Lampung Menggeliat, Pemprov Segera Rekonstruksi 2 Ruas Jalan Senilai Rp19,44 M di Pringsewu

Ilwadi Perkasa

Rabu, 12 Maret 2025 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Lampung menggeliat. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal baru saja melakukan Groundbreaking tanda dimulainya rekonstruksi pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp19,44 miliar di Kabupaten Pringsewu, Selasa (12/3/2005). Kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilakukan di Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Utara.

Sedikitnya ada dua proyek pembangunan jalan yang akan dikerjakan di Kabupaten Pringsewu pada tahun ini. Yakni ruas jalan Kalirejo-Pringsewu senilai Rp12,96 miliar sepanjang 16,392 km dan ruas jalan Pringsewu-Pardasuka senilai Rp6,48 miliar sepanjang 18,787 km.

Kedua ruas jalan tersebut saat ini dalam kondisi beragam, mulai dari kondisi baik, sedang, rusak ringan hingga kondisi rusak berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Netizenku memperoleh informasi bahwa rekonstruksi jalan ruas Kalirejo-Pringsewu (LINK.033) akan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Manunggal Sulthon Raya dengan Nomor Kontrak 01/ KTR/ PPK-K.1/ JLN-033/ V.03/ III/ 2025.

Tingkatkan ekonomi desa

Rekonstruksi ruas jalan Kalirejo-Pringsewu merupakan proyek peningkatan status kemantapan jalan yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa-desa di sepanjang ruas jalan yang dikenal sebagai daerah sentral pertanian, seperti padi, jagung, cabai keriting, kelapa dan bawang merah.

Baca Juga  DPRD Lampung Minta Kendala Teknis Sekolah Rakyat Segera Diselesaikan

Gubernur Mirza mengatakan  pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Infrastruktur jalan adalah alat utama dalam mewujudkan seluruh program kerja, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Kami ingin memastikan distribusi hasil pertanian lebih efisien dan harga kebutuhan pokok lebih stabil,” ujar Mirza saat menyampaikan sambutannya, Selasa (12/3).

Mirza menekankan kondisi jalan yang buruk berkontribusi pada tingginya biaya distribusi, yang pada akhirnya merugikan petani. Jika jalan rusak, harga gabah dan hasil panen lainnya justru turun karena beban distribusi yang mahal.

Karena itu, sambungnya, Pemprov akan memprioritaskan perbaikan jalan di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan aktivitas ekonomi yang signifikan.

Baca Juga  Wabup Pringsewu Perkuat Sinergi dengan DMI

Salah satu proyek utama yang dikerjakan adalah peningkatan jalan dari Pringsewu hingga Lampung Utara sepanjang 75 kilometer.

“Jalan ini sangat penting karena melewati daerah pertanian dengan lebih dari satu juta penduduk yang bergantung pada akses transportasi yang baik,” sambungnya.

Cegah ODOL

Selain itu, Mirza  juga menyoroti pentingnya kebijakan terkait kendaraan over dimensi dan over load (ODOL) yang sering menjadi penyebab utama kerusakan jalan.

Menurutnya, perlu ada langkah tegas agar kendaraan-kendaraan dengan muatan berlebih dari luar Lampung tidak semakin memperburuk kondisi jalan di provinsi ini.

“Agar supaya kendaraan tersebut tidak memperburuk keadaan Jalan Lampung,” lanjutnya.

Mirza mengajak  masyarakat turut mengawal semua proyek yang akan dikerjakan Pemprov Lampung  agar hasil pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Jalan ini adalah milik kita bersama. Jangan sampai rusak sebelum waktunya karena penggunaan yang tidak bijak,” harapnya.

Baca Juga  Pangdam XXI/RI Tinjau Pembangunan KDKMP di Lampung Barat

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M. Taufiqullah, menyebutkan bahwa Kabupaten Pringsewu memiliki tiga ruas jalan provinsi dengan total panjang 40,24 kilometer.

Untuk tingkat kemantaban Jalan ini 74,6 persen. Tahun ini, jelas Taufiq, pemerintah provinsi akan fokus pada perbaikan ruas Kali Rejo–Pringsewu sepanjang 3,3 kilometer dengan anggaran Rp 12,96 miliar dan ruas Pringsewu–Padasuka sepanjang 5,3 kilometer dengan anggaran Rp 6,48 miliar.

“Proyek perbaikan jalan ini sudah dimulai sejak 4 Maret dan ditargetkan selesai dalam 180 hari kalender,” jelas Taufiq.

Perbaikan ini pula, kata Taufiq, diharapkan dapat mendukung distribusi hasil pertanian di Pringsewu, yang pada 2024 mencatat produksi padi sebesar 17.614 ton, jagung 28.000 ton, cabai keriting 43.000 ton, serta bawang merah 3.800 ton.(*)

 

 

Berita Terkait

Kebakaran Berulang di Way Kambas, Komisi II DPRD Lampung Dorong Pencegahan Diperkuat
Bupati Pringsewu Lepas 35 Atlet FESPATI Lampung ke Kejurnas 2026
Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup
Ombudsman Nilai Pelayanan RSUD Pringsewu
BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT
Atap Rapuh, Mimpi Anak Way Kanan Tak Boleh Runtuh
Gubernur Lampung Ikuti Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual
Gubernur Lampung, Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat melalui Pembangunan yang Nyata

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Bupati Pringsewu Lepas 35 Atlet FESPATI Lampung ke Kejurnas 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:11 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkab Pringsewu Gelar Upacara dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Curanmor Mengintai Dini Hari, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB

Pringsewu

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:25 WIB