Keterwakilan Perempuan di Politik Dorong Kebijakan Berperspektif Gender

Redaksi

Kamis, 23 September 2021 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisah Nur Agustyati, dalam webinar Diskusi Demokrasi dan Kepemiluan dengan tema

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisah Nur Agustyati, dalam webinar Diskusi Demokrasi dan Kepemiluan dengan tema "Peningkatan Partisipasi Perempuan pada Pemilu dan Pemilihan 2024", Kamis (23/9). Foto: Screenshot

Bandarlampung (Netizenku.com): Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisah Nur Agustyati, menekankan pentingnya kehadiran perempuan di lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif untuk mendorong lahirnya kebijakan yang responsif gender.

“Hadirnya perempuan dalam lembaga-lembaga politik cita-citanya adalah ingin membuat sebuah perubahan,  membuka akses dan budaya yang lebih ramah pada perempuan,” kata dia dalam webinar Diskusi Demokrasi dan Kepemiluan dengan tema “Peningkatan Partisipasi Perempuan pada Pemilu dan Pemilihan 2024”, Kamis (23/9), yang digelar KPU Kabupaten Lampung Tengah.

Menurut Khoirunnisah, partisipasi perempuan dalam politik masih rendah karena mengalami diskriminasi. Bentuk-bentuk diskriminasi terhadap perempuan ini meliputi marjinalisasi atau peminggiran perempuan dari berbagai akses seperti ekonomi, sosial, dan politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian kekerasan terhadap perempuan, subordinasi atau pandangan yang menempatkan perempuan sebagai ‘kelas dua’, serta stereotip pemberian cap atau label pada perempuan, dan beban pekerjaan yang lebih berat.

Bentuk-bentuk diskriminasi kaum perempuan, lanjut dia, tidak hanya pada penyelenggara pemilu saja, karena partai politik juga belum sepenuhnya menerapkan kebijakan yang ramah pada anggota partainya yang perempuan.

“Misalnya tidak ditempatkannya perempuan dalam posisi-posisi strategis pengambil keputusan. Ada stigma bahwa perempuan dianggap tidak mampu dalam ruang politik,” ujar dia

Baca Juga: KPU Lampung Dorong Partisipasi Perempuan Dalam Politik

Khoirunnisah menuturkan pada 2109, Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA) merilis data yang menyebutkan Indonesia membutuhkan waktu sekitar 46 tahun untuk mencapai gender parity in parliaments atau representasi perempuan di parlemen.

“Sekarang upaya-upaya itu memang ada tapi cukup lambat, tidak ada perubahan yang cukup signifikan atau progresif. Sehingga penting ada politik afirmasi, kebijakan khusus yang sifatnya sementara, untuk mempercepat kesetaraan perempuan dalam bidang politik,” kata dia.

Dia menuturkan di 2013, KPU RI mengeluarkan kebijakan terkait pencalonan yang mengakomodir perempuan, PKPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota.

Partai politik diberikan sanksi diskualifikasi apabila tidak memenuhi ketentuan seperti penempatan calon perempuan di nomor urut 1 atau 3, dan tidak memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan.

“Itu ada di peraturan KPU, sementara di UU Pemilunya tidak ada. PKPU dianggap lebih kuat daya paksanya kepada partai politik. Saya ingat, Bu Ida Budhiati yang fight betul terhadap adanya sanksi itu,” kata dia.

Ida Budhiati merupakan anggota KPU RI Bidang Hukum dan Pengawasan Periode 2012-2017 yang saat ini menjadi anggota DKPP RI.

“Perspektif seperti ini yang diharapkan muncul ketika ada perempuan yang duduk sebagai penyelenggara pemilu,” ujar dia. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:09 WIB

Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:34 WIB

Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:05 WIB

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:39 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:04 WIB

DPRD Lampung Dukung Transformasi Taksi Listrik

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:55 WIB

Ketua DPRD Lampung Hadiri Pembukaan Kejuaraan Tinju Amatir

Berita Terbaru

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB

Tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) uang Rp800 juta di Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, Jumat (20/2/2026).  Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polres Tubaba Tangkap Tiga Perampok di Tiyuh Daya Asri

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:43 WIB

Petugas mengevakuasi jasad Aditya yang ditemukan di pinggir Sungai Way Tebu, Dusun 4 Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Pringsewu, Kamis (19/2/2026). Foto: Reza/NK.

Pringsewu

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Jumat, 20 Feb 2026 - 06:46 WIB