Kades Margomulyo Diduga Simpangkan Dana Desa 2023

Leni Marlina

Senin, 27 November 2023 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Kepala Desa Margamulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Darsono, diduga telah melakukan penyimpangan pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2023. Pada pelaksanaan proyek rehabilitasi peningkatan pengerasan jalan lingkungan pemukiman gang, dengan menggunakan paving blok di tiga titik lokasi 2 dusun desa setempat.

Diketahui pembangunan jalan paving blok yang telah rampung dibangun ini dilakukan di Dusun Margomulyo 2 RT 08 dengan panjang 75 m dan lebar 2 m, dengan menghabiskan anggaran Rp26.955.500 serta pembangunan jalan paving di dusun yang sama dengan panjang 86 m lebar 2 m, dengan menghabiskan anggaran Rp33.893.600 serta pengerasan jalan lingkungan pemukiman gang paving blok Dusun Tegal Rejo RT 13, dengan panjang 177 m lebar 2 m dengan menghabiskan anggaran Rp71.063.800.

“Setelah kita lihat dan hitung untuk pengerjaan 3 titik pekerjaan paving blok di Desa Margomulyo itu banyak mark upnya, hampir 100 persen lebih,” kata Safrudin Tanjung, Ketua Harian Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu (FMPB) saat melakukan koordinasi dengan pihak inspektorat terkait persoalan tersebut, Senin (27/11/2023).

Baca Juga  Viral Pelanggaran Etik, NasDem Pesawaran Beri Kesempatan Terakhir untuk TM

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diutarakan Tanjung, mark up yang dilakukan Darsono terhadap proyek yang dibiayai melalui Dana Desa (DD) tahap awal 2023 ini, diketahui akibat penetapan nilai proyek oleh Kades sangat tinggi dan sudah di luar batas kewajaran, yang biasanya dalam setiap pemasangan paving nilai permeter dan sudah dipotong pajak tidak lebih hanya menghabiskan biaya sekitar Rp85 ribu per meter perseginya.

Sedang harga yang dipatok pada proyek paving di desanya, yang diborongkannya kepada pihak ketiga tersebut, dalam permeter perseginya ditetapkan dengan harga, yang besarannya sekitar Rp200 ribu per meternya.

Baca Juga  Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

“Inikan, sama saja Kades sudah melakukan mark up di kegiatan pemasangan paving itu, dengan mengambil keuntungan berlebih buat pribadinya, yaitu lebih dari seratus persen, dan ini sudah sangat kelewatan dan harus ditindak,” ucap Tanjung.

Apalagi biasanya lanjut Tanjung setiap proyek serupa dalam hitungan riil permeternya tidak lebih hanya menghabiskan biaya sekitar tujuh puluh lima ribuan, itu pun sudah termasuk pajak.

“Nah kalau dibandingkan nilai yang dipatok Kades, ini sih membuktikan bahwa kadesnya sangat rakus,” cetusnya.

Untuk itu terkait persoalan ini, Tanjung berharap pihak inspektorat selaku pembinanya, untuk segera mengambil langkah berupa tindakan tegas terhadap ulah Kades tersebut.

“Kita berharap inspektorat segera memanggil Kades bersangkutan untuk dimintakan keterangannya terkait laporan yang kita lakukan, meskipun baru dilakukan secara lisan, belum secara tertulis,” harapnya.

Baca Juga  Bupati Nanda Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Pesawaran

Sementara itu menyikapi adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan Darsono ini, Sekretaris Inspektorat Pesawaran, M. Aseva, berjanji akan segera menindak lanjutinya.

“Ya, pastinya selaku pembina, kita akan segera memanggil Kades bersangkutan untuk kita lakukan klarifikasi akan kebenaran dari laporan yang dilakukan secara lisan oleh FMPB Pesawaran,” janji Aseva.

Meskipun, dalam proses penanganannya dan pemeriksaannya berdasarkan aturan baru bisa dilakukan di tahun 2024 mendatang, tapi tidak juga menyalahi kalau Kades perlu diberikan ruang untuk pembinaannya.

“Sebab kalau pengerjaannya tahun ini, ya aturannya, tahun depan kita baru bisa lakukan pemeriksaan, kalau untuk pembinaan pasti kita lakukan, kalau benar ada kelebihan uang, kita minta uang dikembalikan. Apalagi kalau benar kegiatan diborongkan, itukan jelas telah menyalahi aturan, Kades perlu tahu itu,” pungkasnya. (Soheh)

Berita Terkait

Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027
Bupati Nanda Ikuti Rakor Pengamanan Idul Fitri di Polda Lampung
TMMD ke-127 di Pesawaran Ditutup, Pangdam II/Sriwijaya Apresiasi Sinergi TNI dan Pemda
Bupati Nanda Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Pesawaran
Berkah Ramadan, NasDem Pesawaran Bagikan 1.000 Takjil
Viral Pelanggaran Etik, NasDem Pesawaran Beri Kesempatan Terakhir untuk TM
Dua Siswa di Pesawaran Dihentikan MBG Usai Orang Tua Kritik Program
Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:10 WIB

Korpri Lampung Gelar Ramadan Berbagi, 1.101 ASN Terima Bantuan

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:19 WIB

Wakil Gubernur Lampung Buka Musrenbang RKPD Way Kanan 2027

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:59 WIB

Pemprov Lampung Bahas Capaian IKK untuk Penyusunan LPPD 2025

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:54 WIB

Kabar Duka, Anggota DPRD Lampung Veri Agusli Tutup Usia

Senin, 9 Maret 2026 - 23:00 WIB

DPRD Lampung Dorong Sosialisasi Larangan Medsos untuk Anak

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:26 WIB

Pemprov Lampung Siap Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Lampung Barat

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:58 WIB

Pemprov Lampung Imbau Warga Cek Izin Edar dan Kedaluwarsa Pangan

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:54 WIB

Lampung Targetkan Energi Hijau dari Bendungan dan PLTS

Berita Terbaru

Pesawaran

Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:04 WIB

Pesawaran

Bupati Nanda Ikuti Rakor Pengamanan Idul Fitri di Polda Lampung

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:00 WIB

Tulang Bawang Barat

Sekretariat DPRD Tubaba Anggarkan Rp165 Juta untuk THR Dewan

Sabtu, 14 Mar 2026 - 11:28 WIB