Panwaslu se-Bandarlampung Satukan Persepsi Tegakkan Prokes Covid-19

Redaksi

Rabu, 30 September 2020 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah (kanan) membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi Pelaksanaan Tahapan Kampanye di Hotel Bukit Randu, Rabu (30/9). Foto: Netizenku.com

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah (kanan) membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi Pelaksanaan Tahapan Kampanye di Hotel Bukit Randu, Rabu (30/9). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Bawaslu Kota Bandarlampung menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Pelaksanaan Tahapan Kampanye di Pilwakot Bandarlampung Tahun 2020 dengan mengundang Panwaslu Kecamatan se-Bandarlampung untuk menyatukan persepsi dalam menegakkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 di tahapan Pilwakot setempat.

\”Di sini kita melakukan persamaan persepsi dengan Panwaslu Kecamatan terhadap aturan-aturan dalam pelaksanaan pemilihan, lebih kepada pelaksanaan kampanye calon,\” kata Candrawansah selaku Ketua Bawaslu Bandarlampung di Hotel Bukit Randu, Rabu (30/9).

\”Misalnya item-item yang boleh dibagikan, bagaimana proses pelaksanaan yang tidak boleh dilakukan, bagaimana di dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga nanti satu persepsi di dalam mengawasi proses pemilihan ini,\” ujar dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bawaslu Bandarlampung menjadi leading sector dalam Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan Covid-19 bersama unsur Forkopimda dan KPU Kota setempat.

Sebelumnya, Komisioner KPU Bandarlampung Fery Triatmojo mengatakan ketentuan jadwal atau kampanye dimulai pada pukul 09.00-17.00 WIB.

Hal ini terkait Surat Rekomendasi Satgas Covid-19 Kota Bandarlampung yang membatasi waktu kampanye hanya berlangsung selama 30 menit.

\”Pembatasan waktu kampanye selama 30 menit tidak dikenal dalam regulasi kampanye dan pilkada,\” kata Fery, Minggu (27/9) lalu.

Bahkan KPU memperbolehkan kampanye tatap muka langsung yang dilakukan calon ke rumah-rumah warga, sementara Satgas Covid-19 Kota tidak mengizinkan hal tersebut.

\”Sesuai ketentuannya, kampanye dalam bentuk rapat terbatas, tatap muka langsung dan dialog (tentu saja termasuk door to door) dapat dilaksanakan selama waktu tersebut,\” ujar Fery.

Menyikapi perbedaan persepsi tersebut, Ketua Program Studi Ilmu Magister Pemerintahan FISIP Universitas Lampung, Drs Hertanto PhD, mengatakan Pilkada Bandarlampung termasuk yang krusial dengan hadirnya calon petahana.

\”Dari berbagai fenomena umum, dalam sebuah perhelatan pilkada baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, apabila ada petahana selalu terkait dengan hal-hal persoalan keberpihakan,\” kata Hertanto usai rakor bersama Panwaslu Kecamatan.

\”Keberpihakan yang selalu menjadi persoalan adalah Aparatur Sipil Negara, dan ini krusial bagi penyelenggara pemilu,\” lanjut dia.

Menurut Hertanto, netralitas ASN secara umum, berdasarkan kajian selalu berujung pada sengketa hasil pemilihan.

Dia meminta agar semua pihak berusaha untuk mengantisipasi, baik pasangan calon, tim sukses, maupun partai politik pendukung calon.

\”Karena akan sangat berat tugas dari penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu, dalam sebuah perhelatan pilkada dimana ada petahana di dalamnya,\” katanya.

Sejak awal pencalonan bakal pasangan calon independen Pilwakot Bandarlampung, dirinya memahami, ada berbagai hal yang kemudian akan menjadi persoalan sengketa.

\”Oleh karena itu saya kira, pemerintah harus netral, dalam hal ini adalah pemerintah kota karena ini juga akan menjadi konduite bagi pemerintah yang akan selesai untuk digantikan kepada kepemimpinan yang baru,\” tutup Hertanto. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:23 WIB

Rolling 51 Kepsek SMA-SMK di Lampung, Disdikbud Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan

Selasa, 14 April 2026 - 12:35 WIB

Wagub Lampung Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas, Perkuat Penanganan TBC

Senin, 13 April 2026 - 15:35 WIB

DPRD Lampung Dalami Dugaan Kelalaian RSIA Puri Betik Hati

Senin, 13 April 2026 - 15:25 WIB

DPRD Lampung Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah

Jumat, 10 April 2026 - 21:54 WIB

Ketua DPRD Lampung Tekankan Kualitas Proyek Jalan Jabung–Labuhan Maringgai

Jumat, 10 April 2026 - 21:49 WIB

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 April 2026 - 14:01 WIB

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Kamis, 9 April 2026 - 18:05 WIB

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Berita Terbaru

Pringsewu

Pemkab Pringsewu Dukung Ranperda Fasilitasi Pesantren

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:42 WIB

Pesawaran

BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026

Selasa, 14 Apr 2026 - 18:14 WIB