Perjalanan delapan jam dari Bandar Lampung menuju pelosok Dusun Gunung Sari, Pekon Banding Agung, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, bukan hal mudah. Jalannya berkelok tajam, sinyal telepon kerap hilang, dan di beberapa titik hanya dapat dilalui kendaraan khusus.
Lampung Barat (Netizenku.com): Namun, semangat tim Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung tak surut. Mereka datang bukan untuk berwisata, melainkan membawa misi kemanusiaan, mengantar harapan bagi warga yang tengah bangkit dari puing-puing bencana.
Beberapa minggu sebelumnya, banjir bandang melanda wilayah tersebut. Empat rumah warga hilang diseret arus, puluhan lainnya rusak berat. Suara tangis dan gemuruh air meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi anak-anak. Namun di tengah keterbatasan, warga tetap bertahan dengan segala yang tersisa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan tim kemanusiaan disambut hangat oleh Kepala Dusun Muhammad Khalwani, Pratin Banding Agung Tunggono, Sekretaris Desa Ilkhan Lutfi, dan warga setempat yang antusias.
Bantuan yang disalurkan berasal dari PT Pupuk Iskandar Muda melalui LAZISMU dan MDMC. Tidak hanya berupa sembako dan pakaian, tetapi juga bahan bangunan untuk memperbaiki jembatan desa yang putus, perlengkapan ibadah untuk mushola, serta paket khusus bagi balita dan lansia. Tim juga membawa RendangMu, makanan siap saji dalam kemasan kaleng yang tahan lama dan praktis untuk situasi darurat.
“Bantuan ini bukan sekadar barang, tapi penyemangat kami untuk bangkit kembali,” ujar Pratin Tunggono dengan mata berkaca-kaca.
Darmi, seorang ibu yang rumahnya terendam hingga atap, masih mengingat malam bencana itu. “Air datang cepat sekali. Sungai kecil itu nggak sanggup menampung air dari atas. Kami lari sambil bawa anak-anak, nggak sempat selamatkan barang,” ujarnya pelan.
Penyaluran bantuan dipantau langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Barat, Martin, untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan kepada yang berhak.
Ketua LAZISMU Lampung, Apriza Bagus, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara lembaga dan masyarakat. Menurutnya, bukan hanya bantuan fisik yang dibawa, tetapi juga pesan kepedulian, kehadiran, dan semangat untuk tidak menyerah.
“Di tengah keterbatasan, kita tetap bisa saling menguatkan. Itulah nilai kemanusiaan,” kata Apriza.
Sementara itu, Tri Priyo Saputro dari MDMC Wilayah Lampung menekankan pentingnya edukasi kebencanaan. Ia mengingatkan bahwa Dusun Gunung Sari yang berada di lembah dan diapit bukit sangat rentan saat curah hujan tinggi. Ia mendorong pemerintah membangun jalur evakuasi, pencahayaan jalan tenaga surya, dan pelatihan mitigasi bagi warga.
Kisah ini bukan sekadar tentang bantuan yang datang, tetapi tentang manusia yang saling peduli, tentang harapan yang tetap hidup, dan tentang kebersamaan yang tak pernah padam meski di tengah bencana.
Gunung Sari masih memulihkan diri. Namun hari itu, di bawah langit mendung dan tanah yang belum kering, senyum kembali merekah. Karena mereka tahu, mereka tidak sendiri. (*)








