oleh

Maknai Hari Santri Nasional, Mukhlis Basri Ingin Kembalikan Masjid sebagai Sentral Perkembangan Umat

Lampung Barat (Netizenku.com): Dalam memaknai momentum hari Santri Nasional 2018, Politisi Partai PDI Perjuangan Lampung, Mukhlis Basri, mengajak ummat Islam kembali memakmurkan Masjid dengan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai sarana pengembangan ekonomi ummat.

Hal tersebut disampaikan pengurus NU Lampung ini, saat bersama panitia pembangunan Masjid Nurul Huda dusun Sukadamai  desa Malangsari kecamatan Tanjungsari Lampung Selatan.

Berdasarkan riwayat Nabi Muhammad SAW ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, lanjut Mukhlis, hal yang pertama dilakukan adalah membangun masjid sebagai sarana ibadah, menguatkan rasa persaudaraan, mempelajari Islam baik tentang ibadah maupun muamalah.

Baca Juga  BKSDM Lambar Imbau Antisipasi Info Hoax

\”Pada zaman Rasulullah, Masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah dan mempelajari tentang Islam tetapi juga sebagai sarana membangun ekonomi ummat pada masa itu,\” kata dia kepada Netizenku.com, Senin (22/10).

Mukhlis yang merupakan Caleg DPR RI Nomor urut 4 dari PDI Perjuangan pada Pemilu 2019, menggambarkan saat ini cukup banyak masjid yang berdiri megah dan mewah, tetapi ekonomi jamaahnya jauh dari sejahtera.

Baca Juga  Lelang Jabatan Sekretaris KPU Dikritik

\”Kedepan saya akan memperjuangkan ibu-Ibu pengajian dan majelis taklim yang selama ini memakmurkan masjid dengan memperdalam ilmu Islam, dengan program pelatihan wirausaha, ilmu tentang pengelolaan koperasi, permodalan dan pengembangan pasar,\” jelas Mukhlis.

Salah satu yang bisa dilakukan pemerintah untuk ibu-ibu pengajian dan majelis taklim kata Mukhlis, yakni memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan, apalagi di zaman sekarang pasar penjualan hasil kerajinan tersebut bisa dilakukan via online.

Baca Juga  Polsek Balikbukit Dirazia Propam

\”Kalau ibu-ibu pengajian dan majelis taklim punya keahlian membuat kerajinan, tentu akan membantu ekonomi keluarga yang berimbas positif pada peningkatan kesejahteraan, dan mereka bisa memanfaatkan penjualan melalui media online,\” tandas Mukhlis, seraya mengatakan di Lampung saat ini kelompok pengajian sudah merata hingga ketingkat RT. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *