Kelas Mondok Klasika Angkatan XIII Resmi Ditutup

Redaksi

Jumat, 8 September 2023 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Kelas Mondok Klasika angkatan XIII dengan tema ‘Terbang Tenggelam Dalam Anonimitas’ resmi ditutup, setelah dilangsungkan selama 40 hari. Acara penutupan bertempat di Rumah Ideologi Klasika, Sukarame, Bandarlampung, Jumat (08/09/2023).

Kelas Mondok diketahui merupakan program utama Kelompok Studi Kader (Klasika) yang sengaja dihadirkan sebagai pendidikan alternatif untuk anak muda atau mahasiswa di Lampung.

Kepala Sekolah Kelas Mondok angkatan XIII Ahmad Suban Rio pertama-tama mengatakan mengucapkan selamat kepada peserta yang telah merampungkan proses kelas selama 40 hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya proses belajar bukan hanya untuk mengetahui banyak informasi tetapi yang paling penting adalah mengasah ketajaman berpikir dan menebalkan kepekaan terhadap realitas.

“Sebanyak apapun informasi disatu titik tidak menjadi penting jika implementasinya hanya sedikit pada realitas subjektif dan objektif. Jika belajar tidak memberikan kepekaan terhadap realitas dan ketajaman berpikir maka sesungguhnya bukanlah belajar,” ujarnya.

Di tempat yang sama Direktur Klasika Ahmad Mufid menyampaikan kelas mondok selama 40 hari bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran agar membaca realitas dengan kritis hingga mampu memperbarui realitas.

Selanjutnya ia berharap peserta kelas ke depan bisa membangun canal-canal pengetahuan. Hal ini sangat urgen terutama untuk kelompok perempuan. Pasalnya kelompok perempuan masih minim dijumpai yang konsen di wilayah pengetahuan terutama di Lampung.

Baca Juga  ESDM Lampung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Ramadhan–Lebaran

Baginya proses kelas mondok juga bertujuan untuk membangun kebiasaan menyampaikan argumen yang argumentatif. Sebab di realitas luar termasuk kampus sekalipun, ekosistem untuk membangun kebiasaan argumentatif minim dijumpai.

“Semoga ke depan, para peserta tetap konsisten untuk berada dalam lingkar pengetahuan dan atau umur gerakannya diberi umur yang panjang,” ungkapnya.

Sementara itu Founder Klasika Chepry Chairuman Hutabarat mengatakan semoga kita semua tetap berada dalam terang cahaya pengetahuan.

Ia turut berterimakasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan kelas kelas mondok angkatan XIII.

Dalam kesempatan tersebut Aktivis Muda NU itu mengatakan setiap manusia pasti pernah mengalami kehilangan. Kehilangan itu sesuatu yang melekat dan tiba-tiba terpisah.

Pertama kehilangan personal, sebuah kehilangan yang menerpa diri kita sendiri, atau kehilangan yang dialami hanya oleh dirinya sendiri.

Sementara selanjutnya kehilangan sosial, sebuah kehilangan ketika kita kehilangan hak untuk berpendapat, kehilangan untuk mendapatkan kekayaan, kehilangan untuk pintar, dll. Kehilangan ini disebabkan oleh sebuah sistem yang diatur secara sistematik.

Baca Juga  Korpri Lampung Gelar Ramadan Berbagi, 1.101 ASN Terima Bantuan

Sementara yang terakhir adalah kehilangan universal, sebuah kondisi ketika seseorang kehilangan atau terpisah dengan dirinya.

Kehilangan atau terpisah dengan dirinya ketika ia tidak mengenali ketiga aspek didalam dirinya, yakni aspek psikomotorik, afektif dan kongnitif.

Menurutnya kehilangan atau terpisah dengan diri sendiri akan berdampak panjang salah satunya si subjek atau manusia akan dengan mudah mengikuti kemauan orang diluar dirinya atau bahkan ideologi-ideologi tertentu.

Sementara kelahiran sebagai sisi sebaliknya, menurutnya terdapat tiga kelahiran dalam diri manusia. Yakni kelahiran fisichal atau biologis, kelahiran intelektual dan kelahiran kesadaran atau spritual.

