BERBAGI

Liwa (Netizenku.com): Operasi Zebra Krakatau 2019, yang di gelar serentak mulai hari ini, Rabu (23/10), jajaran Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Lampung Barat menindak 129 pengendara, baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Kapolres Lampung Barat, AKBP Rachmat Tri Haryadi, S.Ik, MH, melalui Kasat Lantas, Iptu Ipran, mengatakan dari 129 pelanggaran, 125 diantaranya mendapat sanksi berupa tilang dan 4 diberikan teguran.

“Hari pertama operasi Zebra Krakatau dilakukan razia dibeberapa titik, yakni depan Mapolres di wilayah Liwa, serta dilakukan di beberapa wilayah yang dilakukan langsung oleh jajaran Polsek, sehingga terjaring 129 pelanggar dengan sanksi berupa tilang 125 dan teguran kepada 4 pengendara,” kata Ipran.

Jenis pelanggaran apa saja, dijelaskan Ipran, dari 129 pelanggar lalulintas sebagian besar dilakukan oleh pengendara sepeda motor (R2). Sementara bentuk pelanggaran bermacam-macam, dari tidak menggunakan helm, juga tidak melengkapi kendaraan dengan surat-menyurat.

“Sebagian besar pelanggar adalah pengguna R2. Sementara bentuk pelanggarannya tidak menggunakan helm, tidak memiliki atau membawa surat menyurat kendaraan dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” kata dia.

Dijelaskan Ipran, operasi Zebra Krakatau akan dilakukan selama 15 hari, yakni dari 23 Oktober sampai 5 November mendatang, sehingga pihaknya akan melakukan razia setiap saat dengan lokasi yang berpindah-pindah. Jadi bagi masyarakat yang bepergian menggunakan kendaraan untuk melengkapi persyaratan.

“Selama 15 hari ini kami akan secara rutin menggelar razia dengan tempat yang berpindah-pindah, jadi bagi masyarakat yang bepergian dengan kendaraan R2 harus menggunakan helm, yang membawa kendaraan R4 menggunakan sabuk pengaman, serta membawa surat menyurat dan bagi pengendara wajib memiliki SIM,” jelasnya.

Ipran, berharap masyarakat Lampung Barat taat aturan tidak hanya ketika ada razia saja, tetapi harus dijadikan budaya, seperti menggunakan helm, jangan hanya karena takut kepada polisi, tetapi harus didasari untuk kepentingan keselamatan.

“Kesadaran taat aturan harus menjadi jiwa dan budaya kita, jangan hanya ada razia atau polisi, apalagi helm merupakan pelindung utama untuk keselamatan pengendara. Sama juga dengan yang mengendarai mobil harus menggunakan sabuk pengaman, yang tujuannya untuk pelindung diri,” tandas Ipran. (Iwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here