oleh

Nyambai Massal Millenial Lambar Mendapat Apresiasi dari Parosil

Lampung Barat (Netizenku.com): Berkumpulnya ribuan millennial Lampung Barat pada acara nyambai millennial massal di Kebun Raya Liwa (KRL), Selasa (9/4) mendapat apresiasi dari bupati Parosil Mabsus.

Parosil yang ikut nyambai bersama, ribuan pelajar dari sejumlah sekolah dan sanggar seni yang ada di Lampung Barat, mengatakan nyambai merupakan salah satu identitas masyarakat, jadi harus kita lestari dan kembangkan.

\”Nyambai merupakan salah satu kekayaan budaya kita, jadi harus kita lestarikan, sehingga kedepan akan menjadi identitas seni budaya tradisional Lampung Barat,\” kata Parosil.

Dijelaskan bupati muda tersebut, nyambai merupakan warisan seni budaya yang merupakan tradisi masyarakat Lampung Barat sejak ratusan tahun silam di bumi sekala bekhak dan sudah tercatat di kementerian pendidikan dan kebudayaan RI sebagai warisan budaya tak benda.

Baca Juga  Lereng Pesagi, Jalur Favorit Komunitas ¬†Untuk Ngejalur

\”Kita harus bangga dengan seni nyambai ini, apalagi sudah tercatat sebagai warisan tak benda, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan generasi muda Lampung Barat lebih mencintai kebudayaan asli yang kita miliki,\” harap Parosil.

Dengan banyaknya sanggar seni yang lahir saat ini di Lampung Barat, Parosil Mabsus yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Barat, berharap akan menjadi sarana pembelajaran dan penggalian kembali kebudayaan Lampung Barat yang sudah hampir punah.

\”Nyambai ini biasanya dilakukan masyarakat pada malam sebelum hari H pesta pernikahan, yang merupakan hiburan muda-mudi setelah membantu proses persiapan acara pernikahan, jadi secara filosofi nilainya sangat tinggi,\” jelas Parosil.

Baca Juga  Operasi Keselamatan Krakatau 2021 Dimulai, Polres Lambar Gelar Apel

Sanggar seni yang ada juga diharapkan Parosil mampu menggali kembali apa saja adat budaya masyarakat yang hampir punah, dan jarang ditemui ditengah masyarakat, banyak bertanya pada tetua-tetua kampung, apa saja kebiasaan masyarakat di bidang seni yang pernah ada ditengah masyarakat.

\”Mungkin di lingkungan kita ada sesepuh yang mengerti tentang adat budaya masyarakat yang saat ini tidak kita temukan lagi atau sudah jarang kita lihat, saya mengajak sanggar seni dan generasi millennial untuk mencari info lengkap dan mengembangkannya kembali,\” kata Parosil pada acara nyambai massal yang juga diikuti Kapolres Lampung Barat, AKBP Doni Wahyudi, S.Ik serta sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab setempat, yang juga disiapkan berbagai macam doorprize.

Baca Juga  Mad Hasnurin Merespon Positif Usulan Penataan Kabinet

Deskripsi
seperti di ketahui berdasarkan sejarahnya, Tari Nyambai adalah tari kelompok berpasangan yang dilakukan oleh gadis dan bujang sebagai ajang pertemuan atau ajang silahturahmi untuk mencari jodoh. Sebagai tarian adat pada masyarakat saibatin, kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian upacara perkawinan yang disebut dengan upacara Nayuh/Penayuhan.

DeskripsTari Nyambai adalah tari kelompok berpasangan yang dilakukan oleh gadis dan bujang sebagai ajang pertemuan atau ajang silahturahmi untuk mencari jodoh. Sebagai tarian adat pada masyarakat saibatin, kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian upacara perkawinan yang disebut dengan upacara Nayuh/Penayuhan. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *