Mengemas Isu Pemilu dan Pemilihan 2024 Lewat Media Sosial

Redaksi

Jumat, 1 Oktober 2021 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPU RI Ilham Saputra bersama anggota KPU RI Viryan Azis meresmikan peluncuran Mobil Klinik Data Pemilih KPU Provinsi Lampung di kantor KPU setempat, Rabu (16/6). Foto: Ist

Ketua KPU RI Ilham Saputra bersama anggota KPU RI Viryan Azis meresmikan peluncuran Mobil Klinik Data Pemilih KPU Provinsi Lampung di kantor KPU setempat, Rabu (16/6). Foto: Ist

Bandarlampung (Netizenku.com): KPU RI menggelar webinar seri ketiga program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) dengan tema Teknik Komunikasi Publik Dalam Pemilu dan Pemilihan, Jumat (1/10).

Penyelenggara pemilu dan peserta program DP3 dibekali kemampuan dan keterampilan dalam mengemas informasi, isu, dan opini kepemiluan dengan efektif dan efisien. Sehingga pesan-pesan kepemiluan dapat disampaikan dengan baik.

Ketua KPU RI Ilham Saputra mengatakan Teknik Komunikasi Publik Dalam Pemilu dan Pemilihan, merupakan materi yang sangat penting dalam Program DP3 karena telekomunikasi sangat dibutuhkan dalam pertemuan dengan stakeholder, kader DP3, dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Komunikasi tidak hanya sekedar menyampaikan tapi juga memastikan bahwa publik harus memahami. Sehingga masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam seluruh tahapan pemilu dengan posisi masing-masing,” ujar dia.

Pemilihan metode komunikasi publik yang tepat serta pengelolaan berbagai media yang digunakan, diharapkan mampu mendorong peran aktif masyarakat dalam setiap tahapan pemilu dan pemilihan. Serta menumbuhkan kepercayaan terhadap KPU, demi terwujudnya penyelenggaraan pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Mengemas Isu Pemilu dan Pemilihan 2024 di Media Sosial
Ketua KPU RI Ilham Saputra membuka webinar seri ketiga program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) dengan tema Teknik Komunikasi Publik Dalam Pemilu dan Pemilihan, Jumat (1/10), secara virtual. Foto: Screenshot

Dan seiring perkembangan zaman, lanjut Ilham, media untuk berkomunikasi bisa bermacam-macam, pelaku komunikasi tidak dapat dibatasi ketika semua orang bisa mengakses media sosial saat ini.

“KPU harus bergerak dalam membangun literasi digital dan pengelolaan media sosial dalam komunikasi kepemiluan khususnya kepada masyarakat pedesaan. Kalau kita mengikuti media sosial, masyarakat pedesaan pun sudah sangat familiar dengan media-media sosial yang ada saat ini,” kata dia.

Namun di media sosial, masyarakat banyak juga yang mengonsumsi berita hoaks yang tidak bisa dipegang sumbernya tapi mampu membuat orang terpengaruh.

“Di sinilah peran kita sebagai penyelenggara pemilu untuk meluruskan dan memastikan bahwa berita hoaks itu tidak benar,” kata dia.

Pengguna Media Sosial Meningkat Drastis

Salah satu narasumber webinar, Manajer Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Noudhy Valdryno, mengatakan sejak 2019-2020 salah satu tantangan yang dihadapi Facebook bersama KPU adalah menyebarkan informasi yang akurat.

“Ini sudah tahun ketiga menuju tahun keempat, Facebook berkolaborasi dengan KPU RI,” ujar Ryno.

Dia menjelaskan saat ini Facebook membawahi beberapa aplikasi; Instagram, WhatsApp, dengan jumlah pengguna di seluruh dunia sekitar 3,3 miliar.

Pengguna aktif Instagram di seluruh dunia mencapai 1 miliar dengan 500 juta pengguna harian, 500 juta pengguna harian di Stories, dan 150 juta orang menggunakan Jelajahi, dimana 80 persennya berada di luar Amerika Serikat.

“Selama masa pandemi Covid-19, ada beberapa tren yang sedang berlangsung. Ada 700 juta jumlah pengguna video call melalui Messenger atau WhatsApp, dan 800 juta pengguna aktif siaran langsung dari Facebook dan Instagram,” ujar dia.

Dari riset yang dilakukan Facebook, keinginan masyarakat untuk tetap terkoneksi mengubah perilaku masyarakat dalam bermedia sosial dan bermedia digital.

Mengemas Isu Pemilu dan Pemilihan 2024 di Media Sosial
Manajer Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Noudhy Valdryno, menjadi narasumber webinar seri ketiga program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) dengan tema Teknik Komunikasi Publik Dalam Pemilu dan Pemilihan, Jumat (1/10), secara virtual. Foto: Screenshot

Sebanyak 70 persen orang mengalokasikan waktu lebih banyak di smartphone, 45 persen mengalokasikan waktu lebih banyak di aplikasi berbalas pesan atau messaging, dan 45 persen lebih banyak mengalokasikan waktu di media sosial.

“Ada dua fitur yang naik penggunaannya. Secara global video group call naik drastis sebesar 70 persen. Dalam sepekan, masyarakat yang menghabiskan waktu di video group call meningkat 2 kali lipat,” ujar dia.

Ryno melanjutkan 3 dari 4 orang yang disurvei mengatakan tertarik melihat siaran langsung dari kegiatan, yang mungkin harusnya ditunda tapi dijadikan siaran langsung di Facebook dan Instagram.

Dari studi yang dilakukan Facebook mengenai strategi komunikasi dalam dua hingga tiga tahun ke depan, pihaknya menemukan bahwa pada 2021 akan ada 3,8 miliar pengguna smartphone di seluruh dunia. Dan di 2022 sebanyak 80 persen lalu lintas data internet akan didominasi oleh konten video.

Kemudian lebih banyak orang yang akan mengonsumsi informasi melalui smartphone dengan penghantaran kecepatan yang jauh lebih tinggi. Bahkan 41 persen lebih cepat dibandingkan ketika kita mengonsumsi informasi melalui laptop atau tablet.

“Sudah tepat, salah satu alternatif media komunikasi yang digaungkan oleh KPU RI menjelang 2024 adalah media sosial. Dari 2019 ke 2020 kita terus melihat peningkatan penggunaan media sosial khususnya dalam hal kepemiluan,” kata Ryno.

Akses Internet Penduduk Indonesia Capai 80-90 Persen di 2024

Sebelumnya, anggota KPU RI Viryan Azis, dalam seri pertama webinar Digitalisasi Pemilu pada Rabu, 22 September 2021 lalu, mengatakan pengguna seluler di Indonesia sebanyak 345 juta dari total jumlah penduduk Indonesia 274,9 juta jiwa

“Artinya ada satu penduduk yang memiliki lebih dari satu kartu ponsel. Kemudian pengguna internet 202,6 juta atau 73,7 persen dan dari tahun ke tahun peningkatannya di atas 10 persen,” ujar dia.

Dengan demikian, lanjut Viryan, di 2024 hampir bisa dipastikan atau sangat mungkin penduduk Indonesia mengakses internet bisa tembus di angka 80-90 persen.

“Jumlah pemilih kita, rata-rata secara demografi dari total penduduk sekitar 70-an persen. Jadi ada irisan yang kita harapkan, kalau tidak 100 persen, paling tidak 95 persen ke atas, pemilih pada Pemilu 2024 itu sudah terakses internet,” kata dia. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Mahasiswa Malahayati Sosialisasikan Insinerator Minim Asap di Metro Timur

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Fraksi PKB Soroti Struktur APBD, Dorong Anggaran Lebih Berpihak ke Masyarakat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:20 WIB

DPRD Lampung Tegaskan Optimalisasi PAD Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:17 WIB

DPRD Lampung Apresiasi Rencana Peluncuran Satelit Lampung-1, Dinilai Jadi Terobosan Visioner

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Mukhlis Basri Dukung Trans Sumatra Railways, Nilai Perkuat Konektivitas dan Dongkrak Ekonomi Lampung

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Sahdana Desak Audit Menyeluruh Bank Syariah Way Kanan, Minta Dirut hingga Jajaran Diperiksa

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:27 WIB

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Berita Terbaru

Bupati dan Wakil Bupati Tubaba, Novriwan Jaya - Nadirsyah

Tulang Bawang Barat

Tubaba Jadi Contoh Daerah Lain Berkat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:11 WIB

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Dorong Penguatan Pencegahan Korupsi Lewat Implementasi MCSP 2026

Selasa, 4 Agu 2026 - 14:43 WIB

Tulang Bawang Barat

Bupati Tubaba: Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Fiskal Daerah

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:54 WIB