Kelahiran fisichal adalah kelahiran ketika seseorang lahir dari sebuah rahim. Sementara kelahiran intelektual mensyaratkan kemampuan otak sekaligus sebagai satu-satunya jalan untuk menuju kelahiran kesadaran atau spritual.

“Ketika kelahiran kesadaran atau spritual barulah seseorang bisa disebut dengan manusia, atau dengan bahasa lain disebut insan kamil,” ujarnya.

Ketika manusia berada dipuncak kelahiran maka motifasi hidupnya lebih luas dan dalam. Ketika ia merelakan dirinya untuk kepentingan yang lebih besar atau untuk kebermanfaatan orang banyak.

Baca Juga  DPRD Lampung Dukung Pengungkapan Tambang Emas Ilegal di Way Kanan

Ia menyebutkan kelas mondok sesungguhnya bertujuan membuka jalan untuk mengetahui banyak informasi. Tetapi yang paling penting dari informasi adalah bisa menjadi laku kehidupannya atau matching antara teori dan praktik.

“Jika tidak idealisme yang menuntun maka pragmatisme, hedonisme dan oportunisme lah yang menuntun kita,” tutupnya.

Diketahui selama kelas mondok berlangsung peserta dari berbagai Universitas di Lampung itu diwajibkan untuk menginap di Rumah Ideologi Klasika.

Kelas mondok yang berlangsung dari 31 Juli – 08 Agustus 2023 hari itu, setiap harinya ketiga aspek didalam dirinya terus diaktivasi yakni aspek Afektif, Psikomotorik, dan Kognitif.

Pada aspek psikomotorik semua peserta dijadwalkan untuk mengikuti Stretching sebagai upaya mendorong kebugaran fisiknya di kala pagi dan sore hari.

Selanjutnya aspek afektif peserta diwajibkan untuk sholat 5 waktu, membaca Al-fatihah 100 x selepas shalat shubuh, Vivassana, melapalkan asmaul husna, dan sholawat Gusdur menjelang diskusi di malam hari.

Sementara aspek kongnitif selama 40 hari peserta diwajibkan untuk membaca mulai dari penghantar filsafat, pemikiran filsuf klasik sampai dengan filsafat postmodern. Sedangkan malam harinya peserta berdiskusi untuk mengeksplor hasil pembacaannya masing-masing. (Rilis)

Berita Terkait

DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat
Kunjungan Tembus 27 Juta, Lampung Perkuat Sektor Pariwisata
Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB
Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata
Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas
Ghofur Usul Raperda untuk Kepastian Hukum Pengrajin Tanah Liat
MBG Belum Maksimal Gerakkan Ekonomi Desa, DPRD Lampung Dorong Kemitraan SPPG dengan BUMDes

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:29 WIB

Lentera Swara Lampung | 155 | Kamis, 12 Maret 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 20:06 WIB

Lentera Swara Lampung | 154 | Senin, 2 Maret 2026

Jumat, 12 Desember 2025 - 04:11 WIB

Lentera Swara Lampung | 153 | Jumat, 12 Desember 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:32 WIB

Lentera Swara Lampung | 152 | Kamis, 11 Desember 2025

Selasa, 9 Desember 2025 - 23:14 WIB

Lentera Swara Lampung | 151 | Rabu, 10 Desember 2025

Selasa, 18 November 2025 - 23:11 WIB

Lentera Swara Lampung | 150 | Rabu, 19 November 2025

Rabu, 12 November 2025 - 05:11 WIB

Lentera Swara Lampung | 149 | Rabu, 12 November 2025

Rabu, 5 November 2025 - 01:06 WIB

Lentera Swara Lampung | 148 | Rabu, 5 November 2025

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Kunjungan TU Delft, Tubaba Kian Dilirik Dunia

Rabu, 22 Apr 2026 - 12:22 WIB

Lampung

Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB

Rabu, 22 Apr 2026 - 09:41 WIB

Tulang Bawang Barat

Proyek RSUD Tubaba Rp128 M Diduga Minim Transparansi

Rabu, 22 Apr 2026 - 09:33 WIB