oleh

Operasi Pasar Minyak Goreng Diperluas ke Bandarlampung

Bandarlampung (Netizenku.com): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana membuka Operasi Pasar Minyak Goreng di Pasar Kangkung, Telukbetung Selatan, Jumat (14/1).

Operasi Pasar Minyak Goreng ini dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung secara bertahap.

Sebanyak 1 juta liter minyak goreng per bulan selama 6 bulan akan dijual seharga Rp14.000/liter dengan pembelian maksimal 2 liter.

Arinal Djunaidi berharap operasi pasar dapat menjaga stabilitas harga minyak goreng yang cenderung meningkat.

Baca Juga  Pantau Covid Lampung Kembali Terima 20 Tabung Oksigen

“Kita lakukan upaya-upaya pengendalian melalui operasi pasar untuk meringankan beban masyarakat terutama menjelang Idul Fitri, jangan sampai harganya terus meningkat,” kata dia.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengapresiasi pemerintah provinsi dan pusat atas terselenggaranya Operasi Pasar Minyak Goreng di Pasar Kangkung.

“Alhamdulillah Kota Bandarlampung mendapatkan minyak goreng subsidi untuk masyarakat,” ujar dia.

Baca Juga  PT KAI Perpanjang Pembatalan KA Srijwijaya dari 1-31 Desember 2021

Eva Dwiana berjanji akan menggelar kegiatan serupa dengan menggandeng beberapa perusahaan yang ada di Bandarlampung.

“Bukan hanya minyak goreng tapi juga sembako. Mendirikan pasar murah di beberapa titik,” kata dia.

Hasil penelusuran Pemkot Bandarlampung, lanjut Eva Dwiana, harga minyak goreng di pasar-pasar mengalami kondisi yang sama secara nasional.

“Kemarin Bunda sudah cek ke pasar-pasar, dan kondisinya masih sama di seluruh Indonesia. Minggu ini Bunda akan turun lagi bersama OPD kalau memang tidak sesuai akan kita tegur,” tutup dia.

Baca Juga  Ade Utami Protes Kerumunan Vaksinasi di RSUDAM Tak Diantisipasi

Kenaikan harga minyak terjadi karena turunnya panen sawit sehingga suplai CPO menjadi terbatas. Untuk itu Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan, hari ini, melakukan operasi pasar di seluruh Indonesia bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung. (Josua)