Oleh sebab itu, lanjut Hery, dengan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019 dan agenda perubahan Nawacita Presiden Joko Widodo, maka pelatihan kerja harus hadir untuk memberikan pendidikan vokasi bagi masyarakat.
\”Model pendidikan vokasi ini lebih diarahkan untuk penguasaan suatu keahlian terapan tertentu, dalam jangka waktu yang bervariatif disesuaikan dengan kebutuhan, serta memiliki kurikulum yang lebih mengutamakan praktek dari pada teori, sehingga peserta yang mengikuti dan dinyatakan lulus, akan sangat dibutuhkan oleh dunia industri,\” kata dia.
Sementara itu, kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertran) Provinsi Lampung, Sumiarti Somad mengatakan, pihaknya telah bermitra dengan 26 perusahaan yang ada di Provinsi Lampung, guna kelancaran magang tersebut. \”Ada 260 calon tenaga kerja, yang akan dibagi pada 26 perusahaan, artinya 1 perusahaan terdapat 10 calon tenaga kerja. Mereka akan diberi pengalaman kerja disana, dibimbing dengan baik, dan besar kemungkinan perusahaan tersebut akan mengambil mereka sebagai pekerja tetap,\” ujar Sumiarti.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, selama masa magang, para calon pekerja akan diberikan honor oleh disnakertran. \”Waktu magangnya selama 5 bulan. Selama magang, honor mereka kami yang berikan langsung, sebanyak 650ribu. Dan semua mendapat nilai yang sama,\” jelas Sumiarti.
Ia menambahkan, dari 260 calon tenaga kerja, kemungkinan 65 persen akan diterima diperusahaan tempat mereka magang. \”Ya, berdasarkan pengalaman yang lalu, sekitar 65 persen diterima diperusahaan tersebut, mudah-mudahan tahun ini bertambah, karena tujuan utama kita adalah mengurangi angka pengangguran,\” tutupnya. (Aby)
Halaman : 1 2