oleh

Nelayan Limau Ditemukan Meninggal di Atas Perahunya

Tanggamus (Netizenku.com): Seorang nelayan di kecamatan Limau ditemukan meninggal dunia di atas perahunya saat melaut di perairan Pekon Ketapang, kecamatan setempat, Kamis (14/11) sore.

Menurut Kapolsek Limau, AKP Ichwan Hadi, nelayan tersebut bernama Ade Heri (48), beralamat di Pekon Tigeneneng Kec. Limau Kab. Tanggamus.

\”Saat ditemukan, sekitar pukul 14.30 WIB, dirinyadi berada di atas perahu dengan nama lambung Laksmana untuk mencari ikan,\” kata AKP Ichwan Hadi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM.

Baca Juga  ‘Bongkar’ Landang Ganja, 8 Personel Polres Tanggamus Diganjar Penghargaan

Ia menjelaskan, mulanya kondisi korban diketahui Asmari, nelayan lain yang saat itu juga sedang melaut. Namun, Asmari tidak berani mendekat karena korban terlihat sudah dalam posisi telentang di atas perahu.

Lantas Asmari menghubungi Selamet selaku kakak korban supaya melihat kondisi adiknya yang terombang-ambing di atas perahu, sehingga Selamet pun berangkat bersama tiga warga lainnya dengan dua perahu.

\”Kemudian mereka menarik perahu Laksmana yang di atasnya ada Ade Heri yang sudah tergeletak, dan sandar di pantai Pekon Kuala Jaya, Kec. Limau. Selanjutnya dibawa ke rumah Yusuf, kerabat dari Ade Heri dan Selamet,\” jelasnya.

Baca Juga  Sembilan Perahu Nelayan Pantai Pekon Kerta Terbakar

Dari hasil pemeriksaan sementara petugas medis Puskesmas Antar Brak, Limau diperoleh keterangan korban meninggal dunia akibat sakit. Dan diperkirakan roboh menghantam kemudi perahu karena ada luka di pelipis kanan.

\”Untuk hal ini Polsek Limau sudah cek TKP dan amankan barang bukti, periksa saksi, meminta visum et repertum. Barang bukti yang diamankan satu potong celana warna hitam, satu potong kaos pendek warna putih,\” terangnya.

Baca Juga  Nyabu di Pantai Putihdoh Tiga Pria Dicokok Polisi

Menurut AKP Ichwan, berdasarkan hasil keterangan keluarga yakni Selamet, sebelum melaut, dirinya sudah melarang Ade karena dia mengeluh sakit pinggang dan kepala.

\”Menurut Slamet, Ade juga sering mengalami sakit kepala dan hidungnya sering mengeluarkan cairan darah,\” ujarnya.

Saat ini, korban telah diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan. \”Keluarga telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,\” pungkasnya. (Arj)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *