Ketua Granat Tolak Keras Usulan Anggota DPR RI Fraksi PKS

Redaksi

Minggu, 2 Februari 2020 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liwa (Netizenku.com): Ketua umum Gerakan Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat, menolak keras, usulan anggota Komisi VI DPR RI Rafly Kande Fraksi PKS, tanaman ganja asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebagai komuditas ekspor.

Kata Henry, berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 pasal 8 ayat (1) bahwa ganja masuk narkotika golongan I, tidak layak sebagai komuditas ekspor ke luar negeri. Jadi apa yang disampaikan politisi PKS bertentangan dengan aturan.

Baca Juga  Bambang Kusmanto Tinjau Pos Damkar Balik Bukit

\”Kami dari Granat, sebagai garda terdepan menolak usulan politisi PKS, agar negara menjadikan ganja sebagai komuditas ekspor, karena jelas itu melanggar undang-undang,\” kata Henry, kepada Netizenku.com yang di konfirmasi via ponselnya, Minggu (2/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seharusnya kata pengacara senior asal Krui Pesisir Barat Lampung tersebut, kalau NAD subur dengan tumbuhan ganja, tentu ada komoditas lain yang dapat dibudidayakan di daerah tersebut, yang lebih bermanfaat dan tidak bertentangan dengan aturan.

Baca Juga  Tak Sekadar Imbauan, Arahan Parosil Mabsus Tumbuh di Polibag ASN

\”Saya rasa di NAD bukan hanya ganja yang subur di tanam, karena saya yakin masih banyak komoditas lain yang dapat dibudidayakan, dan saya pastikan usulan tersebut merupakan usulan konyol,\” ujar Henry.

Kalau alasan ekspor ganja tersebut untuk menambah devisa negara kata Henry, Indonesia ini sangat kaya dan subur, jadi masih banyak komuditas lain yang lebih bermanfaat.

Baca Juga  Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?

\”Ingat, menanam dan mengembangkan ganja saja sudah melanggar hukum, apalagi menjual, dengan dilegalkan oleh negara dan saya pastikan usulan yang disampaikan dalam rapat kerja tersebut, menunjukkan anggota Fraksi PKS tersebut tidak sadar bahwa Indonesia saat ini darurat narkoba,\” kata Henry. (Iwan)

 

Berita Terkait

Bambang Kusmanto Tinjau Pos Damkar Balik Bukit
Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?
Wabup Lambar Sidak ASN: Masih Ada yang Bandel, Absen Tanpa Jejak
Kolaborasi dengan PTN, Jalan Cerdas Parosil Mabsus Membangun Daerah
Bus DAMRI Akhirnya Masuk Lumbok Seminung, Wisata dan Aktivitas Warga Jadi Makin Gampang
Sat Intelkam Polres Lampung Barat Gelar Doa Bersama Peringati HUT Intelijen Polri ke-80
Tak Sekadar Imbauan, Arahan Parosil Mabsus Tumbuh di Polibag ASN
Fraksi ADEM DPRD Lambar Setujui Ranperda Cadangan Pangan Jadi Perda

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:18 WIB

Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Korupsi Kegiatan Bimtek Aparatur Desa Pringsewu

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:13 WIB

Safari Ramadhan Jadi Momentum Sinergi Pemprov dan Pringsewu

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:30 WIB

Pemkab Pringsewu Awali Safari Ramadan 2026 di Kecamatan Ambarawa

Senin, 23 Februari 2026 - 19:27 WIB

Polres Pringsewu Raih Penghargaan Perlindungan Anak

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:03 WIB

Bupati Pringsewu Paparkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinan pada Buka Bersama Insan Pers

Jumat, 20 Februari 2026 - 06:46 WIB

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:55 WIB

Berkas Lengkap, Tersangka Jambret Di pringsewu Dilimpahkan Polisi ke JPU

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:54 WIB

Pemkab Pringsewu dan BAPANAS Gelar Rakor Satgas Saber Harga

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Wabup Tubaba Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan

Rabu, 25 Feb 2026 - 22:31 WIB