BERBAGI
Komisaris BUMN Berbagi Pengalaman dengan Mahasiswa Itera
Kuliah umum bertema Peluang dan Tantangan Berkarir di Bidang Pembangunan, di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Kamis (12/11). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Komisaris PT Waskita Karya (Persero) Tbk Viktor S Sirait ST berbagi pengalaman tentang peluang generasi muda berperan di sektor pembangunan bangsa.

Hal tersebut disampaikan saat mengisi kuliah umum bertema Peluang dan Tantangan Berkarir di Bidang Pembangunan, kepada mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera), Kamis (12/11).

Kuliah umum yang dibuka langsung oleh Rektor Itera Prof Ir Ofyar Z Tamin MSc PhD, tersebut juga dihadiri lima komisaris BUMN lain, yaitu Komisaris PT Krakatau Steel Ir David Pajung, Komisaris PT Pupuk Kaltim Gustaf AC Patty SE, PT Biro Klasifikasi Indonesia Ir Yudas Pasomba ME, Komisaris PT PP Presisi Indra Jaya Rajagukguk, dan Komisaris PT Jala Yatra Kontruksindo Warsun.

Di awal kuliah, Viktor menjabarkan bahwa pemerintah Indonesia sedang fokus melakukan pembangunan infrastruktur mulai dari tol, waduk, jembatan, dan lainnya.

Pembangunan tersebut dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dalam bidang infrastruktur.

Bukti ketertinggalan tersebut, hingga 2014 Indonesia hanya mempunyai 700 km jalan tol, jauh tertinggal dari negara Malaysia yang telah memiliki jalan tol sepanjang 3.500 km, dan Cina 30.000-an km.

“Kita harus mengejar ketertinggalan tersebut, sebab infrastruktur dapat mendorong peningkatan ekonomi, hingga daya saing bangsa. Dengan infrastruktur yang baik, investasi akan tumbuh di suatu daerah,” ujar Viktor.

Berbagai proyek strategis di bidang pembangunan yang terus dilanjutkan tersebut menurut Viktor membutuhkan banyak tenaga ahli, salah satunya dari perguruan tinggi di bidang teknologi seperti Itera.

Untuk itu, para mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi perlu memanfaatkan peluang tersebut.

Meskipun untuk mengisi peran tersebut, beberapa tantangan perlu ditaklukan. Seperti pandemi Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung yang membuat sektor pembangunan melambat dan diprediksi menyebabkan jumlah pengangguran yang tidak sedikit, yakni mencapai 3 juta pengangguran.

Hal ini tentunya membuat persaingan pencari kerja semakin ketat.

“Untuk itu, lulusan Itera harus mempersiapkan diri lebih, tidak hanya kompeten secara keilmuan tetapi juga mematangkan soft skill yang dimiliki, sehingga bisa mendapatkan peluang terlibat dalam pembangunan infrastruktur bangsa ini ke depan,” ujar Viktor.

Penentu Keberhasilan

Dalam kuliah yang dimoderatori oleh Dosen Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Itera Adnin Musadri Asbi SHut MSc tersebut, Viktor menyebutkan, kecerdasan atau IQ dan kuliah di kampus ternama bukan jaminan untuk mudah mendapatkan pekerjaan.

Bahkan berdasarkan sebuah riset, kecerdasan justru berada di urutan ke 22 penentu keberhasilan seseorang. Urutan pertama ditempati kejujuran, dilanjutkan dengan kerja keras, disiplin, dan kemampuan bekerjasama.

“Untuk itu kejujuran harus dijadikan gaya hidup dan diterapkan  dalam keseharian mulai dari mahasiswa. Selain itu organisasi juga penting untuk melatih kepemimpinan dan kerja sama,” ujar Vicktor.

Sementara, Rektor Itera Prof Ir Ofyar Z Tamin MSc PhD dalam sambutannya menyampaikan kuliah umum tersebut menjadi kesempatan baik mahasiswa belajar dan menimba pengalaman dari salah satu piminan kontraktor BUMN terbaik di Indonesia, yaitu PT Waskita Karya.

Kuliah umum yang diadakan Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) Itera tersebut menjadi kuliah umum yang dapat secara bersamaan menghadirkan enam komisaris perusahaan BUMN penting di Indonesia.

“Mahasiswa dapat memperkaya pengetahuan melalui pengalaman yang akan dibagikan oleh pemateri yang sudah sangat berpengalaman,” ujar Prof Ofyar.

Di akhir kuliah umum, Ketua JTIK Itera Dr Rahayu Sulistyorini ST MT menyampaikan terima kasih kepada narasumber, yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para mahasiswa Itera.

Rahayu berharap akan banyak kerja sama yang dapat dilakukan antara Itera dengan berbagai BUMN, terutama untuk mendukung perkuliahan dan dalam rangka melaksanakan kurikulum Kampus Merdeka yang saat ini dilaksanakan di Itera. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here