BERBAGI

Pesawaran (Netizenku.com): Dukungan agar Pilkada di Kabupaten Pesawaran tidak melawan kotak kosong, hingga saat ini terus mengalir. Sebelumnya dukungan serupa juga diutarakan dari beberapa partai politik yang ada. Kali ini sejumlah tokoh masyarakat juga menyerukan keinginan yang sama agar tidak ada calon tunggal.

“Kedatangan kita ini lantaran ada kekhawatiran masyarakat tentang Pilkada ini tampilnya calon tunggal. Nah itu sangat mengganggu, karena berdirinya Kabupaten Pesawaran ini adalah untuk pemekaran wilayah tentang kendali pemerintahan, dan juga menjaga demokrasi itu tumbuh bagus di kabupaten ini,” kata Yuraflah, salah satu tokoh masyarakat Pesawaran saat mengunjungi rumah PAN, Kamis (25/6).

Dijelaskannya, kehadiran dirinya bersama tokoh masyarakat yang ada ini, untuk mendesak DPD PAN Pesawaran bisa segera mengambil langkah politis untuk menjamin agar demokrasi di Kabupaten Pesawaran ini berlangsung baik.

“Kita ingin demokrasi di Pesawaran tegak lurus, harapan kita PAN bisa menjadi lokomotif agar Pilkada di Pesawaran tidak terjadi kotak kosong, jangan sampai Pilkada dikebiri, lantaran cuma ada satu calon melawan kotak kosong. Kami tegaskan, kami di sini tidak ada kepentingan hanya ingin demokrasi di Pesawaran bisa tegak lurus, itu saja,” minta Yuraflah.

Lebih lanjut dia mengutarakan, selain mendatangi rumah PAN dirinya bersama tokoh masyarakat yang lain juga akan mengunjungi partai-partai lain yang belum mengeluarkan rekomendasi ke salah satu calon, guna mengutarakan hal yang sama, menginginkan demokrasi di Pesawaran bisa tegak lurus.

“Jangan salahkan masyarakat jika tidak percaya lagi dengan  partai yang ada. Maka dari itu kami sangat mendesak agar PAN ini segera melakukan lobi-lobi politik ke partai lain, untuk menyampaikan apa yang diinginkan masyarakat,” harapnya.

Saat disinggung terkait putra daerah yang digadang-gadang harus maju pada Pilkada nanti, pihaknya sangat mendukung. Dirinya menjelaskan bahwa putra daerah yang dimaksud adalah orang yang lahir dan dibesarkan di Pesawaran, tidak melihat suku maupun agamanya.

“Jadi berbicara tokoh maupun putra daerah adalah siapa pun yang lahir di bumi Pesawaran dia adalah putra daerah, jadi tidak terkotak-kotak, suku, agama, dan sebagainya yang disebut putra daerah adalah semua warga yang lahir dan besar di Pesawaran,” tegas dia.

Sementara Saptoni, selaku sekretaris DPD PAN Pesawaran dalam kesempatan tersebut mengutarakan, pihaknya sangat menyambut baik dari apa yang diharapkan para tokoh masyarakat ini.

“Yang jelas kami sangat menyambut baik maksud dan tujuan dari para tokoh masyarakat ke rumah PAN ini. Kami selaku kader merasa terharu, di mana mereka berharap PAN bisa menjadi pelopor adanya demokarasi di Pesawaran. Apa lagi mereka berjanji apa bila PAN bisa menjadi pelopor, mereka siap membesarkan PAN di Pesawaran, itu yang membuat kami haru. Jadi terkait hal ini akan kita sampaikan ke pihak DPP tentang harapan dan kemauan dari masyarakat Pesawaran. Supaya jangan sampai terjadi pembodohan politik di Pesawaran dengan munculnya salah satu pasangan calon saja pada Pilkada nanti,” ucap Saptoni.

Saptoni juga menegaskan, terkait rekomendasi PAN, dirinya mengatakan hingga saat ini DPD PAN Pesawaran belum menerima surat tembusan baik itu surat tugas maupun rekomendasi yang diberikan PAN kepada salah satu calon.

“Jadi saya tegaskan, sampai hari ini kami DPD PAN Pesawaran belum menerima surat tembusan, baik itu surat tugas maupun rekomendasi yang diberikan PAN kepada salah satu calon,” tegasnya.

Di waktu yang sama, para ketua DPC PAN se-Kabupaten Pesawaran juga mendatangi rumah PAN,  yang menyatakan sikapnya secara tertulis, meminta kepada para pengurus PAN, baik ditingkat DPD, DPW, hingga DPP agar tidak ikut-ikutan memberikan rekomendasi kepada satu calon saja. Tapi berharap PAN menjadi partai pembeda dalam penegakan demokrasi di Bumi Andan Jejama. (Soheh/leni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here