oleh

Napi Lapas Gunung Sugih Gotong-Royong Bangun Musholla

Lampung Tengah (Netizenku.com): Sebagai bentuk penyesalan dan sekaligus menebus rasa bersalah kepada masyarakat, para narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas lll Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng) bergotong royong membangun Musholla.

Pembangunan Musholla Darul Huda, yang digerakkan oleh pihak Lapas ini, terletak di Pondok Pesantren Darul Huda, Dusun Sri Rahayu l, Kampung Kotagajah, Kecamatan Kotagah, Lamteng, yang mulai digerakkan pada Rabu (1/8).

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Rayon ll Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan (Pas) Lampung, yang juga Kepala Lapas Kotabumi, Lampung Utara, Damari. Acara peletakan disaksikan juga oleh Kepala Lapas kelas lll Gunungsugih, Syarpani, perwakilan dari Bank BRI, KH. Dede Sulaiman dan masyarakat.

Baca Juga  2019, Loekman Siapkan Media Centre

Dijelaskan Kalapas kelas lll Gunungsugih, Syarpani, terlaksananya pembangunan Musholla ini berkat inisiatif pihak Lapas, bekerjasama dengan pihak swasta yaitu Bank BRI, Bank Jawa Barat (BJB). Sedangkan untuk tenaga kerjanya, semuanya melibatkan para narapidana.

\”Ini yang bekerja, adalah pasukan Merah Putih dari para narapidana Lapas, yang sebelumnya telah dilatih melalui Balai Latihan Kerja (BLK),\” ujar Syarpani.

Baca Juga  Paud Kober Kasih Ibu Kenalkan Buku Lewat Pojok Baca dan Dongeng

Pengasuh Ponpes Darul Huda, KH. Dede Sulaiman mengatakan, dengan di bangunnya Musholla dalam lokasi pondok, dirasa sangat membantu para santri dan masyarakat, yang hendak menunaikan ibadah sholat lima waktu, karena selama ini para santri harus keluar menuju Masjid atau Musholla di luar, saat hendak menunaikan sholat.

\”Ya kami atas nama pengasuh Ponpes Darul Huda dan masyarakat, mengucapkan terima kasih atas bantuan bangunan Musholla, semoga bangunan ini bermanfaat bagi masyarakat umum,\” ujarnya.

Baca Juga  Lamteng Sosialisasi Peran DPR dan BPK dalam Penggunaan DD

Ditambahkan Dede Sulaiman, lokasi bangunan Musholla berukuran 6 x 15 meter, persis berada di dalam lokasi Ponpes, memanfaatkan lahan bekas bangunan ruang belajar, yang tidak terpakai lagi. (Sansurya)

Komentar