkong Petani Bakal Melambung Tinggi

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:22 WIB

Lampung Jadi Pilot Project Bioetanol Nasional, Siap Pasok 10 Persen Kebutuhan E10 Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:36 WIB

Kisruh Verifikasi Domisili SPMB Lampung 2026, Ribuan Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMAN

Senin, 8 Juni 2026 - 22:55 WIB

Nasib Eks Pekerja BUMD Lampung, 3 Tahun Menanti Pesangon Meski Menang di Pengadilan

Senin, 8 Juni 2026 - 19:35 WIB

Jihan Nurlela Ajak Peserta PKN II Sumsel Gali Inovasi di Lampung

Senin, 8 Juni 2026 - 18:03 WIB

Kawal Aspirasi Warga, DPRD Lampung Teruskan Hasil Diskusi BPN Terkait Waydadi ke Pemprov

Senin, 8 Juni 2026 - 15:14 WIB

Hadiri Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri, Jihan Ajak Lulusan Kembali Bangun Daerah Asal

Berita Terbaru

Lampung

DPRD Lampung, Koperasi Merah Putih Harus Berpihak ke Petani

Selasa, 9 Jun 2026 - 22:22 WIB