Liwa (Netizenku.com): \”Ngupi Bebakhong\” yang merupakan agenda rutin Pemkab Lampung Barat, usai pelaksanaan apel setiap hari Senin, di aula Kagungan kantor bupati, merupakan ajang evaluasi program baik yang sudah berjalan maupun yang akan dilaksanakan.
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang memimpin langsung Ngupi Bebakhong, Senin (2/3), meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berkerja maksimal, termasuk evaluasi terhadap program. Serta menyampaikan berbagai permasalahan.
\”Saya minta ajang Ngupi Bebakhong ini dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk penyampaian permasalahan di masing-masing OPD, sehingga Selasa-Jumat merupakan waktu menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang dihasilkan,\” kata Parosil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu yang juga menjadi bahasan, pada kegiatan yang diikuti pejabat eselon II B dan III di lingkungan Pemkab Lampung Barat, yakni banyak sorotan elemen masyarakat terkait sepinya taman kota Hamtebiu, pasca pemindahan pedagang.
\”Kita jangan alergi kritikan, apapun yang menjadi masukan elemen masyarakat harus kita sikapi dengan baik, seperti sorotan tentang sepinya taman kota Hamtebiu, untuk itu OPD terkait untuk melihat evaluasi, salah satunya dengan mengizinkan pedagang untuk berjualan di tempat semula pada hari libur atau Sabtu dan Minggu,\” kata Parosil.
Arahan lain yang dipaparkan Parosil, yakni terkait souvernir Musrenbang tingkat kabupaten yang akan dilakukan di Suoh. Dia berharap tidak hanya gula aren dan kopi, tetapi souvernir berupa kaos. Serta menggalakkan kembali jiwa gotong-royong.
\”Musrenbang kabupaten nanti, saya minta souvernir yang diberikan kepada peserta bukan hanya gula aren dan kopi, tetapi ditambah kaos. Bentuk tim gotong-royong kecamatan, sehingga setiap hari Jumat di jadikan sebagai hari gotong-royong. Serta semua OPD harus menjaga kebersihan di lingkungan kantor masing-masing,\” kata dia.
OPD yang juga menjadi perhatian bupati, adalah Dinas Kesehatan terkait penjadwalan peresmian Puskesmas. Bagian Kesra terkait arisan Qurban yang baru sedikit, Dinas Perkebunan dan Peternakan terkait Festival Kopi, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disampaikan pada Musrenbang Pekon dan Kecamatan. Serta memerintah para Asisten untuk evaluasi pitu program yang belum terlaksana. (Iwan)








