Gangguan Saraf Keseimbangan, Bocah Negeri Katon Butuh Uluran Tangan

Redaksi

Selasa, 10 April 2018 - 00:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Ningrum (11), bocah Dusun Tanjung Jaya, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran hanya bisa tergeletak di tempat tidurnya, lantaran tak bisa menggerakkan tubuhnya sendiri atas penyakit yang dideritanya.

Ayah Ningrum, Ahmad Yani (55) yang hanya menjadi orang tua tunggal setelah kepergian istrinya 3 bulan silam setelah terkena penyakit struk dan meninggal dunia, saat ini tak bisa berbuat banyak terhadap putri bungsunya itu, lantaran tak bisa bekerja, hanya menjaganya di rumah sambil menambal Ban.

Bahkan, mirisnya lagi, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari, Ahmad Yani hanya bisa mengharapkan uluran tangan dari tetangga dan orang yang merasa iba dengannya. \”Saya tak bisa berbuat banyak atas apa yang diderita anak saya yang bungsu ini, karena sekarang saya tak bisa bekerja mencari uang untuk nafkah keluarga, untungnya saya dibantu dengan anak saya yang paling besar bekerja menjadi tukang rongsok, dan ke tiga kakaknya yang lain bersekolah, jadi saya hanya ngerawat anak di rumah,\” ucap Ahmad Yani, saat ditemui di kediamannya, Senin (9/4).

Baca Juga  Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyakit yang diderita pada putrinya tersebut, kata Ahmad Yani, adalah gangguan saraf keseimbangan, dan menjadikan putrinya hanya bisa tergeletak dan diam saja di tempat di mana ia digeletakkan. \”Saya sudah berupaya terus menerus mengobati Ningrum, sewaktu tinggal di Kabupaten Tulang Bawang, dari RSUD Menggala yang menyatakan gangguan saraf keseimbangan, namun tak ada perkembangan, dan saya pergi juga ke pengobatan alternatif, namun anak saya tetap tak kunjung sembuh,\” ucapnya.

Dijelaskan Ahmad Yani, kondisi tubuh anaknya bila dilihat sama dengan anak seusianya, namun perbedaannya hanya tak bisa menggerakkan tubuhnya dan berbicaranya pun kurang. \”Anak saya cuma bisa nangis, teriak – teriak dan ketawa, kalau ngomong cuma bisa ayah sama ibu saja, tapi itu juga gak begitu jelas, terus yang buat saya takut, Ningrum sering mengalami kejang-kejang, dan saat kejang saya percikan air ke mukanya, agar sadar lagi,\” terang dia.

Baca Juga  Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga

Diceritakan dia, sudah 4 tahun dirinya bersama anak-anaknya itu bertempat tinggal di Desa Tanjung Rejo, dan sudah pernah sekali berobat ke Puskemas Kalirejo, saat kondisi anak saya sakit demam. \”Ya saya sekarang cuma pasrah aja mas, karena keterbatasan biaya, dan fasilitas BPJS juga saya enggak punya,\” ucap Ahmad Yani.

Terkait perhatian dari pihak kesehatan, seperti Puskesmas atau Dinas Kesehatan Kabupaten terhadap kondisi putrinya tersebut, dia menjelaskan selama ini tak pernah ada yang mengunjungi dan memperhatikan putrinya itu. \”Selama ini, belum pernah ada yang datang mas dari petugas kesehatan, gimana mau ngasih perhatian sama anak saya,\” terang dia.

Baca Juga  Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar

Ahmad Yani berharap agar ada uluran tangan dari para orang baik yang mau membantu pengobatan anaknya, dan perhatian dari pemerintah. \”Harapnnya ada bantuan mas, untuk bisa mengobati anak saya dan meringankan beban hidup keluarga,\” ucapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait kondisi anak yang mengalami gangguan saraf keseimbangan tersebut, pihak Puskesmas Kalirejo mengaku tak mengetahui kondisi warga tersebut dan berbalik menanyakannya pada wartawan serta meminta data nama orang tua, anak dan tempat tinggalnya.

\”Memang ada mas ya, anak yang cacat gitu, nama orang tuanya siapa mas, anaknya siapa, dan rumahnya di mana? Kita nanti cek ke lokasi,\” tanya salah satu pegawai di Puskesmas Kalirejo. (Soheh)

Berita Terkait

Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:22 WIB

DPRD Lampung, Koperasi Merah Putih Harus Berpihak ke Petani

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:05 WIB

Lampung Siap Bangun 2 Pabrik Bioetanol, Harga Singkong Petani Bakal Melambung Tinggi

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:22 WIB

Lampung Jadi Pilot Project Bioetanol Nasional, Siap Pasok 10 Persen Kebutuhan E10 Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:36 WIB

Kisruh Verifikasi Domisili SPMB Lampung 2026, Ribuan Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMAN

Senin, 8 Juni 2026 - 22:55 WIB

Nasib Eks Pekerja BUMD Lampung, 3 Tahun Menanti Pesangon Meski Menang di Pengadilan

Senin, 8 Juni 2026 - 19:35 WIB

Jihan Nurlela Ajak Peserta PKN II Sumsel Gali Inovasi di Lampung

Senin, 8 Juni 2026 - 18:03 WIB

Kawal Aspirasi Warga, DPRD Lampung Teruskan Hasil Diskusi BPN Terkait Waydadi ke Pemprov

Senin, 8 Juni 2026 - 15:14 WIB

Hadiri Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri, Jihan Ajak Lulusan Kembali Bangun Daerah Asal

Berita Terbaru

Lampung

DPRD Lampung, Koperasi Merah Putih Harus Berpihak ke Petani

Selasa, 9 Jun 2026 - 22:22 WIB