Jakarta Sudah Dibeli SGC? Ujian Keadilan untuk Presiden Prabowo

Ilwadi Perkasa

Jumat, 22 Agustus 2025 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Triga Lampung, gabungan tiga lembaga rakyat AKAR, PEMATANK, dan KRAMAT akhirnya mengeluarkan maklumat keras. Mereka  memastikan pada 25–28 Agustus 2025, Jakarta tidak akan tenang. Gelombang massa akan kembali mengguncang Senayan, ATR/BPN, hingga gerbang Istana Negara. Tuntutannya hanya satu: ukur ulang seluruh HGU PT Sugar Group Companies (SGC) dan anak perusahaannya.

“Maklumat ini  tegas desak ukur ulang. Jangan biarkan hasil rapat DPR RI hanya jadi kertas kosong. Kami minta Presiden Prabowo benar-benar berpihak pada rakyat Lampung, atau Jakarta sudah dibeli PT SGC?” tegas Indra Mustain, Ketua DPP AKAR, dengan nada menantang, Jumat 22 Agustus 2025.

Romli, Ketua PEMATANK, bahkan mengutip lantang adagium klasik “Suara rakyat adalah suara Tuhan.” Baginya, ini bukan sekadar aksi, tapi puncak kejengahan rakyat Lampung. “Kami bosan dengan janji kosong. Kami ingin keadilan ditegakkan di depan mata bangsa,” katanya. Senada, Sudirman Dewa dari KRAMAT mengingatkan bahwa suara rakyat Lampung sudah bergaung dua tahun terakhir. “Jika Jakarta terus tuli, maka jantung kekuasaan akan terus digedor rakyat,” ujarnya.

Baca Juga  DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Persoalan SGC bukan isu baru. Ini adalah luka terbuka yang diwariskan sejak 1990-an. Tanah adat Teladas dicaplok PT Indo Lampung Perkasa, tanah rakyat Bakung dikuasai PT Sweet Indo Lampung. Tidak ada kompensasi, tidak ada ganti rugi, tidak ada keterlibatan masyarakat ketika izin HGU diperpanjang. Yang tersisa hanyalah trauma panjang dan ketidakadilan yang diwariskan lintas generasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lapangan, konflik pun berkali-kali berdarah. Benturan warga dengan aparat perusahaan menjadi cerita berulang. Korban luka, bahkan nyawa melayang. “Ini bukan sekadar soal tanah. Ini tentang hak rakyat yang dirampas, tentang martabat yang diinjak,” kata Romli.

Tak hanya soal agraria, negara pun ikut dirugikan. Pajak dan sewa tanah diduga menguap tanpa jejak. PNBP dari perusahaan gula raksasa ini tak jelas arahnya. Triliunan rupiah potensi penerimaan negara diduga hilang begitu saja. “Kerugian negara nyata, tapi hukum seperti mati suri,” ungkap Sudirman Dewa.

Ironisnya, DPR RI Komisi II bersama ATR/BPN dan jajaran pertanahan sudah bulat memutuskan ukur ulang HGU SGC (PT Sweet Indo Lampung, PT Indo Lampung Perkasa, dan PT Gula Putih Mataram). Keputusan ini sah, kuat secara konstitusi. Tetapi apa daya, minggu berganti bulan, tidak ada eksekusi. Negada seakan negara tunduk pada korporasi ketimbang rakyat.

Baca Juga  KPTPH Lampung Pastikan Stok dan Keamanan Pangan Aman Jelang Idulfitri

Triga Lampung melihat kebisuan negara sebagai tanda keberpihakan. Pemerintah yang diam berarti pemerintah yang memilih berdiri di sisi perusahaan. Karena itu, aksi 25–28 Agustus bukan sekadar unjuk rasa. Ia adalah ujian politik, ujian moral, dan ujian kepemimpinan bagi Presiden Prabowo Subianto.

Apakah Presiden berani menegakkan keadilan untuk rakyat Lampung, atau justru membiarkan Jakarta benar-benar dibeli oleh PT SGC?

Jawaban itu akan tercatat dalam sejarah,  bukan hanya untuk Lampung, tapi untuk seluruh rakyat Indonesia yang hari ini menunggu bukti, bukan lagi janji. (rls)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Prioritas 2026
IJP Lampung Jajaki Kolaborasi Promosi Wisata dengan Dinas Pariwisata
Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Hadiri Entry Meeting BPK, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas
BPBD Lampung Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Bandarlampung
BMBK Lampung Tindaklanjuti Rekomendasi Pansus LHP BPK
Sekdaprov Lampung Paparkan Strategi Tekan Pengangguran
Disnakeswan Lampung Raih Peringkat 2 Kematangan Perangkat Daerah
Ketua DPRD Lampung, Ajak Perkuat Gotong Royong di HUT ke-62 Lampung

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 07:25 WIB

Bupati Pringsewu Buka Seminar Nasional “How To Be A Great Teacher”

Jumat, 3 April 2026 - 07:21 WIB

17 Tahun Kabupaten Pringsewu, Progres Pembangunan Semakin Positif

Rabu, 1 April 2026 - 17:28 WIB

300 Industri Genteng Terancam Tutup, Kapolres Pringsewu Ambil Diskresi Bantu Pengrajin

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:29 WIB

Usai Mudik Lebaran, Warga Mulai Ambil Kendaraan Titipan di Polres Pringsewu

Senin, 30 Maret 2026 - 18:39 WIB

Apel dan Halal Bihalal 2026, Bupati Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:14 WIB

PWI Pringsewu Bagikan Daging dan THR Jelang Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:02 WIB

PSI Pringsewu Bagikan Takjil dan Kunjungi Ponpes

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:45 WIB

Rahayu Sri Astutik Riyanto Dikukuhkan Jadi Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Bupati Egi Tinjau Longsor Gunung Rajabasa

Sabtu, 4 Apr 2026 - 15:39 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Prioritas 2026

Jumat, 3 Apr 2026 - 20:56 WIB