Kerap Dijadikan Modus, Pol PP Segera Razia Gepeng

Redaksi

Minggu, 22 Juli 2018 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi/Ist

Foto: Ilustrasi/Ist

Bandarlampung (Netizenku.com): Banyaknya laporan masyarakat terkait gelandangan pengemis (gepeng) dan orang gila (orgil) di Kota Tapis Berseri, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali melakukan razia dalam beberapa hari kedepan.

Penilaian beragam pun muncul dari kalangan masyarakat awam, ada yang menilai bahwa gepeng dijadikan sebagai modus dalam mencari pundi-pundi dolar, ada juga yang menilai karena hal itu terjadi karena keadaan.

Salah satunya, Putra (25), warga Wayhalim ini menilai bahwa gepeng banyak dijadikan modus bagi orang-orang yang ingin mengumpulkan pundi uang dari belas kasihan orang lain.

\”Saya pernah lihat acara di salah satu TV. Ternyata banyak sekali yang memanfaatkan itu untuk meminta belas kasihan orang, bahkan anak-anak pun turut dibawa agar kesannya lebih dramatis,\” kata Putra saat ditemui Netizenku.com pada Minggu (22/7).

Sementara itu, Fitri (23) menganggap hal tersebut tidak bisa dipukul rata. Ia pun menilai bahwa memang benar masih ada orang yang terpaksa jadi pengemis lantaran sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Baca Juga  Sebanyak 26.952 KPM Terima BLT BBM 

\”Masih banyak yang terpaksa menjadi pengemis dan gelandangan karena keadaan. Kan sekarang banyak sarjana yang nganggur karena sulit mencari pekerjaan. Itu saja bisa jadi contoh yang nyata,\” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Satpol PP Kota Bandarlampung, Mansi mengaku memang banyak laporan terkait hal tersebut yang dikirim ke kantornya. Maka dari itu, dalam beberapa hari kedepan pihaknya akan melakukan razia gepeng dan orgil.

Baca Juga  20 Hotel di Lampung Berikan Discount Besar-besaran

\”Nanti kita akan terjunkan personil untuk mengentaskan hal itu. Kalau gepeng memang kerap kali dijadikan modus. Kalau orgil ini kita razia karena sering meresahkan masyarakat. Kan suka ada yang ngamuk-ngamuk gak jelas,\” pungkasnya.(Agis)

Berita Terkait

YKWS: Banjir di Balam Bukan Semerta Bencana Alam
Libur Lebaran, Lonjakan Wisata Balam Capai 30 Persen
Tak Hanya Citra Garden, Pengembang Perumahan Diminta Proaktif
Soal Banjir, Dewan Nilai Pemkot Balam bak Pemadam Kebakaran
Awal Mei PDI-P Balam Buka Penjaringan, Eva Dwiana Masih Miliki Kans
PLN UID Lampung Siap Amankan Pasokan Listrik Idul Fitri 1445H
PGN Pastikan Layanan Gas Bumi Aman dan Handal Selama Idul Fitri 1445 H
5.752 WBP Kanwil Kemenkumham Lampung Diusulkan RK Idul Fitri 2024

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 13:25 WIB

Bupati Pesawaran Klaim Tidak Anti Kritik

Jumat, 12 April 2024 - 19:31 WIB

Hujan Deras Guyur Pesawaran, Beberapa Wilayah Tergenang Banjir

Kamis, 4 April 2024 - 21:12 WIB

Pemkab Pesawaran Kembali Adakan Gerakan Pangan Murah

Rabu, 3 April 2024 - 19:02 WIB

Bupati Pesawaran Kunjungi Kementan RI, Ini Usulannya

Rabu, 27 Maret 2024 - 21:01 WIB

Dendi Harap Pemprov Lampung Terus Perhatian ke Pemkab Pesawaran

Rabu, 27 Maret 2024 - 18:49 WIB

Kapolres Pesawaran Imbau Organ Tunggal Tak Setel Musik Remik

Jumat, 15 Maret 2024 - 18:57 WIB

Jumat Curhat, Kapolres Pesawaran Ajak Orang Tua Awasi Anak-anak

Selasa, 12 Maret 2024 - 16:25 WIB

Dendi Tinjau Longsor dan Banjir di Desa Sukajaya Lempasing

Berita Terbaru

Mantan Bupati Kabupaten Tubaba, Umar Ahmad. Foto: Ist.

Lampung

Umar Ahmad dan Sinyalemen Dukungan PDI Perjuangan

Kamis, 18 Apr 2024 - 21:58 WIB

Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati. Foto: Arsip.

Bandarlampung

YKWS: Banjir di Balam Bukan Semerta Bencana Alam

Kamis, 18 Apr 2024 - 21:32 WIB

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung, Adiansyah. Foto: Kiriman WA Adiansyah.

Bandarlampung

Libur Lebaran, Lonjakan Wisata Balam Capai 30 Persen

Kamis, 18 Apr 2024 - 20:38 WIB