oleh

Parosil Tinjauan Pembangunan Daerah

Liwa (Netizenku): Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus, meninjau secara langsung program pembangunan fasilitas umum yang sedang berlangsung di beberapa titik se- Lampung Barat, (20/3).

Parosil yang didampingi beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD), melihat secara langsung kondisi mobil pemadam kebakaran (Damkar) serta memastikan kesiapan personil pemadam.

Di hadapan sejumlah personil pemadam yang ada di lingkungan Pemkab setempat, Parosil berharap seluruh personil harus siap 24 jam dan disiplin sesuai dengan tugas jaga yang sudah menjadi beban kerja.

Baca Juga  Banjir Prestasi, Lambar Bidik Tuan Rumah Porprov 2021

\”Kita bekerja sesuai dengan tugas masing-masing, jadi saya harap seluruh personil petugas pemadam kebakaran, harus menjalankan tugas sesuai dengan jadual piket yang telah disusun,\” kata Parosil.

Parosil berharap, kejadian atau kekurangan dalam melaksanakan tugas selama ini harus dijadikan pembelajaran, jadi kalau ada kejadiam bencana, tidak akan terulang lagi keterlambatan, karena ketidaksiapan anggota dan armada Damkar.

\”Kalau kita bekerja dengan disiplin dan mengecek kondisi peralatan secara rutin, mudah-mudahan apabila terjadi bencana kebakaran, kita sudah siap 24 jam tampa tanpa ada kendala,\” harapnya.

Baca Juga  Adri Nurcahyo Putarkan Film untuk Warga BNS

Selanjutnya, Parosil meninjau langsung proses pembangunan lanjutan stadion Sekala Bkhak di komplek Sekuting Terpadu. Selain melihat sarana yang dibangun, bupati juga meminta pembangunan yang sedang berlangsung sesuai dengan standar maksimal.

\”Saya tidak mau hasil pembangunan yang baru selesai cepat rusak karena mutunya jelek, jadi saya minta dari perencanaan sampai pembangunan harus sesuai dengan klasifikasi teknis yang maksimal,\” harap Parosil.

Baca Juga  Lambar Susun Perbup Berisi Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Parosil juga meninjau kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Pekon Bahway Balik Bukit. Pada pihak terkait dan pengelola Parosil berharap kedepan TPA bukan tempat yang menjijikkan, tetapi bisa dijadikan sebagai sarana wisata dan edukasi.

\”Selama ini TPA merupakan tempat yang menjijikkan, tetapi kalau dikelola dengan baik, juga bisa sebagai tempat wisata dan edukasi, terutama pengolahan limbah sampah menjadi barang yang bisa didaur ulang,\” kata Parosil. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *