Suasana ngopi bebakhong dan rapat koordinasi (rakor) bulanan di Aula Kagungan, Senin (20/10/2025), mendadak memanas. Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, meluapkan kekecewaannya di hadapan para pejabat Pemkab lantaran banyaknya program yang dinilai amburadul dan berjalan tanpa arah.
Lampung Barat (Netizenku.com): Sorotan pertama Bupati tertuju pada BUMD PT Pesagi Mandiri (Perseroda). Dalam forum yang turut dihadiri Direktur Utama Alamsyah dan Komisaris Rudi Rahmadian itu, Parosil menilai program tanam padi yang dijalankan perusahaan daerah tersebut gagal total.
“Jangan mimpi bicara ketahanan pangan, wong petani mitra yang lahannya kalian kelola saja merugi. Ini bukan sekadar gagal, tapi sudah menyusahkan rakyat,” tegas Parosil di hadapan peserta rakor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menuntut Pesagi Mandiri bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada petani yang dirugikan. Kegagalan itu, menurutnya, menjadi bukti nyata buruknya kinerja perusahaan milik daerah tersebut.
Tak berhenti di situ, giliran para staf ahli bupati yang kena semprot. Parosil menilai kinerja mereka tidak terlihat dan kontribusinya minim.
“Apa kerja staf ahli ini? Masukan ke saya saja tidak pernah. Kalau tidak bisa bantu, mending mundur saja,” katanya dengan nada tinggi.
Program Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP) juga tak luput dari kritik. Parosil menilai kedua program itu lemah dalam pelaksanaan di lapangan. Ia bahkan menyayangkan Satgas MBG tidak mengetahui keberadaan dapur yang sudah beroperasi.
“Satgas kerjanya apa? Masyarakat sudah tahu dapur MBG aktif, tapi kalian malah enggak tahu. Ini sungguh keterlaluan,” ujarnya.
Puncak kekesalan Parosil terjadi ketika salah satu kepala dinas mengeluhkan tidak adanya anggaran makan minum untuk rapat. Bukannya mendapat simpati, ia justru semakin geram.
“Kalau kerjanya cuma nunggu ada anggaran, lebih baik mundur. Saya serius, ke depan TPP akan saya evaluasi, termasuk jabatannya,” tegas Parosil.
Ia menegaskan saat ini bukan waktunya mencari alasan, tetapi menunjukkan hasil nyata.
“Sudah cukup omon-omon. Saya tidak butuh laporan yang manis-manis. Saya mau bukti nyata di lapangan,” pungkasnya. (*)








