IPM Naik, Kerja Menguat: Lampung Menuju Pertumbuhan Inklusif

Ilwadi Perkasa

Jumat, 7 November 2025 - 02:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonomi Lampung sepanjang 2025 terus berdenyut hangat. Di tengah bayangan perlambatan global, daerah ini justru mencatat pertumbuhan 5,04 persen (y-on-y) pada Triwulan III, sebuah langkah mantap yang menandai daya tahan dan daya cipta ekonomi rakyatnya. Di balik capaian itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik menjadi 73,98, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tetap terjaga rendah di 4,21 persen (Agustus 2025).

Meski naik tipis 0,02 poin dari tahun sebelumnya, tingkat pengangguran di Lampung masih menunjukkan tren penurunan jangka panjang dibanding beberapa tahun lalu, ketika sempat berada di atas 4,3 persen. Artinya, roda ekonomi dan kesempatan kerja masih bergerak ke arah yang benar,  meski tak selalu mulus setiap triwulan.

Baca Juga  Mikdar Ilyas Minta Bulog dan Dinas Terkait Bergerak Cepat Kendalikan Harga Beras

Kenaikan IPM menjadi cermin meningkatnya kualitas hidup. Pendidikan meluas, kesehatan membaik, dan daya beli menguat. Dari ruang kelas hingga ladang singkong, dari pasar tradisional hingga pabrik kecil di pinggiran kota, geliat produktivitas terasa lebih merata. Masyarakat Lampung tidak lagi sekadar bekerja untuk bertahan, tetapi berkarya untuk tumbuh bersama.

Pertumbuhan yang disertai peningkatan IPM menandakan arah pembangunan yang makin inklusif, yakni pertumbuhan yang tak hanya berpihak pada angka besar, tetapi juga pada manusia di balik angka itu. Walau masih ada tantangan dalam pemerataan keterampilan dan transformasi sektor kerja, sinyalnya jelas yaitu  kualitas manusia Lampung menjadi fondasi bagi ekonomi yang tangguh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Fraksi PKB Soroti Struktur APBD, Dorong Anggaran Lebih Berpihak ke Masyarakat

Namun, agar langkah ini tak kehilangan irama di tengah jalan, ada beberapa hal mendesak yang perlu diperkuat.

Percepatan pelatihan vokasi dan literasi digital menjadi kebutuhan utama. Dunia kerja berubah cepat, sementara sebagian tenaga kerja masih tertinggal keterampilannya. Kolaborasi pemerintah dan industri untuk membangun pusat vokasi terapan akan mempercepat adaptasi angkatan kerja muda.

Penguatan sektor padat karya dan UMKM juga penting agar pertumbuhan ekonomi mampu menyerap tenaga kerja lebih luas, terutama di sektor pertanian modern, pengolahan hasil bumi, dan ekonomi kreatif berbasis lokal. Ketika UMKM tumbuh, bukan hanya ekonomi yang bergerak, tetapi juga jejaring sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, perluasan akses pendidikan menengah dan kesehatan dasar tetap menjadi kunci. IPM akan naik lebih cepat bila fondasi layanan publik makin merata, terutama di kabupaten dengan IPM di bawah rata-rata provinsi. Pemerataan ini akan memastikan setiap warga Lampung memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

Baca Juga  Sahdana Desak Audit Menyeluruh Bank Syariah Way Kanan, Minta Dirut hingga Jajaran Diperiksa

Tak kalah penting, peningkatan konektivitas antarwilayah harus terus didorong. Infrastruktur transportasi dan logistik yang efisien akan mempercepat pemerataan ekonomi dan membuka peluang kerja baru, menghubungkan potensi daerah yang selama ini tersembunyi.

Ekonomi Lampung 2025 memperlihatkan keseimbangan baru antara pertumbuhan dan pemerataan, antara angka dan makna. Di balik pertumbuhan 5,04 persen itu, tersimpan kisah tentang manusia yang kian berdaya,  yang bekerja bukan hanya untuk hidup, melainkan untuk memajukan hidup bersama.***

Berita Terkait

DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November
Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital
Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija
Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian
Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat
Kemah Bhakti Satya Linmas, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Peran Satlinmas
Gubernur Lampung: PKH Bukan untuk Ketergantungan, tapi Mendorong Keluarga Mandiri
Gubernur Lampung Dorong Petani Lampung Kembangkan Pupuk Hayati Secara Mandiri

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:34 WIB

Pemilihan OSIS SMAN 1 Liwa, Menjadi Pemimpin Tidak Harus Dengan Kampanye Hitam Dan Serangan Fajar

Rabu, 2 September 2026 - 15:47 WIB

Dari Senam Bareng Ribuan Warga hingga Bagikan Alsintan, Parosil Mabsus: Jangan Jadi Pajangan

Selasa, 1 September 2026 - 12:56 WIB

10 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Lampung Barat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Punya Golden Tiket ke Istana, Mukhlis Malah Pilih Upacara Bersama Rakyat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Dorong Kawasan Kuliner Makin Hidup, Bambang Kusmanto Usulkan Parkir Resmi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Reses di Pesisir Barat, Mukhlis Basri Kawal dan Awasi Program Pembangunan APBN

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:35 WIB

Henry Yosodiningrat Khawatir Keselamatan Tersangka Febri Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:06 WIB

Mukhlis Basri Perjuangkan Peningkatan Bandara M. Taufiq Kiemas dan Pelabuhan Kuala Stabas di DPR RI

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Senin, 28 Sep 2026 - 15:31 WIB