oleh

Panwas Bantah Tak Kawal Logistik, KPUD Minta Klarifikasi

Pesawaran (Netizenku.com): Panwaslu Kabupaten Pesawaran mengklarifikasi pernyataan KPUD setempat yang mengatakan bahwa tak satupun anggota Panwas yang menunjukkan batang hidungnya saat pengiriman dan pembukaan kertas suara untuk Pilgub di gudang logistik, Desa Taman Sari, beberapa waktu lalu.

Menurut anggota Panwas Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Riswanto, ketidakhadiran dirinya pada saat pegiriman dan pembukaan kertas suara, lantaran dirinya sedang melakukan Bimtek.

\”Memang pada saat pengiriman dan pembukaan kertas suara, saya tidak ada di sana karena saya pada saat itu sedang ada bimtek yang tidak kalah pentingnya dengan pengiriman dan pembukaan kertas suara itu. Namun, kami sudah menurunkan staf teknis dan itu tidak ada masalah dan sama saja,\” ungkap Riwanto saat ditemui di ruangannya, Kamis (28/6).

Baca Juga  Pemilih Mandiri dan Rasional dari Desa untuk Pemilu 2024

Riswanto mengatakan, pihaknya tidak akan menyalahkan apa yang diungkapkan pihak KPUD tersebut, karena pernyataan tersebut adalah sebuah kritik yang tujuan untuk membangun.

\”Ini adalah sebuah kritik untuk membangun apa lagi sekarang tahapan pilgub sudah selesai, tinggal menunggu hasilnya. Saya rasa tidak perlu lagi dipermalahkan, intinya kritik ini akan kami jadikan pelajaran supaya ke depan tidak lagi terjadi kelalaian di setiap tahapan,\” ucapnya.

Baca Juga  KPU Belum Terima Salinan Putusan Hipni-Melin

Sementara itu, pihak KPUD melalui Aan Saputra selaku Divisi logistik KPUD Pesawaran menyayangkan adanya statemen tersebut. Menurutnya dari hasil klarifikasi pihaknya bersama Komisonier KPUD yang lain tidak pernah menyebut apa yang telah diberitakan tentang pihak KPU yang mempertanyakan kinerja Panwaslu saat pengiriman dan pembukaan kertas surat yang tak terlihat batang hidungnya, alias absen.

Baca Juga  Hijrah ke Demokrat, Bujung: Demokrat Tak Asing Bagi Saya

\”Yang jelas ke 5 komisioner KPU tidak pernah mengungkapkan tentang kinerja Panwas, mungkin sekretariat atau staf KPU kalau kami tidak pernah berbicara seperti itu,\” ungkap Aan.

Sedangkan yang harus diklarifikasi, Netizenku.com menyebut narasumber dari pemberitaan tertanggal 11 Juni lalu, salah satu anggota atau Komisinoner KPUD. Padahal, kenyataannya salah satu orang dibagian sekretariat KPUD. (Soheh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *